Barantin Permudah Ekspor UMKM, Ini Peluang yang Tidak Boleh Dilewatkan

by | Jul 31, 2026 | Ekspor, Tips & Strategi Bisnis, Trending Topic

ASIACOMMERCE – Peluang ekspor bagi pelaku UMKM kembali terbuka semakin lebar setelah Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengupayakan pembebasan biaya layanan karantina ekspor bagi UMKM yang memenuhi kriteria.

Kebijakan tersebut bertujuan mengurangi hambatan biaya sekaligus mendorong lebih banyak produk Indonesia mampu bersaing di pasar internasional.

Bagi pelaku usaha, kabar ini tentu menjadi angin segar.

Namun, biaya karantina bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan ekspor.

Masih banyak aspek lain yang harus dipersiapkan agar produk benar-benar dapat diterima oleh buyer luar negeri.

Lalu, seberapa besar dampak kebijakan ini bagi dunia usaha?

Barantin Siapkan Kemudahan Biaya Karantina Ekspor

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan pemerintah ingin memberi dukungan lebih besar kepada UMKM.

Fokus utamanya ialah mengurangi beban biaya layanan karantina.

Ia menegaskan kebijakan tersebut hanya diperuntukkan bagi UMKM yang benar-benar memenuhi persyaratan.

“Kalau UMKM, kita itu punya kebijakan, kalau bisa digratiskan saja semua. Yang penting UMKM-nya bukan UMKM yang dibentuk oleh perusahaan-perusahaan besar sebagai modus untuk mencari biaya murah.”

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah UMKM yang mulai berani memasuki pasar ekspor.

Biaya administrasi yang lebih ringan dapat membantu pelaku usaha mengalokasikan anggaran pada pengembangan produk maupun pemasaran internasional.

Tarif Karantina Ekspor Sebenarnya Sudah Sangat Rendah

Menurut Barantin, tarif layanan karantina ekspor selama ini sebenarnya relatif kecil.

Salah satu contohnya ialah layanan karantina untuk ekspor satu ton bungkil kelapa sawit.

“Kalau ekspor, sangat rendah tarifnya dari kami. Misalnya, satu ton bungkil kelapa sawit dikenakan hanya Rp100.”

Meski demikian, pemerintah tetap mengupayakan pembebasan biaya agar hambatan ekspor semakin kecil.

Kebijakan tersebut juga menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin mempercepat pertumbuhan ekspor nasional melalui UMKM.

Gratis Bukan Berarti Tanpa Pemeriksaan

Banyak pelaku usaha mengira pembebasan biaya berarti prosedur menjadi lebih longgar.

(BACA JUGA: Tarif Impor AS Naik, 7 Strategi agar Bisnis Ekspor Indonesia Tetap Kompetitif)

Anggapan tersebut tidak tepat.

Seluruh komoditas tetap wajib melalui pemeriksaan karantina.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keamanan hayati.

Selain itu, pemeriksaan juga memastikan komoditas memenuhi persyaratan negara tujuan.

Artinya, kualitas produk tetap menjadi prioritas utama.

Barantin Perkuat Pendampingan bagi Pelaku Ekspor

Selain memberikan kemudahan biaya, Barantin juga meningkatkan pendampingan kepada pelaku usaha.

Pendampingan tersebut bertujuan membantu eksportir memahami regulasi setiap negara tujuan.

Pendekatan ini penting karena setiap negara memiliki standar berbeda.

Kesalahan kecil pada dokumen dapat menyebabkan barang tertahan.

Bahkan, produk dapat ditolak oleh otoritas negara tujuan.

Integrasi Layanan Diharapkan Mempercepat Ekspor

Barantin juga memperkuat kolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Kerja sama tersebut mencakup integrasi data.

Kolaborasi juga meliputi pengawasan bersama.

Selain itu, kedua lembaga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Tujuannya ialah mempercepat pelayanan ekspor dan impor.

Karding menegaskan bahwa percepatan layanan tetap berjalan tanpa mengurangi kualitas pengawasan.

(BACA JUGA: Aturan Halal Impor Makin Ketat, Jangan Sampai Barang Disita)

“Yang penting produk ekspor-impor itu berjalan cepat. Walaupun diperiksa, tetapi cepat.”

Bagi pelaku usaha, pelayanan yang lebih cepat tentu dapat memperpendek waktu tunggu pengiriman.

Hal tersebut berpotensi meningkatkan kepuasan buyer internasional.

Peluang Besar, tetapi Persiapan Tetap Menjadi Kunci

Pembebasan biaya karantina memang dapat mengurangi salah satu komponen biaya ekspor.

Namun, keberhasilan ekspor tetap bergantung pada kesiapan bisnis secara menyeluruh.

Pelaku usaha tetap perlu memastikan legalitas perusahaan sudah lengkap.

Dokumen ekspor juga harus disusun secara benar.

Produk wajib memenuhi standar mutu.

Kemasan harus sesuai kebutuhan pasar tujuan.

Selain itu, kapasitas produksi harus mampu memenuhi permintaan buyer.

Tanpa persiapan tersebut, penghematan biaya karantina tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap keberhasilan ekspor.

Checklist Sebelum Mulai Ekspor

Sebelum mencari buyer luar negeri, pelaku usaha sebaiknya memastikan beberapa hal berikut.

  • Produk memiliki kualitas yang konsisten.
  • Legalitas usaha telah lengkap.
  • Dokumen ekspor siap digunakan.
  • Persyaratan negara tujuan sudah dipahami.
  • Kapasitas produksi mampu memenuhi permintaan.
  • Strategi logistik telah direncanakan.
  • Perhitungan biaya ekspor dilakukan secara menyeluruh.

Pendekatan tersebut membantu mengurangi risiko saat memasuki pasar internasional.

Mengapa Persiapan Ekspor Harus Dimulai Sejak Awal?

Banyak eksportir pemula terlalu fokus mencari buyer.

Padahal, buyer internasional biasanya lebih dahulu mengevaluasi kesiapan pemasok.

Mereka akan melihat kualitas produk.

Mereka juga memeriksa kemampuan produksi.

Kelengkapan dokumen turut menjadi pertimbangan penting.

Kemampuan menjaga jadwal pengiriman juga menjadi faktor penentu.

Semakin siap sebuah bisnis, semakin besar peluang memperoleh kerja sama jangka panjang.

AsiaCommerce Siap Mendukung Bisnis Anda Go Global

Kebijakan Barantin menjadi peluang positif bagi UMKM yang ingin memperluas pasar ke luar negeri.

(BACA JUGA: Your First Thailand Skincare Import: A Complete Buyer Readiness Checklist)

Namun, peluang tersebut akan memberikan hasil maksimal apabila diiringi persiapan bisnis yang matang.

Mulai dari pencarian supplier, product sourcing, quality control, kepatuhan dokumen, hingga pengaturan logistik internasional memerlukan perencanaan yang baik agar proses ekspor berjalan lebih aman dan efisien.

Apabila Anda sedang mempersiapkan bisnis untuk masuk ke pasar internasional atau ingin membangun rantai pasok yang lebih kuat sebelum mulai mengekspor, tim AsiaCommerce siap membantu sesuai kebutuhan bisnis Anda.

Anda dapat berkonsultasi langsung melalui WhatsApp di +62 877-7704-7097.

Dengan strategi yang tepat sejak awal, proses ekspor dapat berjalan lebih lancar sekaligus meningkatkan peluang produk Indonesia bersaing di pasar global. (*)

AsiaCommerce: Solusi Pengadaan Global dan Distribusi Asia Tenggara Anti Ribet & Dijamin Aman

0 Comments