Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!

Pandemi COVID-19 memengaruhi setiap orang di dunia. Lalu, kita bisa merasakan model kehidupan yang berbeda dari biasanya. Dimulai dari banyaknya orang yang bekerja atau bersekolah secara virtual, interaksi sosial yang berkurang, isolasi dan juga working from home. Belum lagi kekhawatiran kita terhadap orang yang kita cintai bisa terpapar sakit COVID-19 bahkan meninggal. Hal ini juga memengaruhi mental pengusaha yang harus terus menjalankan bisnisnya.

Menurut data yang dilansir melalui Bank Indonesia menyebutkan sebanyak 87,5 persen UMKM terdampak pandemi Covid-19. Dari jumlah ini, sekitar 93,2 persen di antaranya terdampak negatif di sisi penjualan. Menurut survei yang dilakukan bank sentral, pandemi memberi tekanan pada pendapatan, laba, dan arus kas hingga para pemilik usaha memilih untuk wait and see. Namun, rupanya tak semua responsen terdampak pandemi. Bank Indonesia (BI) mengungkapkan ada 12,5 persen responden yang tidak terkena dampak ekonomi dari pandemi Covid-19, dan bahkan 27,6 persen di antaranya menunjukkan peningkatan penjualan.

Baca juga: Pelajaran Bisnis Yang Dapat Dipetik Dari Pandemi Virus Corona

Melalui data tersebut bisa kita konklusikan bahwasanya situasi yang dialami oleh para pengusaha saat ini jelas tidak mudah. Terutama kesehatan mental kesehatan pengusaha yang menjadi salah satu fondasi utama dalam menghadapi situasi yang sulit ini. Maka dari itu, Psikolog klinis dan CEO/pendiri MyWorkplaceHealth Dr. Joti Samra (R.Psych.) merekomendasikan enam praktik utama untuk membantu pengusaha melindungi kesejahteraan mental mereka di era pandemi COVID-19.

  1. Ambil alih di setiap keputusan yang bisa Anda kontrol

Dr. Samra berkata bahwa salah satu hal yang utama bagi para pengusaha untuk menjaga mentalnya adalah mencari keseimbangan (life balance) dengan menemukan peluang dalam kehidupan dan bisnis kita (work life balance).

Memperbaharui rutinitas cara komunikasi yang baru dengan tim atau partner adalah cara penting bagi pengusaha yang mudah untuk diterapkan. Sebab, hal ini dapat berpengaruh dalam membina hubungan interpersonal pada keseluruhan tim. Seperti, mengolah ulang perkiraan rencana anggaran dan membuat rencana lainnya untuk dieksekusi setiap bulannya juga merupakan cara yang baik untuk memulihkan perasaan bahwa Anda memiliki berbagai hal yang diurus di bawah komando Anda.

2. Istirahat

Memang, dengan Anda diberikan situasi yang mendesak dan berada di bawah tekanan yang tinggi, seseorang bisa berkembang. Namun, melalui teori kontrol permintaan, seseorang tentu memiliki kendali atas apa yang dimilikinya dan kapan Anda akan melakukannya.

Dr. Samra mengatakan bahwa kunci seseorang bisa terus berkembang secara mentalnya di situasi yang sulit, Anda perlu memberi ruang kebebasan untuk Anda dan juga orang yang Anda pimpin.

3. Bekerja se-transparan mungkin

Tim pada akhirnya mengandalkan pimpinan mereka untuk mendapatkan arahan dan dukungan dalam suatu kondisi yang krisis. Tapi, mereka juga ingin tahu bahwa mereka tidaklah sendirian dalam hal yang mereka rasakan. Dr. Samra menyarankan bahwa ketika seorang pengusaha terbuka dengan timnya tentang perjuangan dan perhatian mereka sendiri, hal itu membantu membangun kepercayaan dan loyalitas.

