Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!

Sebagai seorang Entrepreneur atau pebisnis, Anda pasti sudah pernah berhubungan dengan bermacam-macam tipe customer. Pada strategi marketing yang masih tradisional, pemilik bisnis mengeluarkan seluruh budget pemasaran untuk strategi yang masih ditujukan untuk pasar secara umum. Seperti menyebar brosur ke rumah-rumah ataupun melakukan iklan di Radio, Koran, dan Televisi. Dulunya strategi ini berhasil untuk menggaet customer dengan memanfaatkan rasa penasaran, namun saat ini tidak lagi. Sebuah data pada tahun 2018 menyatakan bahwa masyarakat sudah jenuh dengan iklan yang intrusif dan mengganggu. Bukannya mengakibatkan konversi hingga mereka mau membeli, iklan yang berlebihan malah membuat brand image suatu perusahaan menjadi negatif.

Bagaimana mendeteksi apabila strategi marketing bisnis Anda masih ditujukan untuk pasar yang luas? Cara paling mudah adalah dengan melihat insights pada media-media marketing digital seperti Website atau Instagram dan Facebook. Apabila Anda mendapatkan banyak traffic namun konversi atau penjualan yang stagnan, maka bisa jadi Anda memiliki masalah ini. Strategi marketing yang modern mendorong adanya The Right Customer At The Right Time, atau customer yang tepat di waktu yang tepat pula. Riset Tipologi membuktikan bahwa ada beberapa tipe customer dalam marketing yang membutuhkan teknik yang berbeda-beda pula. Apa saja tipe-tipe customer tersebut? Mari kita jabarkan satu-persatu.

Tipe-Tipe Customer

1. Tipe Hanya Lihat-Lihat

Tipe Hanya Lihat-Lihat adalah tipe konsumen yang paling sering ditemui. Di e-commerce, mereka tidak sedang mencari barang tertentu. Mereka biasanya memiliki waktu luang dan melihat apakah bisnis Anda memiliki produk yang cukup menarik bagi mereka. Pada suatu waktu, mereka mungkin menunjukkan ketertarikan dan memberikan bookmark pada produk yang mereka suka, namun belum ada niat untuk membeli.

2. Tipe Hobi Belanja

Sama seperti Tipe Hanya Lihat-Lihat, Tipe Hobi Belanja biasanya tidak sedang mencari produk-produk tertentu. Namun, mereka tidak segan-segan untuk membeli produk yang mereka anggap menarik dan suka. Keputusan pembelian dibuat berdasarkan momen secara spontan. Selain itu, mereka juga suka mengecek bagian rekomendasi produk. Customer jenis ini biasanya memberikan pendapatan yang cukup signifikan bagi Seller.

3. Tipe Pemburu Diskon

Meskipun menghasilkan pendapatan yang sangat besar dalam satu waktu, sebaiknya Anda jangan terlalu mencari jenis customer ini. Tipe pemburu atau pencari diskonan hanya datang ke toko Anda untuk mencari diskon dan promo. Sehingga mereka dapat diprediksi tidak akan membeli produk Anda ketika harganya kembali normal. Tipe Pemburu Diskon biasanya tidak loyal ke sebuah Brand tertentu karena mereka akan membeli produk dengan Brand apapun yang saat itu sedang ada promo. 

4. Tipe Lagi Butuh

Seperti namanya, Tipe Lagi Butuh (Need-Based Customer) adalah jenis customer yang membeli berdasarkan kebutuhan spesifik. Biasanya customer jenis ini melakukan pembelian dengan cepat ketika menemukan apa yang mereka cari. Namun, tidak jarang juga mereka berpindah ke kompetitor dengan produk serupa yang mampu memberikan penawaran lebih baik seperti harga yang lebih murah. Tipe Lagi Butuh biasanya membeli untuk acara tertentu sehingga jarang sekali mereka jatuh ke Strategi Upselling.

5. Tipe Setia

Diantara para pemilik bisnis, customer setia biasanya merupakan jenis customer yang paling disukai. Pelanggan setia biasanya dijadikan sebagai landasan atau target pasar utama dari sebuah perusahaan. Secara statistik, biasanya Loyal Customer hanya mencakup sejumlah kecil dari keseluruhan customer, alias sangat langka. Namun, customer ini akan dengan senang hati merekomendasikan Brand Anda ke orang-orang yang mereka kenal dan memberikan review yang positif. 

