Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!

Memulai bisnis impor bagi pemula, tentunya ada beberapa hal yang perlu dipahami dan dipelajari. Salah satu hal penting yang perlu diketahui dalam bisnis impor adalah HS Code atau Harmonized System Code. Apa itu HS Code? Singkatnya, kode HS mengatur tentang pengkategorian atau klasifikasi barang dalam bisnis impor dan ekspor.

Perdagangan impor dan ekspor adalah perdagangan yang melibatkan banyak negara. Oleh karena itu, diperlukan seperangkat undang-undang untuk memudahkan mengidentifikasi kategori barang yang akan disepakati dalam perdagangan internasional. Ada dua sistem kode dalam dunia perdagangan internasional, yaitu Harmonized System Code (HS Code) dan Standard International Trade Classification Code (SITC).

Pada artikel ini, kita akan lebih memfokuskan pembahasan kita pada Harmonized System Code dalam perdagangan impor dan ekspor. Kita akan membahas tentang apa itu HS Code, bagaimana cara membaca HS Code, juga beberapa contoh HS Code yang sering digunakan.

Apa Itu HS Code

Kode HS atau Harmonized System Code adalah sistem klasifikasi perdagangan antar negara yang memfasilitasi penetapan tarif, pencatatan transaksi perdagangan, pengendalian angkutan dan pelaporan statistik perdagangan komersial.

Sederhananya, kode ini menggantikan katalog produk dengan kode maksimal 10 digit. Penggunaan kode ini juga dimaksudkan untuk menyamakan persepsi klasifikasi produk antar negara. Misalnya, suatu produk disebut susu di Indonesia, tetapi di negara lain seperti Inggris menggunakan bahasa yang berbeda, seperti milk. Oleh karena itu, kode-kode tersebut digunakan untuk memudahkan penyebutan kategori-kategori tersebut. Jadi, walaupun bahasa yang digunakan berbeda, barang yang diklasifikasi tetap bisa dimengerti oleh tiap negara karena adanya HS code itu sendiri.

Kode HS ini telah disusun oleh World Customs Organization sejak 1986. Indonesia sendiri juga telah menyetujui sistem klasifikasi perdagangan impor dan ekspor ini melalui Keputusan Presiden No. 35 Tahun 1993. Setiap produk impor dan ekspor dijabarkan ke dalam Buku Tarif Indonesia Impor (BTMI) serta menjelaskan harga masing-masing produk.

Cara membaca HS Code

Pasalnya, hanya enam digit yang digunakan secara bersamaan oleh semua negara untuk mengklasifikasikan produk dalam perdagangan internasional. Namun, setiap negara dapat memperpanjang kode HS ini lebih dari enam digit untuk akurasi yang lebih baik sesuai dengan kebijakan pemerintah (namun harus tetap berlandaskan pada dasar kode HS enam digit). Kita dapat melihat bahwa di Indonesia, sistem klasifikasi barang dalam perdagangan menggunakan sistem sepuluh digit di Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI), yang secara lebih lengkap menjabarkan kode HS enam digit. Namun, per 1 Maret 2017, kode HS di Indonesia di bawah ASEAN menggunakan sistem delapan digit sesuai dengan AHTN. Berikut ini adalah cara membaca HS Code beserta penjabarannya:

  • 2 digit pertama : Bab/kategori utama.
    Contoh: 08 untuk produk buah.
  • 4 digit pertama : pos yang medefinisikan bab utama.
    Contoh: 08.08 untuk buah apel, pir dan quince segar. 08.13 untuk buah kering
  • 8 digit pertama adalah sub pos yang berlaku untuk ASEAN dan juga Indonesia, yang diturunkan dari teks ASEAN Harmonized Tariff Nomenclature (AHTN). Pos tarif ini menunjukkan besarnya pembebanan (BM, PPN, PPnBM, atau cukai) serta ada tidaknya peraturan perdagangan.
    Contoh: 08.08.10.00 untuk buah apel segar

Contoh HS Code untuk Barang Impor dan Ekspor

Dalam bisnis impor dan ekspor, kode HS dibagi menjadi 99 bab atau kategori dan 21 bagian atau sub kategori. Jumlah deskripsi produk yang tersedia adalah sekitar 5.300 deskripsi produk. Mari kita bahas beberapa contoh HS Code beserta deskripsinya yang banyak digunakan oleh pelaku UKM dan UMKM khususnya di Indonesia.

