Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!

Seiring dengan perkembangan dunia bisnis yang cukup pesat, semakin ketat pula persaingan bisnis antara suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Banyak perusahaan-perusahaan baru yang berinovasi dan menawarkan jasa untuk mengakomodasi persaingan bisnis antar perusahaan. Salah satunya adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa logistik. Maka dari itu biaya logistik menjadi salah satu fokus yang harus dihadapi pelaku yang membutuhkan jasa logistik.

Jasa logistik kini memegang peranan penting dalam perkembangan suatu perusahaan, bahkan logistik memegang peranan penting dalam perekonomian dunia. Maka dari itu sangatlah penting untuk mengetahui istilah-istilah yang digunakan dalam dunia logistik.  

Mengenal Logistik 

Logistik sendiri ialah suatu aktifitas atau seni mulai dari perencanaan, penyimpananan penyaluran, pemeliharaan sampai pengawasan perpindahan barang, jasa, energi atau sumber daya ke suatu wilayah tertentu. 

Beberapa ahli juga ada yang mengatakan bahwa pengertian logistik adalah suatu rangkaian upaya yang mencakup efektivitas perencanaan, implementasi, sampai pengawasan atas suatu proses perpindahan produk barang atau jasa, energi, atau sumber daya lain, dari mulai titik awal hingga titik pengguna. 

Tujuan dan Manfaat Logistik 

Seluruh aktivitas logistik dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu, yaitu demi tersedianya suatu produk barang yang tepat waktu dan hingga di lokasi yang tepat. Sehingga, ada beberapa serangkaian kegiatan logistik yang harus dilakukan perusahaan, yaitu pengadaan barang, kegiatan produksi, dan distribusi. 

Dalam prosesnya, aktivitas logistik mempunyai standar performa tertentu yang harus diraih. Adapun tingkatan kinerja yang harus diraih dalam kegiatan logistik adalah lahirnya keseimbangan antara kualitas pelayanan yang diinginkan oleh pelanggan dengan seluruh biaya yang dikeluarkan demi menyentuh tujuan akhir perusahaan. 

Baca Juga : Cara Impor Barang Dari China Untuk Pemula

Berdasarkan penjelasan bowersox  setidaknya terdapat dua faktor utama dalam menentukan tingkat kinerja logistik. Pertama  faktor pelayanan, yaitu suatu tingkat pelayanan yang dihadirkan perusahaan pada konsumennya. Kedua faktor biaya, yaitu besarnya nominal biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menghadirkan pelayanan yang baik pada konsumennya. 

Istilah Dalam Logistik 

Perlu diketahui aktivitas logistik erat kaitannya dengan proses pengiriman barang. Kamu perlu tahu apa saja istilah dunia logistik yang sering dipakai. Apalagi jika kamu membutuhkan jasa logistik jangan sampai bingung ataupun tidak memahami istilah-istilah logistik, Dengan begitu, kalau ketemu istilah logistik kamu dapat lebih memahami dan tidak bingung lagi tentunya. Yuk, simak istilah dalam dunia logistik berikut! 

LCL (Less Then Container Load) 

Pada tipe pengiriman ini, customer atau pengirim barang yang kapasitas dan jumlahnya tidak memenuhi satu container sehingga diperlukan barang dari customer lain untuk memenuhi satu container tersebut untuk berangkat kedalam suatu tujuan. Untuk perhitungan harganya sendiri, tipe pengiriman LCL biasanya memiliki 2 metode pengukuran yaitu perhitungan dimensi (kubikasi) dan perhitungan berat barang (tonase) nantinya tarif yang dikeluarkan untuk pengiriman tersebut akan keluar setelah pengukuran barang dilakukan. 

Baca Juga :  Barang Impor dari China Ini Laku Keras di Indonesia

Kondisi yang tepat menggunakan LCL jika kamu memiliki barang dengan kubikasi atau dalam jumlah yang tidak terlalu besar, dan memiliki banyak sekali tujuan penerima di beberapa kota, maka tipe pengiriman LCL sangat tepat untuk kamu gunakan. 

Gross Weight 

Gross weight merupakan berat kotor yaitu berat barang termasuk dengan kemasannya. Secara konsep gross weight (berat kotor) berat total yang mencakup semua aspek untuk pengiriman dan transportasi. Berat yang dimaksud mencakup berat produk, berat packing, dan elemen lain yang dibutuhkan dalam pengiriman. 

