Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!

Bisnis impor adalah salah satu bisnis yang cukup menjanjikan untuk memberikan Anda keuntungan besar. Apalagi saat ini bisnis online banyak diminati oleh para pengusaha muda maupun pengusaha konvensional. Namun sering kita dengar untuk memulai bisnis online barang impor tidaklah gampang. Nah, Anda tidak perlu khawatir lagi karena artikel berikut ini akan membahas tips untuk memulai bisnis online dengan produk impor yang dapat menghasilkan keuntungan besar untuk bisnis Anda.

 

Tentukan Niche Barang Anda

Niche adalah salah satu hal yang harus dipersiapkan sebelum memulai bisnis agar nantinya bisnis Anda dapat berjalan dengan baik dan terus berkembang. Niche market atau lebih dikenal dengan niche adalah sebuah segmen dari target market yang lebih besar dan memiliki peminatnya sendiri. Terkadang pemilik bisnis masih ragu dengan apa yang sudah dijalankan karena tidak sesuai dengan target awal. Dengan menentukan niche, pebisnis akan mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Lalu, sebenarnya apa itu niche dan bagaimana cara menentukannya? 

Apabila Anda masih bingung mendefinisikan arti niche, niche adalah ‘bagian khusus’ yang spesifik dari sebuah target pasar yang lebih besar. Kita ambil contoh smartphone, yang saat ini populer adalah smartphone dengan sistem operasi Android dan iOS. Dari kedua contoh tersebut, bisa disimpulkan bahwa keduanya memiliki target dan segmentasinya masing-masing. Nah, sedangkan target yang lebih besar dari keduanya adalah smartphone, Android dan iOS adalah segmen turunan dari smartphone. Sampai sini sudah paham apa itu niche?

Namun, jika Anda membutuhkan contoh niche yang ingin Anda gunakan, Anda perlu mengetahui langkah-langkah untuk menentukan niche dengan tepat. Berikut adalah cara untuk menentukan niche yang tepat.

1. Menentukan Hal yang Disukai

Berbisnis memang membebaskan Anda untuk menjual apa saja, akan tetapi jauh lebih baik jika menjual produk atau layanan berdasarkan hobi atau hal yang Anda sukai. Jika memulai bisnis dari hal yang Anda sukai, menjalankan bisnis akan terasa lebih menyenangkan dan tidak akan mudah untuk menyerah. Tuliskan sebanyak 5 sampai 10 hal yang Anda sukai agar lebih mudah untuk memilih niche nantinya. Karena dengan menjalankan bisnis sesuai dengan apa yang Anda sukai adalah sesuatu yang sangat menguntungkan. Di satu sisi Anda merasa nyaman melakukannya, di lain sisi akan mendapatkan keuntungan dari sesuatu yang Anda sukai.

2. Riset Pasar dan Kompetitor

Di tahap ini, Anda perlu melakukan riset pasar apakah 5 atau 10 hal yang Anda sukai memiliki potensi untuk dijadikan bisnis. Tanpa melakukan riset pasar, Anda tidak akan dapat melihat potensi dan risiko yang didapatkan ketika menjalankan bisnis nantinya. Anda bisa mengikuti komunitas atau forum diskusi untuk memahami masalah yang sedang terjadi dan apa saja yang dibutuhkan oleh mereka untuk mengatasinya. Selanjutnya riset kompetitor untuk memahami kelebihan dan kekurangannya. Dan perhatikan juga apa yang sudah dimiliki oleh kompetitor, sehingga nantinya dapat membantu Anda untuk menciptakan inovasi baru pada bisnis Anda.

3. Menentukan Unique Selling Point

Unique Selling Point (USP) adalah keunikan atau ciri khas yang menjadi identitas pembeda bisnis Anda dengan kompetitor. USP adalah inovasi yang harus Anda ciptakan agar calon customer rela untuk memilih produk atau layanan Anda dibanding milik kompetitor. Setelah Anda menentukan niche apa yang paling tepat dari daftar hal yang Anda sukai, sekarang saatnya Anda menciptakan inovasi agar membuat bisnis Anda lebih unik. Manfaatkan juga hasil riset pasar dan kompetitor untuk mempermudah Anda dalam menciptakan inovasi yang unik.

