Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!

“Bagaimana cara melakukan ekspor?” Ini adalah pertanyaan yang seringkali ditanyakan oleh para pebisnis yang ingin mengembangkan bisnisnya hingga ke luar negeri. Namun, apakah ekspor dan apakah ada keuntungan lain selain profit bagi perusahaan? Bagaimana cara melakukan ekspor? Lalu bagaimana cara melakukan marketing atau pemasaran agar produk laku di luar negeri? Simak jawaban dari semua pertanyaan tersebut pada artikel ini.

1. Apa Itu Ekspor?

Merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2021, ekspor dinyatakan sebagai kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean. Apa yang dimaksud dengan daerah pabean? Daerah pabean adalah suatu daerah milik Republik Indonesia yang terdiri dari wilayah darat, perairan, dan udara, yang juga mencakup seluruh daerah tertentu yang berada di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Jadi, ekspor adalah kegiatan menjual barang (atau jasa) ke luar negeri. Lembaga atau orang yang melakukan kegiatan ekspor disebut sebagai eksportir.

Di Indonesia sendiri, ada 2 jenis ekspor, yaitu ekspor migas dan non-migas. Produk atau komoditas migas contohnya adalah minyak bumi dan gas. Sedangkan komoditas non-migas mencakup hasil pertanian dan perkebunan, produk-produk kehutanan, peternakan, kerajinan, barang industri, serta mineral hasil tambang.

2. Keuntungan Ekspor

a. Meningkatkan Jangkauan Pasar dan Skala Produksi

Ketika Anda melakukan ekspor, otomatis produk Anda tidak hanya terjual di dalam negeri, namun juga di luar negeri. Ini mengakibatkan peluang jangkauan pasar Anda dapat mencapai wilayah yang jauh lebih luas dari yang sebelumnya hanya satu daerah saja. Dengan menjadi Perusahaan Internasional, Anda akan kemudian terdorong untuk melakukan inovasi yang lebih baik lagi karena ketatnya persaingan pasar global. Inovasi ini dapat menciptakan segmen pasar baru dengan pelanggan yang lebih setia terhadap brand Anda.

Karena jangkauan pasar yang luas, maka akan ada lebih banyak permintaan atau demand konsumen terhadap produk Anda. Sehingga perusahaan Anda akan terdorong untuk melakukan lebih banyak produksi dan meningkatkan skala produksi perusahaan.

b. Meningkatkan Keuntungan/Profit Perusahaan

Apabila Anda telah berhasil mempertahankan penjualan dan memiliki basis pelanggan setia di pasar global, maka dapat dipastikan profit yang Anda dapatkan akan jauh lebih besar. Tentunya lebih besar daripada menjual untuk pasar dalam negeri, apalagi kalau produk yang Anda jual merupakan produk yang populer di kalangan pasar lokal. Anda juga akan terbantu dengan adanya perbedaan gaya hidup serta kurs di negara-negara tertentu. Contoh yang paling mudah adalah satu porsi bakso. Di Indonesia, kita bisa makan satu porsi bakso dengan harga maksimal Rp. 10.000. Namun di negara maju seperti Amerika Serikat (AS), satu porsi bakso minimal dijual dengan harga $10. Apabila diuangkan kembali menjadi rupiah, maka Anda akan mendapatkan uang diatas Rp. 140.000. Bisnis ekspor merupakan bisnis yang sangat menguntungkan.

c. Menambah Devisa Negara

Menurut www.simulasikredit.com, ekspor merupakan kegiatan perdagangan yang paling diandalkan untuk menambah devisa negara. Semakin banyak barang dalam negeri yang terjual dalam mata uang asing, maka semakin banyak pula devisa negara yang didapatkan oleh negara yang mengekspor. Pemerintah juga mengusahakan kekayaan alam Indonesia agar memiliki nilai ekspor yang tinggi. Jadi, kegiatan ekspor turut memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan perekonomian di Indonesia.

3. Cara-cara Melakukan Ekspor

Kegiatan ekspor dibagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut:

a. Ekspor langsung

Jenis ekspor ini dilakukan mandiri secara langsung oleh eksportir. Penjualan ke luar negeri dapat dilakukan oleh pihak distributor, perwakilan perusahaan, ataupun melalui Anda sendiri sebagai seorang eksportir. Kelebihan dari melakukan ekspor jenis ini adalah Anda dapat secara langsung mengontrol dan mengawasi proses distribusi produk. Namun, kekurangannya selain biaya transportasi yang sangat tinggi apabila mengekspor dalam jumlah kecil, ada banyak dokumen yang perlu dipersiapkan. Perusahaan yang ingin melakukan impor maupun ekspor harus berbadan PT. Anda perlu melakukan cek regulasi barang sendiri dan mengurus dokumen perizinan produk tersebut. Anda juga harus memastikan perusahaan Anda dapat menerima beberapa metode pembayaran seperti L/C. Proses yang cukup rumit ini tentunya juga harus diikuti dengan persiapan produk Anda dan pencarian buyer di luar negeri.

b. Ekspor tidak langsung

Ekspor tidak langsung merupakan cara menjual barang ke luar negeri melalui perantara atau pihak ketiga. Pihak ketiga yang tepat dapat membuat kegiatan ekspor menjadi sangat mudah, tidak serumit apabila melakukan impor secara mandiri. Beberapa perusahaan pihak ketiga biasanya hanya akan mengurus pengiriman barang atau pembayarannya saja.

Salah satu perusahaan pihak ketiga yang dapat membantu Anda secara keseluruhan dalam melakukan ekspor dengan mudah adalah AsiaCommerce. AsiaCommerce membuat Anda tidak perlu menyiapkan dokumen-dokumen yang rumit karena akan ada tim yang mengurusnya untuk Anda. Dokumen-dokumen yang dimaksud termasuk pengecekan regulasi serta urusan perizinan. Anda juga tidak perlu bingung dengan metode pembayaran karena pihak AsiaCommerce bahkan dapat membantu Anda melakukan negosiasi dengan client perihal pembayaran. Dengan mengekspor menggunakan jasa pihak ketiga AsiaCommerce, Anda hanya perlu mengurus ketesediaan dan kualitas produk, serta buyer di negara yang Anda incar. Apabila Anda melakukan ekspor secara perseorangan, sangat disarankan menggunakan jasa ini karena PT yang diwajibkan akan mengikuti PT dari AsiaCommerce.

4. Cara Marketing untuk Ekspor

Setelah mengetahui keuntungan dan jalur-jalur dalam melakukan ekspor, kegiatan ekspor tetap tidak dapat dilakukan apabila Anda belum memiliki pembeli. Lantas, bagaimana cara agar kita bisa mendapatkan pembeli di luar negeri? Simak langkah-langkah berikut untuk tips yang mudah mengenai cara memasarkan produk Anda ke luar negeri!

a. Pilih negara yang sesuai dengan produk

Tentu saja, langkah pertama dalam melakukan ekspor adalah Anda harus terlebih dahulu menentukan negara mana yang ingin Anda tuju. Dalam memilih negara yang menjadi target, sangat penting bagi Anda untuk melakukan riset mengenai budaya negara tersebut. Sangat disarankan memilih negara yang sudah Anda ketahui betul bagaimana perilaku penduduknya. Ini dikarenakan suatu negara pastinya memiliki budaya yang berbeda dengan budaya Indonesia. Tidak semua negara dapat menerima suatu produk. Contohnya, apabila produk Anda adalah jam tangan yang memiliki packaging bagus untuk hadiah, maka jangan melakukan ekspor ke China. Ini memiliki logika yang sama dengan mengekspor makanan non-halal ke negara dengan mayoritas penduduk Muslim seperti Saudi Arabia.

b. Riset pesaing di negara yang dituju

Setelah melakukan riset negara, langkah selanjutnya adalah melakukan riset pesaing di negara yang Anda tuju. Selain untuk melihat apakah produk Anda cocok untuk penduduk lokalnya, Anda juga akan mendapatkan informasi mengenai persaingan produk di negara tersebut (benchmarking). Dalam beberapa kasus, customer luar negeri kemungkinan lebih memilih produk dalam negeri mereka daripada produk impor Anda. Alasannya bermacam-macam mulai dari perbandingan harga atau karena cinta produk dalam negeri. Sehingga Anda perlu memastikan penduduk lokal tidak memiliki ketergantungan tersebut. Dengan memastikan jumlah persaingan di negara tersebut, Anda juga akan mengetahui apakah produk atau layanan Anda akan menguntungkan atau tidak.

c. Menyiapkan budget

Meskipun Anda telah meminta pembayaran di awal, biaya yang besar tetap dibutuhkan untuk menjalankan bisnis ekspor. Anda membutuhkan biaya modal untuk melakukan riset pasar. Biaya juga dibutuhkan untuk produk beserta pengembangannya, apalagi setelah Anda melakukan riset pasar dan menemukan bahwa perlu ada perbaikan pada produk. Perlu Anda mempersiapkan dana untuk melakukan pengiriman ke luar negeri, baik melalui kapal laut maupun melalui pesawat udara. Terakhir, apabila Anda ingin bisnis ekspor Anda menjadi besar, perlu disiapkan dana yang besar juga untuk melakukan kegiatan marketing/pemasaran. Apa saja kegiatan pemasaran untuk produk ekspor? Simak langkah-langkah selanjutnya.

d. Membuat website perusahaan

Langkah ini penting terutama apabila Anda belum berencana untuk membangun toko fisik di negara yang ingin Anda tuju. Dengan adanya website, calon pembeli yang menemukan produk Anda secara online akan menjadi lebih yakin dengan brand Anda. Website biasanya digunakan sebagai media untuk melakukan promosi serta berisi katalog lengkap produk-produk perusahaan. Website yang baik dan lengkap akan meningkatkan brand image Anda sehingga mudah dipercaya oleh customer online.

e. Ikut pameran internasional

Mengikuti pameran produk terutama pameran di negara yang menjadi tujuan Anda merupakan salah satu strategi yang akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap brand Anda. Selain itu, pameran produk internasional juga berpotensi mempertemukan Anda dengan distributor yang dapat memesan produk dalam jumlah banyak.

Setelah membaca artikel di atas dan menyadari betapa mudahnya memulai sebuah bisnis ekspor dengan bantuan pihak ketiga yang tepat, apakah Anda tertarik? Jangan khawatir! Mulai saja dulu dengan layanan Import-Export anti ribet bersama AsiaCommerce dan nikmati kemudahan berbisnis hingga ke luar negeri. Klik disini atau pada gambar di bawah ini untuk mendaftar sekarang juga!