Sebagai contoh ketika membeli sekarung beras biasanya akan tertulis berat bersih yang hanya menunjukkan berat dari beras-nya saja, tanpa menambahkan karung atau elemen lain. Artinya, ketika membahas berat kotor atau gross weight merupakan berat dari barang dan semua elemen yang ada pada barang tersebut. 

Perlu diketahui bahwa tiap moda transportasi yang dipakai untuk pengiriman memiliki unsur berat kotor yang berbeda. Pada transportasi udara misalnya, berat kotor dihitung sebagai berat aktual produk, berat kemasan, serta berat awak dan penumpang, bahan bakar, dan pesawat itu sendiri. Berbeda untuk transportasi laut, berat kotor hanya mencakup berat aktual produk dan berat kemasan. 

Baca Juga : 7 Strategi Bisnis Paling Efektif di Era Digital Saat Ini

Net Weight 

Net Weight atau berat berat bersih merupakan berat asli tanpa tambahan berat kotak, kemasan dan lainnya. Yang dimaksud berat sendiri yaitu berat produk termasuk dengan kemasan yang melekat padanya, bukan kotak packing untuk pengiriman. Seperti ketika kamu membeli barang elektronik, maka berat bersihnya adalah berat produk itu sendiri beserta kardus dari pabrikan. Karena barang elektronik maka ditambahkan kayu sebagai packing untuk menjaga keamanan produk. Akan tetapi kayu di sini tidak termasuk dari berat bersih. 

Volumetric Weight 

Volumetric Weight atau berat volumetrik adalah jumlah ruang yang ditempati oleh sebuah paket berdasarkan dimensinya, yang kemudian diubah menjadi berat ekivalennya. Sebagai contoh, sebuah paket mungkin memiliki berat 1kg pada timbangan, tetapi karena paket tersebut sangat besar dengan begitu banyak bubble wrap di dalamnya, ketika volumenya dihitung, ternyata setara dengan 10kg. 

Baca Juga : Apa Itu Barang Lartas Dan Bagaimana Cara Mengurusnya ?

Dalam perhitungan berat volumetrik, kepadatan paket diperhitungkan. Secara umum, item yang lebih ringan atau kurang padat menempati volume lebih banyak daripada berat sebenarnya. Berat volumetrik, juga dikenal sebagai berat dimensi, melibatkan perkiraan berat berdasarkan panjang, lebar, dan tinggi paket, yang digunakan untuk transportasi barang komersial, termasuk jasa kurir dan pos. 

CBM 

Cubic Meter (CBM) adalah alat ukur yang digunakan untuk menentukan berat suatu barang pada layanan kargo. Biasanya, penghitungan kubikasi ini digunakan pada jenis pengiriman Less Container Load (LCL).  Cubic Meter (CBM) merupakan teknik pengukuran jumlah total meter kubik dalam proses pengepakan barang atau kargo.  

Metode yang yang digunakan pada kegiatan pengemasan barang biasanya berbeda-beda, tergantung pada bentuk barang atau paket yang akan dikirim. Pengukuran jumlah besar kecilnya suatu barang dalam pengiriman biasanya dilakukan dengan cara penimbangan menggunakan satuan kilogram. Hal ini berlaku untuk barang yang dikirim melalui darat, laut, dan udara. 

Akan tetapi, apabila barang yang mau dikirim memiliki ukuran besar, namun bobotnya ringan, maka perhitungannya akan menggunakan metode CBM. Cubic Meter atau disebut juga meter kubik ini merupakan istilah internasional dengan simbol SI:m3. Cara penghitungan kubikasi ini bisa dikatakan sangat mudah dan sederhana. Namun, kamu harus menguasai rumus-rumus tertentu. 

Solusi Untuk Kemudahan Logistikmu

itulah penjelasan mengenai istilah dalam biaya logistik. Istilah dalam biaya logistik ini harus kamu pahami secara baik agar kamu mampu membuat sistem logistik yang baik untuk perusahaan atau bisnis mu. 

Selain manajemen dan biaya logistik, kamu juga harus mampu untuk melaukan riset dan memilah produk mana yang harus kamu jual dan jadikan bisnis serta mengurus perijinan lainnya tentunya. Nah untuk memudahkan kamudalam melakukan manajemen dan biaya logistik, riset produk dan perijinan lainnya, maka kamu bisa bergabung dengan AsiaCommerce. 

Dengan bergabung dengan AsiaCommerce, kamu tidak perlu bingung memikirkan dan menghitung biaya logistik seperti hal diatas, karena kamu akan di berikan berbagai layanan yang memudahkan bisnis dan usahamu. Tertarik? Kamu bisa klik disini untuk informasi lebih lanjut atau klik pada banner di bawah ini.