 

Riset Produk Anda

Sebelum memulai bisnis impor, Anda harus memahami produk apa yang ingin dijual. Riset produk dapat dilakukan melalui survei dan mempelajari target audience untuk mengetahui kebutuhan atau hal yang diinginkan dari produkmu. Di lain sisi, riset produk juga memungkinkan idemu untuk memenuhi permintaan pasar. Jika dijabarkoran lebih lanjut, riset produk dilakukan untuk mencari tahu tiga hal berikut :

1. Potensi laku tidaknya produk atau layanan Anda di pasaran

2. Kompetitor bisnis serupa

3. Cara terbaik untuk mengembangkan produk dan layanan Anda

Dengan riset produk yang baik, Anda akan terhindar dari kerugian. Karena Anda lebih memahami  kebutuhan konsumen dengan menjual produk yang dibutuhkan serta lebih mengerti bagaimana Anda harus berinovasi agar konsumen tidak beralih ke produk kompetitor. 

Misalnya Anda ingin menjual perabotan rumah tangga. Anda bisa cek dulu, jenis perabotan apa yang laris dijual secara online. Dengan riset produk tersebut, Anda akan tahu apakah calon konsumen membutuhkan produk tersebut atau tidak. Lebih jauh lagi, Anda bisa mengetahui merk dan kisaran harga produk yang paling laku, sehingga nantinya bisa menentukan konten iklan seperti apa yang dapat menarik minat calon konsumen.

 

Riset Pasar Anda

 

Setelah memahami produk apa yang ingin dijual, Anda juga perlu menentukan target yang akan membeli produk Anda. Riset pasar memungkinkan brand untuk menemukan target market dan mendapatkan feedback tentang minat mereka terkait produk atau layanan yang Anda tawarkan. Riset pasar bisa dilakukan dengan beberapa metode seperti: wawancara, survei, pengujian produk, dan lainnya. Dengan melakukan riset pasar, Anda bisa memahami kebutuhan dan keinginan calon konsumen. Untuk melakukan riset pasar, berikut 5 langkah yang bisa Anda terapkan:

1. Merumuskan masalah

Hal pertama yang dilakukan adalah merumuskan masalah. Pada tahap ini, Anda harus menentukan masalah atau pertanyaan apa yang harus diketahui solusinya melalui riset ini. Hal ini dilakukan agar tujuan yang ingin dicapai bisa digambarkan dengan jelas serta memudahkah untuk tahap riset selanjutnya seperti: pertanyaan riset, metode riset yang sesuai, dan siapa respondennya.

2. Menentukan metode riset

Dari rumusan masalah yang telah dikumpulkan, Anda bisa menentukan metode riset yang digunakan. Misalnya ingin menggunakan metode kuesioner, makan Anda perlu membuat daftar pertanyaan, formulir, dan kriteria responden.

3. Menentukan sampel dan mengumpulkan data

Dalam melakukan riset, Anda perlu sampel yang bisa mencerminkan seakurat mungkin kelompok yang lebih besar (representatif). Ada dua cara untuk mendapatkan sampel representatif. Yang pertama adalah Probability Sampling yaitu pemilihan sampel yang dilakukan secara acak di mana setiap responden dinilai memiliki probabilitas yang sama untuk dipilih dan dimasukkan ke dalam sampel. Lalu yang kedua adalah Non-Probability Sampling yaitu pemilihan sampel yang respondennya dipilih menjadi sampel karena kebetulan yang sudah direncanakan.

4. Analisa hasilnya

Analisis data adalah proses mengolah data mentah agar menjadi informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan. Setelah data dari responden dikumpulkan, yang Anda lakukan selanjutnya adalah memahami, mengolah dan menerjemahkannya menjadi sebuah kesimpulan yang menjawab pertanyaan atau tujuan riset pasar.

5. Menyusun laporan hasil riset

Langkah terakhir adalah menyusun laporan hasil riset yang berisikan hasil, kesimpulan, dan rekomendasi penelitian. Laporan hasil riset ini nantinya bisa digunakan untuk mengambil keputusan penting yang berkaitan dengan bisnis.

 

Cari Supplier yang Reliable

Sebagai pengusaha yang menjual produk, tentunya kita harus memilih supplier yang bisa diandalkan dari segi pelayanan maupun kualitas produknya. Sebelum mulai untuk mencari supplier yang terpercaya, ada baiknya Anda pahami dulu kriteria supplier yang baik supaya lebih mudah bagi Anda untuk menyeleksi nantinya. Setidaknya ada 4 kriteria yang wajib ada pada supplier, yaitu: mau memberikan garansi/bertanggungjawab (jika salah kirim barang atau barang cacat, dan lain sebagainya); tidak menuliskan/menyelipkan nama dan nomor tokonya pada paket (karena seharusnya hanya ada nama dan toko Anda); fast respon; barang benar-benar dikirim.

