Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!

Ketika kita ingin menjual suatu produk, sangat penting untuk kita mengetahui siapa target consumer kita. Tentu kita tidak dapat langsung menjual barang tanpa melakukan market research dan analisa kompetitor. Mungkin produk kita memang bisa laku, tapi sulit untuk kita mendapatkan profit yang sustainable di jangka panjang.  Kali ini, teman-teman AsiaCommerce bisa belajar mengenai strategi marketing yaitu segmentation, targeting, dan positioning. Teknik ini dapat digunakan marketer untuk membagi pasar yang luas kedalam kategori-kategori kecil. Nantinya, hal ini berguna untuk kita dapat menentukan strategi untuk terhubung dengan prospetif buyer yang kita target.

Daripada penasaran, yuk simak strategi segmentation, targeting, dan positioning berikut untuk tahu lebih lanjut.

1. Segmentation

Segmentasi adalah cara yang digunakan untuk membagi pasar kedalam kategori customer yang berbeda. Tujuannya dari mengklasifikasikan prospektif customer ini adalah agar sebuah perusahaan dapat memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan dari segmen tersebut.

Dalam membagi customer kedalam segmen, ada dua cara yaitu segmentasi berdasarkan kebutuhan dari customer dan segmentasi berdasarkan karakteristik customer. Pada segmentasi berdasarkan kebutuhan customer, perusahaan atau brand dapat mengklasifikasikan customer sesuai dengan preferesi produk atau solusi yang dicari dari customer. Misalnya jika kalian menjual handphone, ada customer yang lebih mementingkan fitur dan ada customer yang lebih loyal terhadap suatu brand. Ketika brand tersebut belum terlalu dikenal pasaran, akan lebih cocok untuk menagetkan konsumen yang lebih mementingkan fitur jika memang produk tersebut memiliki keunggulan dalam fitur. Sedangkan, segmentasi berdasarkan karakteristik customer terjadi ketika perusahaan memperhatikan ciri-ciri yang terlihat dari prospektif buyer, seperti usia, gender, penghasilan, dan lokasi.

Melakukan segmentasi adalah hal penting yang perlu dilakukan perusahaan untuk mereka dapat menentukan strategi marketing yang efektif dan sesuai dengan permintaan pasar. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa ada resiko untuk kita menaksir terlalu tinggi perbedaan dari tiap segmen. Misal, ketika kita melakukan segmentasi berdasarkan usia dan kita mengasumsikan bahwa selera dari remaja dan dewasa berbeda. Bisa jadi pada hal-hal tertentu, perbedaan tersebut tidaklah signifikan. Hal ini berakibat bagi kita melakukan eksklusi target pasar dimana akan melewatkan kesempatan untuk melayani prospektif consumer.

Baca Juga: Porter’s 5 Forces untuk Analisa Persaingan Pasar

2. Targeting

Setelah kita mengklasifikasi customer kedalam beberapa kategori, hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menentukan segmen manakah yang akan menjadi target pasar kita. Contohnya, ketika kita telah melakukan grouping customer berasarkan usia, saat ini kita menentukan usia manakah yang cocok dengan produk yang kita tawarkan. Tidak berhenti disini. Kalian juga perlu memperhatikan aspek lain seperti siapa saja kompetitor dalam segmen tersebut, bagaimanakah peran customer loyalty terhadap brand dari kompetitor, dan sebagainya. Intinya, kita ingin menarget suatu segmen yang dapat memaksimalkan profit perusahaan kita.

Perlu kalian ketahui, kunci dalam melakukan target segmen adalah diferensiasi produk. Apakah yang membuat produk kita stand-out dibandingkan produk kompetitor? Untuk melakukan analisa tersebut, kalian dapat melihat kemampuan kpmpetitor dalam hal menciptakan atau mendesain produk (R&D), kapasitas produksi, marketing, finance, dan eksekusi. Apakah kalian memiliki kemampuan yang lebih baik dari kompetitor dalam hal-hal tersebut?

Melakukan analisa akan kemampuan perusahaan kita dan perusahaan lawan sangat penting ketika kita ingin menentukan target segmen karena hal ini akan berpengaruh terhadap kinerja usaha kita kedepannya. Tentu produk kita akan sulit berkembang ketika kita masuk kedalam pasar dimana produk dari kompetitor jauh lebih baik dalam hal kualitas dan harga. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa analisa diatas hanya membantu kita dalam membentuk strategi sebelum kita masuk kedalam industri dan tidak memprediksi reaksi dari pemain lawan terhadap strategi kita.

3. Positioning

Step selanjutnya setelah kita berhasilan menentukan target segmen adalah melakukan positioning: bagaimanakah kita ingin memposisikan produk kita di mata konsumen jika dibandingkan dengan produk kompetitor? Contohnya saja, dari sekian banyak brand ice-cream yang ada di supermarket. Bagaimana cara kamu mengetahui brand mana yang ingin kamu beli? Apakah pandangan kamu terhadap brand tersebut? Disini, marketer perlu mengidentifikasi unique selling point (USP) dari produk yang dijual sebagai titik diferensiasi produk yang ada di industri.

Untuk melakukan positioning produk yang baik, kita perlu menjawab beberapa pertanyaan berikut: siapakah target consumer kita? Apakah solusi untuk kebutuhan mereka yang bisa ditawarkan melalui produk ini? Mengapa produk ini merupakan yang terbaik untuk menjawab kebutuhan dari konsumen?

Perlu kalian ketahui bahwa positioning sangat dekat kaitannya dengan branding: bagaimana kita ingin produk kita dilihat oleh prospektif buyer? Ini menjadi dasar untuk kita dapat melakukan analisa dan menentukan strategi yang tepat dalam hal pricing, fitur produk, promosi, dan juga channel untuk kita terhubung dengan customer.

Nah, berikut penjelasan lengkap mengenai segmentation, positioning, dan targeting sebagai strategi marketing ketika kalian ingin menjual atau launching produk. Semoga artikel diatas berguna bagi kalian yang ingin mengembangkan bisnis dan usaha ya! Jika kamu tertarik untuk upgrade income mu dengan membuat bisnis online, boleh cek page AsiaCommerce disini. Kamu bisa join reseller network kami untuk terhubung dengan ratusan supplier kami baik di Indonesia dan luar negeri. Kami juga membantu UMKM Indonesia dalam melakukan sourcing, import-export, distribusi dan fullfilment barang dan jasa. Team kami akan selalu siap membantumu untuk mengembangkan usaha!