“Tunjukkan kepada mereka bahwa Anda terlibat bersama dan biarkan diri Anda sendiri menerima dukungan dari mereka, juga,” katanya. “Kepercayaan yang Anda bangun akan terbayar dengan keterlibatan di masa mendatang. Ingat: Kepercayaan adalah tentang hubungan, bukan kebijakan atau prosedur. “

4. Cari dukungan

Kata “social distancing” yang kita kenal bukanlah kata yang disenangi oleh Dr. Samra. Sebab, kata tersebut melawan naluriah manusia untuk bersosialisasi. Maka dari itu, sempat istilah tersebut diubah menjadi “physical distancing” (jaga jarak).

“Kita semua masih membutuhkan hubungan sosial di saat-saat seperti ini. Pengusaha yang membawa timnya melewati krisis harus mampu menjangkau jaringan rekan untuk memahami apa yang mereka alami.”

Dia ingin para pengusaha untuk berbicara jujur satu sama lain tentang kekhawatiran dan kelemahan mereka. Dengan begitu, dapat membantu mereka untuk melepas berbagai tekanan.

5. Perhatikan diri sendiri

“Kadang-kadang kesannya ‘sensitif’, tetapi secara praktis jika Anda sudah bekerja berhari-hari dan melihat jalan 18 bulan ke depan, menjaga diri sendiri itu sangat penting. Itu berarti Anda perlu mengelola jam kerja Anda, makan dengan baik, meminimalkan konsumsi alkohol, menjadi aktif secara fisik, menjaga berat badan dan menentukan prioritas, karena Anda tahu bahwa to-do list tidak akan pernah ‘selesai’.” kata Dr. Samra.

Ya, memang sulit menjaga kualitas tidur dan aktivitas menjaga diri lainnya dengan tingkat stres yang tinggi. Oleh karena itu, Anda bisa gunakan cara dengan membatasi jumlah berita yang Anda konsumsi dan jangan terlalu lama memainkan smartphone Anda saat malam hari. Hal ini berguna untuk menjaga kondisi pikiran Anda untuk tetap tenang di situasi yang sulit.

“Banyak orang mengatakan bahwa mereka tidak dapat mematikan ponsel pada malam hari karena mereka menggunakannya sebagai jam alarm,” katanya. “Tapi jika Anda mengaktifkan mode pesawat, alarm Anda akan tetap bekerja dan Anda tidak akan mengalami gangguan  notifikasi pada tengah malam.”

6. Mari gunakan waktu untuk terus bersyukur

Dr. Samra juga menyarankan Anda untuk meluangkan waktu dan identifikasi apa saja yang membuat Anda bersyukur dalam kehidupan Anda. Anda bisa menerapkan ini secara personal dan bisnis Anda secara keseluruhan. Meskipun secara logika gak nyambung, nyatanya secara neurofisiologis, hal itu mampu mengurangi kecemasan dan depresi serta meningkatkan kualitas hubungan.

“Sangat mudah untuk masuk ke lubang negatif,” kata Dr. Samra. “Mempraktikkan rasa syukur membantu mencegah hal itu. Anda dapat melakukannya di mana saja, kapan saja — di kamar mandi atau saat Anda sedang menyikat gigi. ”

Dr. Samra menambahkan bahwa jika Anda merasa kewalahan dengan kondisi kesehatan mental Anda, secepat mungkin mengakses layanan psikologis. Saat ini, sudah banyak layanan psikologis online yang bagus dan gratis.

Baca juga: Kalau Bisnis Bisa Maju, Kenapa Harus Mundur ?

Nah, itu dia cara-cara yang bisa Anda gunakan dalam menjaga mental kesehatan Anda selaku pebisnis ataupun pengusaha agar terus berkembang. Semoga informasi diatas berguna bagi kalian yang terus mau upgrade diri dengan ilmu dan skill baru ya! Jika kamu tertarik untuk upgrade income-mu dengan AsiaCommerce atau konsultasi dengan kami boleh klik link disini. Kami adalah perusahaan yang bertujuan untuk membantu UMKM Indonesia dalam melakukan sourcing, impor-ekspor, distribusi dan fullfilment barang dan jasa. Tim kami akan selalu siap membantumu untuk mengembangkan usaha!