Mencari supplier terpercaya memang susah-susah gampang. Namun, mencari supplier online di marketplace lebih mudah dibanding mencari di tempat lain seperti social media atau website. Berikut tips untuk mencari supplier di marketplace.

1. Lihat jumlah penjualan produk yang ingin kita jual di toko yang kita incar

Carilah produk di toko yang sudah banyak dibeli orang, karena kemungkinan toko tersebut sudah terpercaya dan mengirimkan barang dengan baik. 

2. Lihat penilaian dari pembeli

Selanjutnya yang tidak kalah penting dan harus diperhatikan adalah review dari pembeli. Jika tidak ada review sama sekali pada produk yang kamu incar, lebih aman untuk skip dulu dan cari di toko lain. Cari review yang berisikan foto dan komentar, jangan hanya bintang. Lihat juga apakah komentar daru pelanggan banyak yang positif atau negatif. Maksimal 5% review negatif dari semua review yang ada sudah cukup bagus.

3. Coba chat penjual

Setelah lolos tahap satu dan dua, selanjutnya coba chat pelapak dan tanyakan apakah bisa dropship. Perhatikan bagaimana respon pelapak dari sisi keramahan, durasi membalas, dan antusiasnya dalam membalas. Hal tersebut bisa menjadi pertimbangan jika suatu saat ada kendala (pertanyaan seputar produk, masalah pengiriman, dan lain-lain) bisa cepat ditangani oleh supplier. Tanyakan juga apakah ada harga khusus untuk dropshipper supaya Anda bisa mendapatkan harga yang lebih murah.

4. Coba kirim barangnya ke alamat Anda dengan sistem dropship

Kemudian setelah yakin bahwa calon supplier Anda cukup terpercaya, coba beli satu produk yang nantinya akan Anda jual. Order dengan mengisi kolom dropship (isi dengan nama dan nomor Anda) yang ada di marketplace. Ketika barang sudah sampai alamat Anda, cek paketnya. Jika barang yang dikirim sesuai pesanan, nomor dan nama pengirim paket benar, dan supplier tidak berbuat curang dengan menyelipkan nama dan kontaknya di dalam paket, berarti supplier tersebut bisa diajak bekerja sama.

Kalau Anda ingin menjadi reseller yang punya supplier di marketplace, Anda bisa cari toko yang memiliki harga grosir yang lumayan menguntungkan. Terkadang ada beberapa barang yang dijual lebih murah jika beli banyak sekaligus. Tapi sebelum langsung membeli dalam jumlah banyak, untuk menghindari barang yang datang tidak sesuai ekspetasi alangkah lebih baik membeli satu unit dulu barang yang ingin Anda jual. Lihat kualitasnya, jika memang bagus Anda bisa mulai memesan dalam jumlah yang lebih banyak.

Mencari supplier secara offline bisa jadi lebih mudah karena Anda bisa melihat secara langsung toko atau gudangnya, jadi sudah pasti bukan penipu. Tetapi ada hal yang harus Anda perhatikan yaitu durasi membalas chat dan kecurangan supplier dalam pengiriman paket (bagi  )

 

Pelajari Regulasi Barang yang Dijual

Sebelum memulai impor barang, Anda juga harus mengetahui regulasi barang yang akan Anda jual. Regulasi tersebut dibuat dengan tujuan melindungi para importir. Jika Anda berbelanja barang dari luar negeri melalui platform e-commerce, maka Anda juga harus memperhitungkan beberapa hal seperti berikut ini :

  • Proses pengiriman

  • Penghitungan bea masuk

  • Pajak impor

  • Cara pembayaran

  • Cara menghitung besaran bea masuk dan pajak impor

Pada dasarnya, tujuan utama diberlakukan bea masuk adalah untuk mencegah kerugian industri dalam negeri yang juga melakukan produksi barang serupa dengan barang impor tersebut. Selain itu, bea masuk dan pajak impor diterapkan supaya kegiatan ekonomi bisa berjalan lancar dan menjaga stabilitas perekonimian. Anda juga perlu memperhatikan kebijakan impor dalam perdagangan internasional seperti berikut.

