Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!

Impor skala global dapat memberikan manfaat yang berguna tidak hanya bagi negara pengimpor tapi bagi mereka yang bekerja sebagai distributor hingga pengecer sekalipun. Namun, menjadi importir adalah salah satu dari sekian pekerjaan yang memiliki resiko dan tantangannya sendiri untuk diatasi. Kenapa begitu? Menjadi seorang produsen impor, kita tidak hanya berfokus pada barang-barang yang menguntungkan. Dibalik itu, masih ada prosedur yang harus dipenuhi dan diawasi oleh hukum secara ketat. Belum lagi menentukan berbagai wilayah yang dilandasi oleh aturan dan regulasi lokal.

Baca juga: Ekspor dan Impor 101: Regulasi Eksportir dan Importir

Menurut data yang dikeluarkan oleh The Observatory of Economic Complexity (OEC) pada 2019, Indonesia tercatat menduduki urutan ke-16 dalam perekonomian dunia berdasar GDP. Diikuti urutan ke-30 dalam kegiatan ekspor dan urutan ke-30 dalam kegiatan impor. Artinya, Indonesia memiliki background yang kuat di bidang ekonomi, dalam upaya ekspor dan impor. Impor sendiri saat ini sudah tak dianggap sebelah mata dengan tujuan tertentu. Seperti urusan dalam persaingan pasar, bagaimana impor membantu inovasi dan kreativitas pengembangan produk, dan lain sebagainya.

Pada kesempatan kali ini, AsiaCommerce ingin memberitahu Ascomers, nih, terkait negara tujuan impor yang merupakan salah satu tantangan menjadi importir. Pasalnya, menemukan supplier yang tepat menentukan kualitas produk yang terjamin. Dengan begitu, bisnis impor Anda bisa sukses dan berhasil. Berikut negara-negara impor “langganan”-nya Indonesia yang bisa jadi referensi bisnis impor Anda.

  1. China

Hmmm, mungkin sudah gak kaget ya kenapa posisi pertama diisi oleh negara China. Ya, hal ini dikarenakan selain dikenal sebagai negara yang menjual produk dengan harga murah, pemerintah disana pun mendukung para pebisnisnya. Di tahun 2019, China tercatat telah mengekspor sebesar 45 miliar dollar AS ke Indonesia.

Baca juga: Kok Bisa Produk Impor China Lebih Murah?

Produk-produk utama yang sering Indonesia impor antara lain Alat Elektronik (1,81 miliar dollar AS), Peralatan Penyiaran (1,65 miliar dollar AS), dan Komputer (1,36 miliar dollar AS). Selama 24 tahun terakhir, data pun mencatat sebesar 15,1% dari 1,55 miliar dollar AS pada tahun 1995 menjadi 45 miliar dollar AS pada tahun 2019 lalu.

2. Singapura

Ya, negara tetangga kita, Singapura. Singapura merupakan negara pengimpor terbanyak setelah China untuk Indonesia. Sebagai salah satu negara maju, Singapura memang mengandalkan kondisi industri mereka sebagai sumber kegiatan ekonomi. Singapura juga merupakan negara yang terletak di dalam jalur perdagangan dunia dan lalu lintas laut.

Pada tahun 2019, Singapura tercatat telah mengekspor ke Indonesia sebesar 19,8 miliar dollar AS dengan rincian barang seperti Minyak Mentah (7,52 miliar dollar AS), Emas (496 juta dollar AS), dan Sirkuit Terpadu (473 juta dollar AS).

3. Jepang

Jepang merupakan negara ketiga sebagai pengimpor paling banyak untuk Indonesia. Negara matahari terbit memang dikenal sebagai negara dengan inovasi teknologinya yang mutakhir di seluruh dunia. Maka tidak heran jika Indonesia butuh untuk terus mengembangkan inovasi dalam negeri agar bisa sejajar dengan negara-negara maju lainnya.

Tahun 2019, Indonesia tercatat sudah impor barang-barangnya Jepang dengan total 13,9 miliar dollar AS. Barang-barangnya antara lain seperti Suku Cadang Kendaraan (1,62 miliar AS), Mobil (385 juta dollar AS), dan Besi Gulung Panas (354 juta dollar AS) adalah barang-barang dengan permintaan paling tinggi oleh Indonesia.

4. Thailand

Thailand merupakan negara yang dikenal sebagai “lumbung padi”-nya Asia Tenggara. Sempat pula polemik beredar bahwa Thailand masih menjadi bagian besar dalam kegiatan impor beras untuk Indonesia dengan kenyataan bahwa Indonesia adalah negara agraris. Namun, siapa sangka bahwa ternyata, barang impor tertinggi yang tercatat bukanlah beras, lho.

Produk yang diimpor dengan jumlah tinggi antara lain Gula Mentah (1,03 miliar dollar AS), Suku Cadang Kendaraan (699 juta dollar AS) dan Mobil (323 juta dollar AS). Data ini merujuk pada tahun 2019 oleh OEC, Thailand dengan total 8,75 milliar dollar AS telah mengekspor produk-produknya ke Indonesia.

5. Amerika Serikat

Negara adidaya dunia, Amerika Serikat, juga menjadi salah satu negara pendukung impor untuk Indonesia. Sebagai salah satu negara yang berpengaruh, Amerika Serikat tentunya memiliki tingkat produktivitas yang tinggi dalam memproduksi barang atau jasa.

Produk utama seperti Kedelai (890 juta dollar AS), Gas Petroleum (828 juta dollar AS) dan Kapas Mentah (422 juta dollar AS) menjadi produk dengan permintaan tertinggi oleh Indonesia. Tidak hanya produk, Amerika Serikat juga telah mengekspor jasa untuk Indonesia senilai 1,07 miliar dalam sisi Travel, Royalti dan biaya lisensi dan juga Transportasi.

Berikut adalah negara-negara yang Indonesia sering tuju sebagai negara untuk melakukan impor. Dalam penerapannya, impor memang perlu mengikuti berbagai hukum yang berlaku karena di setiap negaranya memiliki peraturan yang perlu dihargai. Selain itu, kita perlu memahami seandainya negara-negara tersebut memang ditujukan demi kebutuhan ekonomi dalam negeri.

Baca juga: Menjadi Importir Sukses dengan 5 Strategi Mudah!

Solusi Bisnis dengan Jasa Ekspor-Impor AsiaCommerce

Dalam menunjang proses impor, tenang saja, AsiaCommerce bisa jadi solusi #ImporTanpaRibet! Kami menyediakan pengadaan barang dan juga pengiriman barang lintas berbagai negara, lho! Kami sendiri adalah perusahaan yang bertujuan untuk membantu UMKM Indonesia dalam melakukan sourcing, impor-ekspor, distribusi dan fullfilment barang dan jasa. Salah satunya, AsiaCommerce akan mengatur segala proses impor. Dari mulai pemilihan supplier, rekomendasi produk trending, melakukan distribusi marketing, logistik, dan sebagainya. Dengan begitu Anda dapat dengan fokus menganalisa market dan melakukan sales, tanpa perlu bingung segala proses impor dan distribusi barang. Yuk, segera bergabung bersama AsiaCommerce dengan klik disini atau banner poster di bawah ini, ya!