Berikut ini adalah daftar harmonized system code untuk produk yang biasa dijual oleh pelaku UKM dan UMKM:

  • 7 : Produk sayuran yang dapat dimakan termasuk umbi atau akar tertentu
  • 8 : Produk buah, kacang, kulit dari buah jeruk dan melon
  • 9 : Produk kopi, rempah, teh dan mate
  • 10 : Produk sereal
  • 11 : Produk penggilingan malt, gandum, gluten, inulin dan pati
  • 13 : Produk jus atau ekstrak sayuran, resin dan lac.
  • 15 : Produk lemak dan minyak baik hewani atau nabati
  • 16 : Produk olahan daging, ikan, krustasea, moluska, invertebrata air dan sebagainya
  • 17 : Produk gula dan manisan
  • 18 : Produk kakao dan produk olahannya
  • 19 : Produk olahan dari sereal, tepung atau susu, termasuk produk pastry
  • 20 : Produk olahan sayuran, buah dan jenis tanaman lainnya
  • 21 : Produk olahan lainnya yang dapat dikonsumsi
  • 22 : Produk minuman, termasuk minuman beralkohol dan produk cuka
  • 61 : Pakaian jadi dan aksesoris pakaian yang dirajut
  • 62 : Pakaian jadi dan aksesoris yang tidak dirajut
  • 63 : Pakaian jadi berupa tekstil dan lainnya
  • 64 : Pelindung atau alas kaki dan sejenisnya
  • 65 : Topi dan sejenisnya.

Pentingnya HS Code dalam Bisnis Impor dan Ekspor

Harmonized system sangat penting diketahui oleh para pebisnis impor karena memiliki beberapa manfaat dalam perdagangan impor dan ekspor. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari HS Code yang perlu kamu ketahui:

1. Memungkinkan pemerintah untuk menentukan pajak yang sesuai dengan barang yang diimpor atau diekspor

Setiap barang yang datang pasti memiliki kualitas tertentu yang akan menyesuaikan dengan permintaan dan anggaran yang ada. Untuk memudahkan klasifikasi yang dilakukan pemerintah, setiap kategori akan diberi kode HS, yang akan digunakan untuk menentukan tarif pajak yang sesuai dengan masing-masing kategori.

2. Sebagai penentu kualitas barang sesuai dengan legitimasi pemerintah

Pemerintah pastinya menginginkan yang terbaik untuk masyarakat dalam memilih suatu barang. Oleh karena itu, kode HS memiliki fungsi untuk mengidentifikasi kualitas suatu barang sekaligus sebagai bentuk legalitas bagi importir dan eksportir.

3. Menghindari terjadinya regulasi

Memberikan kode HS yang benar untuk suatu barang merupakan salah satu bentuk kewajiban lain yang harus dipenuhi baik oleh eksportir maupun importir. Jika nanti ada kesalahan dalam menentukan kode HS, maka eksportir dan importir diwajibkan untuk membayar denda.

Kode HS memang cukup sulit untuk dipahami satu per satu. Apalagi, melihat contoh HS Code di atas begitu banyak rasanya yang perlu diketahui. Namun jangan khawatir, jika ada yang kurang dipahami, kamu bisa bertanya kepada layanan informasi INSW, Dinas Perdagangan, dan Bea Cukai. Selain itu kamu juga dapat memperoleh penjelasan yang lengkap secara gratis di internet. Jika kamu tidak punya banyak waktu untuk memikirkan hal tersebut, kamu bisa menggunakan jasa bisnis impor yang dapat membantu usahamu.

Setelah mengetahui apa itu kode HS, kamu pasti semakin paham tentang dunia impor dan ekspor, bukan? Jika saat ini kamu sedang mencari jasa bisnis impor dari luar negeri khususnya China, maka AsiaCommerce dapat menjadi pilihan yang tepat untukmu. AsiaCommerce menyediakan layanan jasa impor yang dapat membantu bisnismu. Segala proses impor akan dilakukan oleh kami sehingga kamu tidak perlu pusing dan tinggal menunggu saja sampai barang impor yang kamu pesan datang. Menarik bukan? Tunggu apa lagi? Segera bergabung bersama kami dengan klik di sini atau klik gambar di bawah ini.