Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!

Jika mendengar kata impor, tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kegiatan impor merupakan hal yang senantiasa dilakukan oleh setiap negara untuk memenuhi kebutuhan negaranya. Mulai dari impor alat elektronik, makanan, pakaian, dan lain-lain. Rasanya mustahil jika tidak memiliki atau mengonsumsi barang impor di kehidupan sehari-hari. Namun, pernahkah kamu berpikir kira-kira barang apa ya, yang paling banyak diimpor oleh Indonesia? Apa saja komoditas impor Indonesia yang terbesar? Semuanya akan kita ulas di artikel kali ini. Sebelumnya, akan dijelaskan terlebih dahulu apa itu komoditas impor.

Definisi Komoditas Impor

komoditas impor indonesia

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), komoditas berarti barang atau produk yang diperdagangkan. Sedangkan definisi impor adalah pemasukan barang  dari luar negeri. Dengan kedua definisi tersebut, dapat disimpulkan komoditas impor merupakan barang yang diperdagangkan dari luar negeri yang nantinya akan didatangkan ke dalam negeri dengan transaksi yang disepakati.

Komoditas impor hadir dalam berbagai bentuk dan bentuk. Misalnya bahan baku untuk produksi atau produk siap pakai.

Komoditas Impor Indonesia Terbesar

Indonesia mengimpor begitu banyak komoditas, mulai dari bahan baku, mineral, pangan, dan lain-lain. Berikut ini merupakan daftar komoditas impor terbesar Indonesia:

1. Alumunium

Salah satu komoditas impor Indonesia yang terbesar yaitu aluminium. Nilai impor komoditas aluminium ini mencapai 881,2 juta USD atau kurang lebih Rp 12,1 triliun.

Dengan nilai yg relatif terbilang sangat besar tersebut, jumlah aluminium yg berhasil diimpor yaitu sebanyak 311,11 juta kilogram. Impor aluminium ini paling banyak berasal dari China.

2. Buah-buahan

Buah-buahan juga termasuk salah satu produk impor Indonesia dan harganya cukup fantastis. Nilai dari buah-buahan yang diimpor bisa mencapai 741,3 juta USD atau sekitar Rp 10,2 triliun.

Dengan nilai tersebut, 397,7 juta kilogram buah bisa didapatkan dari impor. Impor buah ini juga berasal dari China.

3. Sayuran

Komoditas berbagai jenis sayuran yang diimpor dari China mencapai nilai 526,8 juta USD atau sekitar Rp 7,25 triliun. Dengan angka tersebut, sayuran yang diperoleh mencapai 603,8 juta kilogram.

4. Pupuk

Komoditas impor Indonesia terbesar lainnya adalah pupuk. Diimpor juga dari China, nilai impor pupuk dari negeri tirai bambu itu bisa mencapai 523,8 juta USD atau sekitar Rp 7,21 triliun. Jumlah pupuk yang dapat diperoleh dari nilai tersebut adalah 2,3 juta ton.

5. Pipa besi dan baja

Indonesia juga mengimpor komoditas pipa besi dan baja senilai 414,1 juta USD atau kurang lebih sebesar Rp 5,7 triliun, yang diperoleh dari China. Jumlah yg didapatkan untuk komoditas pipa besi dan baja berdasarkan nilai tadi yaitu sebanyak 280,4 ribu ton.

Selain itu, besi dan baja jua diimpor oleh Indonesia dari negara Iran yaitu sebanyak 16,4 juta USD atau kurang lebih Rp 226,3 miliar.

6. Tembaga

Tembaga juga diimpor paling banyak dari negara China yg bernilai mencapai 376,8 juta USD atau kurang lebih Rp 5,1 triliun. Dengan nilai tersebut, tembaga didatangkan dari negara China sejumlah 67,1 juta kilogram.

7. Minyak Bumi

Indonesia memang mempunyai kilang minyak yg terus berkembang secara jumlah dan kualitas. Namun, walaupun demikian, ternyata pemerintah Indonesia juga masih mengimpor minyak bumi.

Jumlah minyak bumi yg diimpor dari China yaitu sebesar 436,dua ribu ton. Dari jumlah tersebut, minyak bumi yg diimpor mencapai angka 286,7 juta USD atau kurang lebih Rp 3,9 triliun.