1. Kuota

Yang dimaksud kuota dalam konteks impor adalah jumal sebuah barang yang bisa diimpor dalam satu periode tertentu. Kuota impor ini sudah diprediksi sebelumnya, sehingga tidak akan menggangu industri dalam negeri. Meskipun demikian, jika suatu negara memberlakukan perdagangan bebas, maka kebijakan kuota tidak berlaku karena akan menghambat proses perdagangan internasionalnya.

2. Tarif

Kebijakan tarif adalah penerapan tarif yang tinggi untuk barang impor tertentu. Kebijakan ini diharapkan bisa membantu barang produksi dalam negeri meningkatkan daya saingnya di pasaran. Sehingga konsumen tidak hanya membeli barang impor saja. Ada perbedaan penerapan tarif antara negara yang menerapkan sistem perdagangan bebas dan sistem perdagangan proteksi. Negara yang memberlakukan perdagangan bebas akan mengenakan tarif rendah atas barang-barang impor. Sedangkan negara yang menerapkan sistem perdagangan proteksi akan mengenakan tarif tinggi untuk barang impor.

3. Subsidi

Salah satu faktor yang menyebabkan barang impor lebih murah dibanding barang lokal adalah subsidi. Kebijakan subsidi ini bertujuan untuk menekan harga barang produksi lokal. Hal tersebut tidak lain untuk mengontrol harga barang dalam negeri agar bisa bersaing dengan produk impor.

4. Larangan Impor

Kebijakan larangan impor diberlakukan jika suatu negara diharuskan menghemat devisanya. Selain itu, barang-barang yang dianggap berbahaya juga akan dikenakan kebijakan larangan impor. Jadi Anda juga perlu mencari informasi lebih tentang produk yang ingin diimpor.

 

Kerjasama dengan Perusahaan Procurement / Forwarder yang Tepat

Bagi pebisnis yang masih belum memiliki izin impor, Anda bisa menggunakan jasa forwarder sebagai perantara. Pilihan penyedia jasa untuk hal tersebut jelas banyak, tetapi Anda harus menentukan pilihan yang tepat agar tidak merugi. Untuk memilih perusahaan forwarder yang terpercaya, Anda perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut.

1. Perusahaan Forwarder Memiliki Informasi yang Jelas

Anda harus memastikan perusahaan memiliki informasi yang jelas seperti kontak, lokasi kantor dan juga legalitas perusahaan. Banyak perusahaan forwarder terlihat besar dan menjanjikan dari tampilan website-nya, namun ketika mengunjungi kantornya secara langsung ternyata hanya perusahaan dengan skala kecil. Hal ini harus dicek secara teliti agar Anda memiliki partner jasa forwarder yang terpercaya.

2. Pihak Forwarder Harus Memiliki Garansi

Hal yang tak kalah penting adalah garansi, pemesanan barang impor dalam jumlah banyak tentu bernilai tinggi. Jika pihak forwarder melakukan kesalahan yang menyebabkan barang rusak atau bermasalah, Anda tentu harus mendapatkan ganti rugi. Besaran garansi yang diberikan tiap perusahaan tentu berbeda. Ada beberapa kondisi juga yang membedakan besaran garansi seperti barang tidak tiba tepat waktu, barang rusak, kondisi tidak baik ataupun tidak sesuai dengan pesanan. Karena itu Anda perlu cek setiap persyaratan dan nilai garansi pada setiap perusahaan sebelum memilih.

3. Track Record dan Informasi yang Berhubungan

Track record perusahaan juga bisa menjadi tolok ukur kualitas layanannya. Apakah perusahaan ini pernah memiliki kasus sebelumnya, adakah perkembangan atau penurunan kualitas pelayanannya beberapa tahun terakhir. Info seperti ini bisa dilihat jika memperhatikan track record perusahaan.

4. Memiliki Transparansi Soal Status Pengiriman

Informasi seputar pengiriman barang tentu penting untuk memprediksi kedatangan barang dan juga status barang itu sendiri. Pihak pengirim dan forwarder bisa jadi dua entitas yang berbeda. Tapi pastikan paling tidak pihak forwarder mudah dihubungi dan menyampaikan informasi tentang pengiriman barang. Banyak forwarder yang hanya memberi tahu barang sedang dalam perjalanan tanpa memberikan informasi lebih lanjut seputar kondisi dan lokasi barang. Carilah forwarder yang mampu bekerja sama soal update status pengiriman.

