Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!

Produk ‘Made in China’ yang Paling Diburu Dunia

by | Dec 16, 2022 | Product Sourcing

Barang impor dari China sudah sering kita jumpai di pasar Indonesia. Saking banyaknya produk china, mungkin timbul pertanyaan “apa sih yang tidak bisa diproduksi di China?” misalnya.  Negeri Tirai Bambu ini terkenal dalam menciptakan inovasi dalam banyak hal, mulai dari sepatu, ponsel, pakaian, peralatan rumah tangga, komputer, mainan anak, hingga kapal laut. Selain menciptakan banyak inovasi untuk produk, negara dengan ekonomi terbesar ke 2 di dunia ini juga terkenal dengan produksi massalnya. Untuk beberapa kategori barang atau produk, China memang menjadi pemasok paling besar dan tak jarang menguasai pasar dunia. Oleh karena itu, tujuan ekspor negara ini sudah hampir ke seluruh penjuru dunia. Berikut 10 produk buatan china yang paling diburu dunia.

 

1. Kapal Laut

kapal laut

China yang merupakan salah satu negara produsen kapal laut, mempertahankan statusnya sebagai produsen kapal terkemuka pada paruh pertama tahun 2022. Dengan pangsa pasarnya yang menempati peringkat pertama pasar global dalam segi produksi, pesanan baru, dan holding order. Hasil produksi kapal China mencapai 18,5 tonase bobot mati (deadweight tonage atau dwt) pada periode Januari-Juni 2022. Menyumbang 45,2% dari total produksi dunia berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China. Untuk pesanan pembuatan kapal baru, indikator utama lain dari industri pembuatan kapal mencapai 22,46 dwt dalam enam bulan pertama 2022. Mencakup 50,8 persen dari pangsa pasar global. Hingga akhir Juni, holding order sektor pembuatan kapal China naik 18,6% secara tahunan (year to year) menjadi 102,74 juga dwt, dengan pangsa pasar global mencapai 47,8%.

2. Batu Bara

batu bara

Negeri China juga menjadi produsen batu bara terbesar dunia. Memproduksi 370,44 juta ton batu bara pada Agustus 2022 atau setara dengan 11,95 juta ton per hari. Jumlah tersebut naik dibandingkan dengan 10,81 juta ton per hari pada Agustus 2021 dan 12,02 juta ton per hari pada Juli 2021. Selama delapan bulan pertama tahun ini, China sudah menghasilkan 2,93 milliar ton batu bara, naik sebesar 11% dari tahun lalu. Sementara dari sisi pengembangan listrik, total pembangkit listrik China pada Agustus telah mencapai rekor tertinggi 824,8 miliar kilo Watt hour (kWh). Konsumsi batu bara yang diperkirakan akan turun karena suhu turun, sementara kebijakan pemerintah yang menerapkan kebijakan nol kasus covid sehingga ada pembatasan aktivitas ekonomi. Hal tersebut akan menahan permintaan dari sektor industri.

3. Daging Babi

daging babi

Daging babi merupakan salah satu yang banyak dikonsumsi masyarakat seluruh dunia, selain hewan unggas. Pada tahun 2021 lalu, jumlah produksi daging babi global tercatat lebih dari 100 juta metrik ton. China merupakan salah satu negara penghasil daging babi terbesar di dunia. Di tahun 2022, produksi daging babi global dipimpin oleh China yang menghasilkan lebih dari 50 juta metrik ton. Peternakan babi di China mengalami pertumbuhan ekonomi yang cepat. Permintaan daging babi semakin meningkat, maka dari itu China juga fokus mengembangkan peternakan yang modern. Hal  tersebut dilakukan demi memenuhi peningkatan permintaan daging babi secara lokal maupun global.

 

4. Smartphone

smartphone

Di tengah ramainya penjualan smartphone, ada strategi unik dari produsen China untuk memecah brand sesuai segmen pasar agar mendominasi pasar global, termasuk Indonesia. Keberadaan smartphone asal China memengaruhi tren produksi dan smartphone yang ada di Indonesia. Smartphone  dari China menawarkan spesifikasi lebih tinggi dengan harga terjangkau, memaksa brand global yang sudah ada harus bisa menyainginya, dengan produk yang harganya juga bersaing dan spesifikasi mumpuni. Namun, masih banyak area yang belum dikuasai dan kemungkinan secara global ekspansi smartphone China masih akan berlanjut. Seperti misalnya di pasar Eropa masih kalah bersaing dengan brand lain. 

 

Sebagai informasi, beberapa brand seperti Realme, OPPO, dan Vivo memiliki perusahaan induk yang sama, yaitu BBK Electronics Corporation. Sebuah perusahaan multinasional asal China. Strategi memecah beberapa brand ini terbukti berhasil, walaupun di sisi global market share OPPO belum jadi yang tertinggi. Namun jika semua market share brand BBK group digabungkan, brand milik BBK sudah menjadi brand global tertinggi. Itu menjadi strategi yang bagus untuk fokus pada kategori tertentu, untuk bersaing dengan brand lain, tanpa mempengaruhi brand utama. Misalnya OPPO sebagai brand utama dari BBK, memiliki standar dan kelas untuk bersaing dengan Samsung. Di sisi lain, BBK juga harus bertarung dengan produsen senegaranya misalnya Xiaomi. Xiaomi mengeluarkan seri Redmi untuk membuat produk dengan harga super murah.