8. Tembakau

Indonesia mengimpor tembakau senilai 169,2 juta USD atau kurang lebih Rp 2,3 triliun. Tembakau yg diimpor dari negara China yaitu sebanyak 38,5 juta kilogram.

9. Bahan Bakar Mineral, Minyak Mineral, Zat Bitumen

Selain mengimpor komoditas dari China, Indonesia juga mengimpornya dari Iran. Impor terbesar Indonesia dari Iran adalah bahan bakar dan minyak mineral. Nilai komoditas tersebut yaitu senilai 364,6 juta USD atau Rp 5 triliun.

10. Garam dan Sulfur

Garam dan sulfur juga diimpor dari negara Iran sejumlah 22 juta USD atau kurang lebih sejumlah Rp 303,6 miliar.

11. Beras

Meskipun Indonesia merupakan negara agraris, namun pada kenyataannya Indonesia juga mengimpor beras dari berbagai negara untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Indonesia mengimpor beras dari sejumlah negara yaitu Vietnam, Thailand, Pakistan, India, Myanmar dan lain sebagainya. Nilai impor beras mencapai angka 156,33 juta USD. Banyaknya impor beras dari nilai tersebut yaitu 32,71 juta kilogram.

12. Jagung

Indonesia juga mengimpor jagung senilai 544,189 juta USD. Negara-negara yang menyediakan komoditas tersebut diantaranya yaitu India, Argentina, Brazil, Thailand dan Paraguay. Jumlah jagung yang diimpor mencapai 1,8 miliar kilogram.

13. Keledai

Nilai impor kedelai Indonesia yaitu sebesar 735,437 juta USD. Jumlah kedelai yang didapat dari nilai tersebut adalah 1,19 miliar kilogram.

Indonesia mengimpor jagung dari Amerika Serikat, Argentina, Malaysia, Paraguay, Kanada, dan negara lainnya.

14. Tepung Terigu

Indonesia mengimpor tepung terigu dari negara Sri Lanka, India, Turki, Ukraina, Jepang dan sebagainya. Impor tepung terigu Indonesia yaitu sebesar 45,29 juta USD dengan berat 104,21 juta kilogram.

15. Gula Pasir

Nilai impor gula pasir sebesar 31,11 juta USD. Jumlah gula yang diimpor sebanyak 52,45 juta kilogram.

Indonesia mengimpor gula pasir dari Thailand, Malaysia, Australia, Korea Selatan, Selandia Baru dan sebagainya.

16. Gula Tebu

Indonesia mengimpor gula tebu dari Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat dan Singapura. Impor gula Indonesia tersebut sebesar 121,14 juta USD dengan jumlah yang didapat sebesar 25,21 juta kilogram.

17. Daging Sejenis Lembu

Indonesia juga mengimpor daging sejenis lembu senilai US$ 121,14 juta. Jumlah daging sejenis lembu sebanyak 25,21 juta kilogram.

Adapun negara pengimpor daging sapi sejenis lembu ini berasal dari Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Singapura.

18. Daging Ayam

Indonesia juga mengimpor daging ayam selain daging sejenis lembu. Ayam impor yang didapatkan mencapai harga 30,26 ribu USD dengan berat 10,83 ribu kilogram. Indonesia mengimpor daging ayam dari Malaysia.

19. Susu

Komoditas impor yang terakhir, Indonesia mengimpor susu senilai 530,47 juta USD dengan jumlah 139,68 juta kilogram. Negara-negara yang mengirimkan susu ke Indonesia adalah Selandia Baru, Amerika Serikat, Australia, Belgia, Jerman dan negara lainnya.

Itu dia 19 macam komoditas impor terbesar Indonesia. Dapat kita ketahui bahwa nilai komoditas impor tersebut terbilang cukup fantastis dan beberapa komoditas impor kebanyakan berasal dari negara China. Dengan banyaknya komoditas yang diimpor, tentunya berbanding lurus dengan banyaknya permintaan di dalam negeri. Hal tersebut tentunya bisa menjadi peluang bagi kamu yang memiliki ide berbisnis impor untuk menjual barang dengan permintaan yang tinggi. Lantas, bagaimana memulai bisnis impor tersebut? Kamu bisa memakai jasa AsiaCommerce dalam mengimpor komoditas tersebut, hingga nantinya kamu bisa menjualnya kembali. Tentunya dengan prosedur yang mudah dan pastinya menguntungkan. Bergabunglah bersama kami dengan klik di sini atau klik gambar di bawah ini.