5. Layanan Sesuai Kebutuhan Anda

Setiap forwarder memiliki layanannya masing-masing, untuk itu Anda harus jeli dalam memilih mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Ambil contoh perusahaan forwarder yang ahli dalam mengurusi impor untuk bahan mentah yang mudah busuk. Anda perlu mempertimbangkan track record forwarder dalam menangani barang impor mudah busuk dibanding forwarder yang ahli dalam impor barang elektronik. Perhatikan dan cari tahu info tentang layanan khusus ini sebelum memilih jasa forwarder Anda.

 

Buat Toko Online Anda Lewat Website atau Marketplace

 

Jika Anda berencana untuk menjual produk secara online, ada dua pilihan yaitu lewat Website atau Marketplace. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Website digunakan untuk mengenalkan brand dan menjual produk secara online. Toko online melalui website cocok untuk semua jenis bisns baik berupa barang atau jasa, maupun milik pribadi atau perusahaan. Berikut kelebihan dalam membuat toko online lewat website.

1. Anda memegang kendali penuh

Dengan memiliki toko online sendiri berupa website, Anda bisa menentukan tampilan website, tone warna website, tata letak barang yang Anda jual, dan sebagainya. Anda juga bisa memberikan promosi maupun edukasi untuk para pengunjung website.

2. Mengelola data konsumen

Dengan memiliki toko online sendiri, Anda bisa mengelola data konsumen mulai dari nama, nomor telepon, hingga kebiasaan yang sering mereka lakukan. Data konsumen tersebut dapat Anda gunakan untuk menyusun strategi bisnis untuk kedepannya. Misalnya menargetkan kembali konsumen yang pernah membeli produk atau konsumen yang memasukkan item ke dalam keranjang tapi belum checkout.

3. Meningkatkan brand awareness

Toko online juga menjadi salah satu media untuk meningkatkan brand awareness. Kebanyakan orang mengingat sebuah brand atau produk melalui website. Dalam hal ini yang bisa Anda lakukan seperti menargetkan kata kunci (keyword) yang sesuai dengan bisnis, membuat konten yang relate dan berkualitas, atau membuat blog website.

Setelah mengetahui kelebihan dari toko online atau website, berikut kekurangan dari toko online yang perlu Anda ketahui.

1. Membutuhkan modal yang besar

Dengan berjualan melalui website toko online sendiri, Anda membutuhkan modal yang cukup besar. Kebutuhan untuk berlangganan web hosting dan membeli domain. Apalagi jika Anda tidak membuat website-nya sendiri, Anda perlu membayar untuk jasa pembuatan website untuk membuat toko online.

2. Menciptakan sistem pemasaran sendiri

Ketika toko online sudah siap, selanjutnya Anda perlu menciptakan sistem pemasaran sendiri. Hal tersebut perlu dilakukan agar produk yang Anda jual lebih dikenal banyak orang. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, seperti optimalisasi mesin pencarian (SEO), search engine marketing, social media campaign (Facebook dan Instagram Ads), content marketing, dan juga email marketing.

Marketplace adalah sebuah website atau aplikasi online yang dikelola sebuah perusahaan (sebagai pihak ketiga) yang menjual produk atau jasa dari para pebisnis. Contohnya seperti Tokopedia, Shopee, atau Lazada. Platform marketplace mana yang bagus dan cocok untuk bisnis Anda? Sebelum mencari jawabannya, Anda perlu mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan berjualan melalui marketplace. Berikut kelebihan dari marketplace.

1. Tidak membutuhkan modal yang besar

Untuk berjualan di marketplace tidak perlu mengeluarkan modal yang besar, cukup membuat akun dan Anda bisa mulai berjualan di marketplace tersebut. Jika hanya penjual reguler, kamu tidak akan dibebankan biaya layanan alias gratis. Namun, jika Anda upgrade status keanggotaan menjadi premium dengan layanan tambahan yang bisa membantu meningkatkan penjualan produk.

2. Sistem marketing sudah tersedia

Di setiap marketplace sudah memiliki strategi marketing tersendiri. Mereka sudah memiliki cara untuk menarik banyak calon customer dengan membuat promo seperti free ongkir atau promo diskon 11.11 (harbolnas). Anda hanya perlu fokus pada kualias produk, ketersediaan jumlah dan unggah foto serta deskripsi yang jelas.

