Mesin, Elektronik, hingga Bahan Baku Dominasi Impor Indonesia, Ini Peluang Bisnisnya

by | Aug 4, 2026 | Impor, Product Sourcing, Tips & Strategi Bisnis, Trending Topic

ASIACOMMERCE – Aktivitas impor Indonesia kembali menunjukkan peningkatan signifikan pada pertengahan 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor Indonesia mencapai US$25,91 miliar pada Juni 2026.

Angka tersebut meningkat sebesar 34,27 persen dibandingkan Juni 2025.

Kenaikan impor tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan pasar domestik terhadap berbagai produk global.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa peningkatan impor terutama berasal dari sektor nonmigas.

“Total nilai impor mengalami peningkatan secara tahunan utamanya didorong oleh peningkatan impor nonmigas dengan andil peningkatan 22,17%,” ujar Ateng Hartono.

Data tersebut menunjukkan bahwa impor tidak hanya berkaitan dengan produk konsumsi.

Sebagian besar impor justru berkaitan dengan kebutuhan industri dan produksi.

Kondisi ini memberikan peluang bagi pelaku usaha Indonesia.

Terutama bagi perusahaan yang ingin memperluas bisnis melalui pengadaan barang global.

Mesin dan Elektronik Menjadi Kebutuhan Penting Industri Indonesia

Berdasarkan data BPS, mesin dan peralatan mekanis menjadi salah satu komoditas impor terbesar.

Nilai impor kategori tersebut mencapai US$3,91 miliar pada Juni 2026.

Selain itu, mesin dan perlengkapan elektrik mencapai nilai impor sebesar US$3,44 miliar.

Angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan perusahaan terhadap teknologi dan peralatan produksi.

Bagi dunia usaha, mesin bukan hanya barang investasi.

Mesin menjadi faktor penting untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Perusahaan manufaktur membutuhkan mesin yang lebih efisien.

Tujuannya adalah meningkatkan produktivitas dan menjaga daya saing.

Hal ini membuka peluang bagi bisnis yang menyediakan kebutuhan industri.

Mulai dari mesin produksi, komponen, hingga perlengkapan pendukung.

Bahan Baku Impor Menjadi Penggerak Rantai Produksi

(BACA JUGA: Impor RI Melonjak 34%, Pelaku Usaha Perlu Siapkan Strategi Baru)

Selain mesin, bahan baku juga menjadi komponen penting dalam aktivitas impor Indonesia.

BPS mencatat bahan bakar mineral menjadi komoditas impor terbesar.

Nilainya mencapai US$5,08 miliar pada Juni 2026.

Selain itu, berbagai bahan industri juga masuk dalam daftar impor utama.

Contohnya plastik dan barang dari plastik.

Nilainya tercatat mencapai US$1,24 miliar.

Bahan kimia organik juga memiliki nilai impor besar.

Komoditas tersebut mencapai US$652,90 juta.

Bagi perusahaan manufaktur, bahan baku impor dapat membantu memenuhi kebutuhan produksi.

Terutama ketika bahan tertentu belum tersedia secara optimal di dalam negeri.

Apa Arti Kenaikan Impor bagi Business Owner?

Banyak orang melihat kenaikan impor sebagai ancaman bagi industri lokal.

Namun, bagi pelaku usaha, kondisi tersebut dapat menjadi peluang.

Impor memberikan akses terhadap produk dan teknologi yang lebih luas.

Perusahaan dapat memperoleh bahan produksi dengan pilihan lebih banyak.

Mereka juga dapat mencari supplier dengan kapasitas sesuai kebutuhan bisnis.

Namun, peluang tersebut harus diikuti strategi yang tepat.

Sebab, impor bukan hanya tentang membeli barang dari luar negeri.

Impor membutuhkan perencanaan, riset supplier, dan pengelolaan risiko.

Peluang Bisnis dari Supplier Global Semakin Terbuka

Perkembangan perdagangan global membuat akses supplier semakin mudah.

Perusahaan Indonesia kini dapat mencari produsen dari berbagai negara.

Salah satu negara yang banyak menjadi tujuan sourcing adalah China.

China memiliki ekosistem manufaktur yang sangat lengkap.