6. Tipe Gaptek

Tipe Gaptek ( Gagap Teknologi) merupakan jenis customer yang masih banyak ditemukan di Indonesia. Customer jenis ini masih baru dengan teknologi sehingga seringkali kebingungan dalam menggunakannya. Jenis customer ini ditandai dengan tindakan malas membaca, menganggap Kurir sebagai Seller, serta mengakibatkan kebingungan karena tidak memahami konsep COD. Customer ini juga biasanya merupakan tipe yang tidak segan-segan melakukan komplain.

Cara Menarik Perhatian Mereka

Setelah membaca tipe-tipe customer di atas, Anda pasti sudah memahami bahwa mereka tidak bisa diperlakukan dengan sama. Customer-customer tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sehingga untuk menciptakan konversi, diperlukan teknik marketing yang cocok. Seperti apa tekniknya? Simak penjelasan berikut.

1. Untuk Tipe Hanya Lihat-Lihat

Seorang peneliti media sosial pernah menyatakan bahwa kita hanya memiliki waktu maksimal 2 detik untuk menarik perhatian orang dari iklan digital sebelum mereka melewatinya. Ini sangat berlaku bagi Tipe Hanya Lihat-Lihat yang hanya melihat-lihat produk Anda. Sebaiknya, Website atau Media Sosial yang mencakup Brand dibuat se-menarik mungkin untuk mengundang mereka. Ini dikarenakan meskipun mereka belum tentu membeli, namun traffic yang mereka hasilkan cukup banyak. Bisa lebih baik lagi apabila Anda berhasil untuk menarik perhatian mereka hingga terjadi konversi. Tidak perlu kecewa apabila mereka pergi, karena biasanya diperlukan lebih dari sekali melihat-lihat hingga mereka memutuskan untuk melakukan pembelian.

2. Untuk Tipe Hobi Belanja

Tipe Hobi Belanja merupakan jenis customer yang sangat mudah untuk jatuh ke strategi Upselling. Anda dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk mendapatkan penjualan lebih. Selain Upselling, strategi terbaik adalah dengan memberikan informasi berupa promo atau bundling kepada mereka dari waktu ke waktu. Karena biasanya mereka memutuskan pembelian dengan cepat, promo yang Time Sensitive memberikan dorongan yang besar sehingga mereka lebih fokus pada urgensinya. Contoh promo yang Time Sensitive: Beli 5 gratis 1, hari ini terakhir!\

3. Untuk Tipe Pemburu Diskon

Karena Tipe Pemburu Diskon hanya datang kepada Brand Anda apabila mereka tertarik dengan diskonnya, maka satu-satunya cara untuk menarik mereka adalah dengan memberikan diskon. Ini bukan berarti Anda harus memberikan diskon setiap waktu atau memberi harga miring kepada mereka. Anda harus menyadari bahwa diskon memberikan aliran segar pada cashflow perusahaan dan juga memperkenalkan Brand ke customer baru. Tidak dapat dipungkiri, baik Customer maupun Anda sebagai pembeli juga lebih menyukai promo daripada harus membayar produk dengan harga biasa.

4. Untuk Tipe Lagi Butuh

Karena customer jenis ini sangat straightforward, sebaiknya pengalaman belanja dibuat sesimpel mungkin. Tipe ini tidak perlu Upselling dan rekomendasi produk karena mereka sudah tahu apa yang ingin mereka beli. Desain website lebih baik dibuat sedemikian rupa agar mudah untuk melakukan pembelian, link e-commerce di akun media sosial Brand, dan lain-lain. 

5. Untuk Tipe Setia

Penting bagi Anda untuk menyadari keberadaan customer yang setia secepat mungkin dan memberikan mereka perlakuan khusus seperti keuntungan membership points, after-sales service, dll. Meskipun mereka setia, tidak pernah menutup kemungkinan mereka akan berpindah ke kompetitor yang mampu memberikan penawaran terbaik. Penting untuk tetap menjaga engagement dengan customer ini agar mereka merasa bernilai dan dibutuhkan oleh perusahaan Anda.

Setelah melihat artikel di atas dan mengerti cara menghadapi customer dengan baik, apakah Anda tertarik untuk mengembangkan bisnis lebih lagi dengan impor? Anda bingung mencari supplier impor dari Alibaba atau supplier lain di China? Jangan khawatir karena AsiaCommerce akan membantu Anda melakukan impor barang dari China. Kami menyediakan fasilitas Quality Control melalui Gudang Fulfillment kami di China. AsiaCommerce juga akan membantu Anda hingga sampai tahap negosiasi dengan supplier. Tunggu apa lagi? Bergabunglah dalam membership sekarang juga agar Anda mendapat produk berkualitas dari supplier yang tepat dan mendapat harga yang terbaik! Klik disini untuk mendaftar atau klik pada banner di bawah ini.