3. Memiliki potensi market yang besar dan luas

Dengan sistem yang mudah diakses, menyediakan promo menarik, serta tingkat keamanan transaksi yang baik membuat marketplace memiliki potensi market yang lebih besar dan lebih luas. Hal ini menjadi peluang Anda untuk mendapatkan lebih banyak konsumen melalui platform marketplace.

Itu dia untuk kelebihan dari marketplace, namun marketplace juga memiliki kekurangan di antaranya :

1. Persaingan yang tinggi

Pada marketplace tentunya banyak pebisnis yang menjual produk atau jasa yang sama dengan produk yang Anda jual, sehingga menyebabkan persaingan antar bisnis menjadi tinggi. Jika produk atau jasa Anda tidak memiliki Unique Selling Point, maka Anda harus siap menghadapi persaingan harga yang sengit. Kebanyakan memilih untuk menurunkan harga, tetapi hal tersebut akan berdampak buruk ke margin keuntungan bisnis Anda.

2. Brand awareness yang lemah

Brand awareness adalah kemampuan konsumen dalam mengenali atau mengingat sebuah brand, seperti nama produk, karakteristik produk, atau manfaat produk. Berjualan di marketplace, kebanyakan orang mengingat nama marketplace dibanding nama brand. Hal ini tentunya akan membuat brand sulit dikenal oleh konsumen jika tidak memiliki sesuatu yang unik dari produk Anda.

3. Tidak bisa mendapatkan data konsumen

Data konsumen adalah salah satu faktor yang dapat memengaruhi arah perkembangan bisnis Anda. Dengan data konsumen, Anda dapat menyusun strategi bisnis yang lebih baik untuk kedepannya. Misalnya dengan mengetahui kebiasaan konsumen, Anda bisa menawarkan produk yang mereka butuhkan, atau mengetahui nomor konsumen untuk menjalin hubungan lebih dekat dengan konsumen. Namun data konsumen yang bersifat personal di marketplace tentunya tidak diberikan kepada penjual.

 

Manfaatkan Media Sosial untuk Membangun Awareness

 

Brand Awareness sangat penting dalam sebuah bisnis karena mampu menciptakan kepercayaan terhadap klien, mendorong klien untuk loyal dengan produk atau jasa Anda, dan mempermudah Anda untuk mendapatkan klien potensial yang lebih banyak. Salah satu cara efektif untuk meningkatkan brand awareness adalah memanfaatkan media sosial. Pengguna media sosial terus meningkat setiap waktu yang membuat hal tersebut menjadi peluang yang harus dimanfaatkan untuk mendapatkan lebih banyak klien atau customer. Berikut beberapa strategi untuk meningkatkan brand awareness melalu sosial media.

1. Gunakan Platform Media Sosial yang Tepat

Saat ini banyak pilihan platform media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan Twitter. Untuk meningkatkan brand awareness, Anda tidak perlu menggunakan semua jenis platform sosial media karena hal tersebut tidak efektif dan akan mempersulit Anda untuk meningkatkan brand awareness. Cukup gunakan satu sosial media sebagai primary platform dan satu lagi sosial media sebagai secondary platform untuk mirroring content.

Jika target klien Anda memiliki usia yang relatif muda dan model bisnis Anda adalah B2C (Business to Customer), maka platform yang cocok digunakan adalah Instagram atau TikTok. Namun jika target klien Anda kalangan profesional atau sebuah perusahaan, memiliki usia yang lebih tua, dan model bisnis B2B (Business to Business), maka Facebook dan LinkedIn merupakan platform media sosial yang tepat.

2. Sesuaikan Konten dengan Platform Media Sosial yang Digunakan

Setelah menentukan platform sosial media yang akan digunakan, selanjutnya adalah membuat konten untuk meningkatkan brand awareness dari produk atau jasa Anda. Namun, yang perlu diingat adalah setiap platform media sosial memiliki jenis konten yang berbeda-beda. Jika Anda mengginakan platform Facebook, maka Anda bisa membuat konten berupa teks, gambar, atau video. Untuk instagram Anda bisa menggunakan konten gambar atau video. Lalu untuk untuk LinkedIn Anda bisa membuat konten berjenis teks dan gambar. Namun, jika Anda menggunakan platform TikTok maka hanya bisa membuat konten berupa video.

