Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!

Apakah anda sudah siap menjalankan bisnis dengan gaya hidup kenormalan yang baru atau New Normal ? Istilah ini ramai diperbincangkan setelah negara-negara tetangga memilih untuk menerapkan aturan New Normal agar kehidupan sosial dan perekonomian bisa berjalan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun telah memutuskan untuk memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga akhir Juni 2020. Angka positif COVID-19 yang terus bertambah tentunya membuat kita harus semakin waspada.

Pemprov DKI Jakarta mengumumkan pada Juni 2020 ini akan menjadi masa transisi menuju fase New Normal. Sehingga sektor bisnis dapat memulihkan kehidupan dan perekonomian yang telah menurun akibat pandemi. Kantor, tempat ibadah dan pusat perbelanjaan telah dibuka kembali meski dengan kapasitas orang terbatas. Sedangkan untuk operasional pusat kebugaran dan bioskop masih ditunda. Begitu pula transportasi publik yang kembali dioperasikan dengan pembatasan kapasitas penumpang dan aturan-aturan tertentu.

Fase transisi New Normal ini dapat menjadi kesempatan emas untuk memulai proses pemulihan bisnis setelah beberapa pekan vakum. Teruntuk anda para pebisnis, sebaiknya mulai menyiapkan strategi guna mengoptimalkan operasional dan pendapatan. Penting untuk menargetkan tingkat pendapatan bisnis serta memangkas biaya agar bisa memulihkan profit yang hilang selama masa pandemi. Perlu diingat bahwa saat ini perilaku konsumen telah berubah seperti transaksi kebutuhan yang dilakukan secara online. Maka anda harus menyesuaikan hal tersebut, salah satu cara yaitu dengan menerapkan sistem transaksi online.

Kali ini kita akan mengulik strategi apa yang efektif bagi pebisnis jelang New Normal guna meningkatkan kualitas bisnisnya. Yuk, simak langkah apa saja yang dapat anda lakukan saat fase transisi New Normal ini !

  1. Riset Pemasaran

Pertama, anda dapat melakukan riset pemasaran terkait seluruh konsumen. Biasanya riset pemasaran melingkupi STP atau Segmenting, Targeting, dan Positioning. Dengan melakukan riset pemasaran, maka anda akan mengetahui strategi mana yang lebih cocok dan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Tak hanya itu, anda juga dapat melakukan analisis SWOT yakni mengidentifikasi apa saja strengths, weaknesses, opportunities, dan threats. Setelah itu, anda akan lebih mudah merumuskan strategi dengan memaksimalkan kekuatan dan peluang serta meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman terhadap bisnis anda.

Source : sisinternational.com

Selain itu, riset pemasaran ini dapat berfungsi sebagai evaluasi yang mengukur brand positioning anda dengan brand pesaing. Maka, anda akan mengetahui strategi mana yang paling efektif meningkatkan target penjualan bisnis anda. Terlepas dari itu, riset pemasaran juga berguna untuk memahami kebutuhan dan pangsa pasar anda yang sesuai. Apalagi di era New Normal ini, anda dapat melakukan pengenalan perilaku dan karakteristik konsumen melalui rekam jejak pencatatan pembelian dari kurun waktu ke waktu.

  1. Perluas Wilayah Penjualan di E-Commerce
Source : Laduni.id

Berikutnya, strategi yang dapat dilakukan adalah melebarkan sayap bisnis anda untuk wilayah penjualan di berbagai e-commerce yang ada. Hal ini terkait era New Normal yang telah membuat aspek kehidupan beralih menjadi online. Apalagi penerapan PSBB membuat kita tidak dapat banyak beraktivitas di luar rumah sehingga satu-satunya pilihan yang tersisa adalah mencari produk melalui berbagai e-commerce seperti Shopee, Lazada, Bukalapak, Tokopedia, Blibli.com dan lain sebagainya.

Dengan memperbanyak saluran di ranah e-commerce maka bisnis anda bisa mempertahankan tren konversi penjualan agar tetap berjalan saat New Normal. Bahkan biasanya, seperti yang kita ketahui di e-commerce pada umumnya selalu menggelar beragam program promosi atau diskon tertentu yang memberikan insentif kepada konsumen. Anda dapat mengoptimalkan perfoma kanal-kanal e-commerce untuk memaksimalkan penjualan.

  1. Optimalisasi Digital Marketing
Source : clicknclear.net

Dalam menjalankan bisnis di era New Normal, anda dapat memenuhi kebutuhan konsumen melalui pemanfaatan digital marketing. Anda dapat memaksimalkan strategi pemasaran melalui media online atau sosial. Misalnya melalui pembuatan konten kreatif di media sosial bisnis anda seperti instagram, website dan platform lainnya. Konten yang dibuat hendaklah memuat nilai informatif, membuat penasaran serta menarik minat baca konsumen.

Selain itu, digital marketing juga dapat membangun loyalitas konsumen terhadap bisnis anda sehingga dapat mendorong penjualan. Hal ini terwujud apabila anda menyajikan konten secara rutin dan berpotensi viral. Salah satu teknik yang dapat diterapkan yakni soft selling melalui story telling. Anda dapat menciptakan suatu konten dengan cerita di dalamnya, walaupun tujuan akhir tetap “berjualan”. Alternatif digital marketing lain yang dapat anda gunakan adalah penggunaan brand ambassador atau bekerja sama dengan influencer untuk membantu proses promosi.

  1. Penerapan Protokol Kesehatan
Source : Indonesiabaik.id

Tak kalah pentingnya, setiap sektor bisnis baik di kantor perusahaan maupun pabrik produksi perlu menerapkan protokol kesehatan serta keamanan di lingkungan kerja. Misalnya seperti menyiapkan infrastruktur pendukung bagi karyawan maupun konsumen atau klien yang akan mengunjungi lokasi bisnis anda, dengan menyediakan perlengkapan alat pelindung diri (APD), mengecek suhu tubuh sebelum memasuki kantor, mewajibkan penggunaan masker serta menyediakan hand sanitizer atau tempat mencuci tangan.

Penerapan aturan New Normal lebih lengkapnya dapat diakses melalui situs resmi pemerintah yakni covid19.go.id. Anda perlu mempersiapkan fasilitas kesehatan dan keamanan di masa New Normal sehingga seluruh kegiatan operasional bisnis anda dapat berjalan dengan lancar. Para konsumen atau klien anda pun dapat mempercayai dan mendapatkan pelayanan yang terbaik.

Anda dapat melakukan langkah strategi di atas secara bertahap. Untuk bisnis yang masih baru, bersaing secara online mungkin menjadi tantangan. Di saat situasi serba sulit ini, anda harus bersikap jeli dalam mengambil keputusan. Maka sangat diperlukan perencanaan strategi mulai dari hal teknis, operasional hingga anggaran yang benar-benar matang. Dengan demikian, anda dapat mencapai target ataupun goals yang telah ditetapkan.

Apabila anda masih bingung dengan strategi bisnis di masa transisi ini atau merasa kesulitan, anda tidak perlu khawatir. Dengan kerja sama tim yang profesional, anda dapat mengkonsultasikan permasalahan yang sedang dihadapi kepada kami. Caranya, anda cukup mengisi form pada link ini dan tim kami akan segera menghubungi anda.