Mulai dari produk OEM, elektronik, mesin, hingga kebutuhan industri.

Bagi brand owner, kondisi ini membuka peluang membangun produk sendiri.

Mereka dapat mengembangkan private label dengan dukungan pabrik global.

Strategi tersebut banyak digunakan bisnis untuk meningkatkan margin.

Mengapa Procurement Menjadi Faktor Penting dalam Bisnis Impor?

(BACA JUGA: China Masih Jadi Mitra Dagang Terbesar Indonesia, Apa Strategi Bisnis yang Harus Disiapkan?)

Melakukan impor secara mandiri memiliki berbagai tantangan.

Salah satunya adalah menemukan supplier yang benar-benar terpercaya.

Tidak semua supplier memiliki kualitas produksi yang sama.

Perusahaan juga perlu memastikan barang sesuai spesifikasi.

Kesalahan kecil dapat menyebabkan kerugian besar.

Terutama ketika perusahaan melakukan pembelian dalam jumlah besar.

Karena itu, procurement profesional menjadi semakin dibutuhkan.

Procurement membantu bisnis mengelola proses pengadaan secara lebih terstruktur.

Strategi yang Perlu Disiapkan Sebelum Melakukan Impor

Tentukan Produk Sesuai Kebutuhan Pasar

Bisnis perlu memahami kebutuhan pelanggan terlebih dahulu.

Jangan hanya memilih produk berdasarkan tren sesaat.

Produk harus memiliki peluang pasar yang jelas.

Hal tersebut membantu mengurangi risiko stok tidak bergerak.

Pilih Supplier dengan Proses Verifikasi

Supplier terpercaya menjadi fondasi bisnis impor.

Perusahaan perlu mengecek pengalaman dan kapasitas produksi.

Verifikasi membantu memastikan kualitas barang tetap terjaga.

Hitung Seluruh Biaya Impor

Harga barang bukan satu-satunya komponen biaya.

Bisnis perlu memperhitungkan logistik dan regulasi.

Perhitungan yang tepat membantu menjaga margin keuntungan.

Bangun Hubungan Jangka Panjang

Supplier bukan hanya tempat membeli barang.

Supplier dapat menjadi partner pertumbuhan bisnis.

Hubungan baik dapat membuka peluang lebih besar.

Tantangan Bisnis Saat Mengakses Supplier Global

Walaupun peluangnya besar, proses impor tetap memiliki tantangan.

Salah satunya adalah keterbatasan informasi supplier.

Banyak bisnis kesulitan memastikan kredibilitas pabrik.

Selain itu, komunikasi dan negosiasi juga membutuhkan pengalaman.

Perbedaan standar kualitas dapat menjadi masalah.

Risiko barang tidak sesuai pesanan juga perlu diperhatikan.

Karena itu, perusahaan membutuhkan sistem pengadaan yang lebih aman.

AsiaCommerce Membantu Bisnis Melakukan Procurement Global

(BACA JUGA: Your First Thailand Skincare Import: A Complete Buyer Readiness Checklist)

Peningkatan impor Indonesia menunjukkan bahwa kebutuhan pengadaan global semakin besar.

Namun, proses sourcing internasional membutuhkan pengalaman dan jaringan.

AsiaCommerce membantu pelaku usaha Indonesia mendapatkan supplier global secara lebih mudah.

Layanan AsiaCommerce mencakup pencarian supplier, verifikasi pabrik, negosiasi harga, quality control, hingga pengiriman internasional.

Dengan proses yang lebih terstruktur, perusahaan dapat mengurangi risiko dalam aktivitas impor.

Hal tersebut membantu brand owner, distributor, dan manufaktur fokus mengembangkan bisnis.

Terutama bagi perusahaan yang ingin mendapatkan produk berkualitas dengan proses lebih efisien.

Untuk kebutuhan sourcing, procurement, dan impor barang dari supplier global, konsultasikan kebutuhan bisnis Anda bersama tim AsiaCommerce.

Hubungi Admin AsiaCommerce melalui WhatsApp:
0877-7704-7097
(*)

AsiaCommerce: Solusi Pengadaan Global dan Distribusi Asia Tenggara Anti Ribet & Dijamin Aman

0 Comments