3. Manfaatkan Influencer Marketing

Influencer marketing merupakan salah satu strategi marketing melalui seorang influencer untuk mempromosikan sebuah produk atau jasa. Influencer bisa seorang artis, selebgram, maupun content creator. Influencer mampu meningkatkan brand awareness bisnis Anda karena mereka memiliki banyak followers di sosial media dan memiliki pengaruh kuat terhadap followers. Para influencer biasanya akan membuat konten-konten menarik untuk mendorong klien menggunakan produk atau jasa Anda.

4. Optimalkan Akun Media Sosial

Mengoptimalkan akun media sosial juga merupakan hal penting untuk meningkatkan brand awareness bisnis Anda. Profil akun sosial media yang lengkap dan unik akan membuat banyak orang mengenal bisnis Anda. Ada 3 hal yang bisa Anda optimalkan pada akun media sosial di antaranya, memasang logo bisnis sebagai profile picture, tuliskan deskripsi singkat mengenai bisnis serta layananmu pada bio, dan berikan kontak yang bisa dihubungi seperti nomor telepon atau nomor WhatsApp.

5. Adakan Giveaway

Giveaway adalah salah satu cara untuk menarik perhatian para calon klien. Hal yang perlu diperhatikan saat mengadakan giveaway adalah hadiah menarik dan timing yang tepat. Faktor yang membuat calon klien tertarik adalah hadiah yang diberikan, maka dari itu berikan hadiah yang worth untuk mereka dapatkan seperti free voucher potongan harga atau free merchandise. Untuk timing Anda bisa mengambil momentum seperti tanggal kembar hari belanja online nasional 12.12 (12 Desember).

 

Pelajari Cara Pemasaran lewat Marketplace Ads atau FB / IG Ads

Cara lain untuk meningkatkan penjualan produk atau jasa adalah dengan memasang iklan digital, bisa melalui Marketplace Ads atau Social Media Ads. Anda perlu belajar untuk memasarkan produk melalui iklan digital baik Marketplace Ads atau pun Social Media Ads. Masing – masing platform memiliki karakterisik dan cara optimalisasi yang berbeda. Berikut beberapa tips yang secara umum bisa Anda terapkan dalam berbagai macam platform.

1. Gunakan fitur secara optimal

Manfaatkan fitur yang tersedia pada setiap platform untuk meningkatkan engangement dari ads yang Anda jalankan. Misalkan pada Facebook Ads atau Instagram Ads bisa memanfaatkan fitur demographic dan interest dengan tepat untuk menyasar target potensial akan meningkatkan penjualan. Untuk Marketplace Ads bisa memanfaatkan fitur keyword untuk memaksimalkan engangement iklan Anda, penggunaan keyword yang tepat akan membuat potensi penjualan semakin meningkat.

2. Buat komunitas dengan hashtag

Penggunaan hashtag pada setiap postingan bisa memperluas jangkauan pelanggan. Gunakan hashtag yang mewakili produk atau jasa bisnis Anda. Misalnya AsiaCommerce yang merupakan perusahaan jasa ekspor dan impor menggunakan hashtag #AntiRibet untuk merepresentasikan jasa dan layanannya yaitu impor anti ribet dijamin aman. Semakin banyak customer yang klik atau melihat hashtag di postingan Anda, semakin besar pula kemungkinan memperoleh keuntungan. Oleh karena itu, gunakanlah hashtag yang benar-benar mewakili produk bukan hanya sebuah hashtag biasa yang dibuat sembarangan.

3. Interaksi dengan konsumen

Masih banyak pebisnis yang tidak menyadari jika menjalin interaksi dengan customer itu penting dilakukan. Sebagai contoh kita ambil sudut pandang dari customer ketika mereka bertanya mengenai produk dan penjual tidak meresponnya dengan baik. Hal tersebut bisa menjadi pandangan buruk terhadap brand atau penjual. Respon cepat dan ramah sangat dibutuhkan guna menjaga kedekatan emosional dengan customer untuk membangun brand awareness yang baik.

4. Menyesuaikan tren bisnis dengan followers

Membuat konten dengan mengikuti tren platform media sosial sebagai media marketing atau biasa dikenal dengan istilah “riding the wave” bisa menjadi cara untuk meningkatkan brand awareness. Misalnya pada platform TikTok ada beberapa pilihan tren yang bisa digunakan seperti trending hashtag, trending music atau sound, dan trending lainnya. Dengan mengikuti salah satu trending yang sedang viral, akan meningkatkan potensi jangkauan customer yang lebih luas. Namun yang perlu diperhatikan adalah sesuaikan tren yang diikut dengan image brand dan target market Anda agar mendapatkan hasil yang maksimal.

5. Konsistensi visual

Langkah terakhir adalah konsistensi visual dari konten. Hal ini dilakukan agar customer mengenali konten Anda dengan cepat dan mudah karena style-nya tidak pernah berubah, Contohnya di setiap konten yang diposting ada opening yang menarik, visual effect yang eye catching, atau bisa dengan music yang khas. 

 

Review Produk dan Restok Ulang Apabila Penjualan Bagus

Mengulas produk juga salah satu cara untuk meningkatkan brand awareness dan minat beli dari customer. Kebanyakan calon pembeli yang teliti akan melihat ulasan produk sebelum melakukan pembelian. Tujuan dari review produk adalah untuk memberikan informasi kepada calon customer lainnya serta memberikan persuasi secara sengaja maupun tidak sengaja. Berikut ini dasar – dasar dalam mengulas produk.

1. Menentukan gambar dan video produk

Hal yang wajib dalam sebuah ulasan produk adalah gambar atau video. Tergantung jenis produknya, Anda bisa mengambil gambar dari kemasannya atau memberikan ulasan berupa video saat menggunakan produk tersebut.

2. Menulis deskripsi produk

Jelaskan produk secara detail yang meliputi spesifikasi, fitur, proses pemesanan, packing, detail pengiriman, manfaat dan info tambahan yang mendukung. Customer membutuhkan keyakinan untuk membeli produk Anda, sehingga pastikan ulasan tersebut jujur dan sesuai dengan kondisi produknya.

3. Deskripsi konsumen yang cocok menggunakan produk

Sebuah produk tidak selalu cocok untung segala kalangan, Ada beberapa produk yang dikhususkan untuk target pasar tertentu. Baik dari jenis kelamin, usia dan status. Anda bisa memberikan ulasan siapa customer yang cocok untuk membeli atau menggunakan produk, sehingga customer lebih yakin untuk membelinya karena sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.

4. Bukti

Bukti bisa berupa testimoni pengalaman menggunakan produk. Testimoni bisa diambil dari ulasan pembeli yang telah menggunakan produknya. Dengan memberikan testimoni dari pengguna akan memberikan rasa aman kepada calon customer. Pastikan testimoni dibuat dengan benar apa adanya tanpa rekayasa.

5. Kekurangan produk

Anda juga perlu menuliskan kekurangan atau kelemahan dari produk yang dijual, karena review yang baik harus bersifat objektif. Jika kekurangan tidak disebutkan, dikhawatirkan calon customer akan berfikir apakah produk ini layak untuk dibeli. Tidak perlu khawatir menyebutkan kekurangannya, tidak ada produk yang 100% sempurna. Menyebutkan kekurangan akan membantu calon customer membuat keputusan yang tepat terhadap produk tersebut.

6. Call to action

CTA juga merupakan ajakan untuk calon customer untuk melakukan hal yang kita inginkan. Contohnya seperti “Beli sekarang, dapatkan potongan 50%”, hal tersebut akan memberikan dorongan pada calon customer untuk melakukan pembelian.

7. Keyword phrase

Hal yang lebih teknikal karena menyangkut SEO, keyword phrase adalah penggambaran kata kunci yang terdiri dari lebih dari satu kata. Misalnya Cara Memulai Bisnis Online dengan Produk Impor. Mesin pencari akan menemukan kata kunci tertentu dan memilih hasil yang paling relevan. Dengan kata lain, Anda harus menggunakan keyword phrase yang kemungkinan ditulis di mesin pencari.

Selain mengulas produk, hal yang perlu Anda perhatikan adalah melakukan restok barang yang laris terjual. Hal tersebut dilakukan untuk berjaga-jaga apabila penjualan meningkat secara signifikan. Menjaga stok barang tetap ada akan membantu penjualan untuk terus meningkat.

Nah itu dia 10 tips yang bisa kamu lakukan untuk memulai bisnis online dengan produk impor. Namun tenang saja, bagi kamu yang pengen bisnis impor tanpa ribet memikirkan kebijakan-kebijakan impor tersebut, kamu bisa memakai jasa dari AsiaCommerce. AsiaCommerce dapat mengimpor barang-barang pilihanmu, dan kamu hanya tinggal menerima barangnya saja karena semua proses impor akan diurus sepenuhnya oleh kami. Jika kamu tertarik, kamu bisa klik di sini atau klik gambar di bawah ini.