 

5. Sepatu

sepatu

Dalam pasar industri sepatu, China menjadi negara eksportir terbesar di dunia. Berdasarkan data dari Comtrade pada tahun 2021, nilai ekspor sepatu dan alas kaki (HS 64) China ke seluruh dunia mencapai US$5,17 miliar. Sementara untuk nilai impornya hanya sebesar US$6,5 miliar. Selama periode 2002-2021, nilai ekspor alas kaki China ke dunia tumbuh 9,3% per tahun. Sedangkan nilai impornya tumbuh 18,1% setiap tahunnya. Ekspor tertinggi produk-produk alas kaki terbesar China pada tahun 2021 adalah alas kaki anti air. Dengan model sepatu yang menutupi pergelangan kaki tetapi tidak sampai mata kaki, sol luar dan bagian atas dari karet atau plastik yang tidak dirakit dengan jahitan, paku keling, sekrup, sumbat atau semacamnya. 

Baca juga : 8 Alasan Mengapa Jualan Produk Impor Bisa Cepat Cuan

6. Lampu Hemat Energi

lampu hemat energi

Lampu LED dianggap sebagai solusi hemat energi untuk penerangan karena tidak memerlukan daya sebesar lampu pijar biasa. Saat ini, produsen lampu berlomba-lomba untuk menawarkan lampu terbaik yang diklaim ramah lingkungan. China merupakan sala satu produsen lampu hemat energi yang sudah memasarkan produknya ke pasar internasional. Peningkatan teknologi yang cepat, telah menjadi kunci penyebaran LED yang cepat. Saat ini LED bisa menghemat data konsumsi listrik hingga lebih dari 85% dibandingkan dengan lampu pijar. Lalu  sekitar 40% dibandingkan dengan lampu CFL (neon). Selain itu, LED juga mengalami penurunan harga yang cepat dalam dua dekade terakhir. Hal tersebut dipengaruhi banyak faktor. Di antaranya biaya komponen lain yang turun, skala ekonomi dalam manufaktur, tekanan persaingan, dan dukungan kebijakan untuk penelitian dan pengembangan. Banyak negara di dunia mengimpor lampu LED dari negeri China. 

7. Panel Surya

panel surya

Selama dua dekade terakhir, kebijakan industri yang dipimpin China seperti miliaran subsidi dan keringan pajak untuk perusahaan yang terlibat dalam produksi panel surya. Hal tersebut memungkinkan China menjadi produsen solar panel terbesar di dunia. Biaya produksi panel surya di China tercatat 35% lebih rendah dibandingkan Eropa, 20% lebih rendah daripada di AS, dan 10% lebih rendah dibandingkan India. Di China, tahap utama produksi panel surya seperti penambangan dan peleburan polisilikon, bahan baku utama yang digunakan untuk membuat sel fotovoltaik (PV) untuk panel surya sendiri melampaui 80% industri. Angka ini akan tumbuh menjadi lebih dari 95% dalam tiga tahun ke depan, karena fasilitas manufaktur dan pemrosesan yang sedang dibangun mulai beroperasi.

8. Pendingin Ruangan

pendingin ruangan

China telah menjadi produsen pendingin ruangan atau AC terbesar di dunia sejak tahun 1991. Gree Electric Appliances, Inc. of Zhuhai adalah pelopor perkembangan teknologi AC di perindustrian pendingin udara dunia. Tidak mau kalah dengan kualias merek Jepang lainnya, Gree berinovasi dan menghasilkan produk berkualitas yang telah diakui secara global. Hal ini telah dibuktikan dengan banyaknya inovasi paten dunia yang sudah didapatkan Gree selama ini, yaitu sebanyak 79.900 paten teknologi dan 40.714 paten hak cipta. Gree memiliki total 14 pabrik yang tersebar d China, Brazil dan Pakistan. Gree juga telah mendapatkan kepercayaan konsumen atas kualitas produknya dengan tetap menjadi pilihan 400 juta pengguna global di 160 negara dan regional.

9. Komputer

komputer

Perusahaan pembuat chipset komputer terbesar China, Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC), telah membuat terobosan teknologi yang menempatkannya di antara raksasa industri. Di tahun ini, SMIC telah membuat kemajuan dengan menciptakan semikonduktor 7-nanometer. Chip teknologi SMIC ini diklaim sudah hampir mendekati Intel. Media lokal di China juga mengklaim SMIC hanya membutuhkan waktu dua tahun untuk mencapai kemampuan 7-nm. Tujuan diproduksinya chipset tersebut adalah untuk mengurangi ketergantungan chipset dari barat dan ingin masuk ke pasar industri global.

 

10. Barang Unik

barang unik

Produk Made in China yang terakhir adalah barang unik. Yang dimaksud barang unik di sini seperti peralatan dapur, peralatan rumah tangga, maupun barang-barang lain untuk keperluan sehari-hari. Produk dari China terkenal dengan harganya yang murah namun juga memiliki fungsi yang sangat membantu pekerjaan sehari-hari. Julukan barang unik mengacu karena ide atau inovasi dari barangnya yang tidak pernah terpikirkan namun secara fungsi sangat mumpuni. Sebagai contoh mesin cuci portable, bentuk fisiknya yang tidak terlalu besar dan bisa dipakai di manapun menjadi poin plus bagi orang-orang yang sering berpindah tempat tinggal.

Baca juga : Barang Impor dari China Ini Laku Keras di Indonesia

Itu dia 10 produk made in China yang paling diburu dunia. Kamu bisa memulai bisnis impor bersama AsiaCommerce dengan mengisi request impor dan kamu juga bisa melakukan Konsultasi Gratis dengan chat ke Customer Support Whatsapp kami.

request-impor

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments