Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!

Mengintip Strategi Pemasaran Eiger Menembus Pasar Eropa

by | May 26, 2023 | Tips & Strategi Bisnis

Jalan panjang serta halang rintang yang Ronny Lukito dan PT Eigerindo Multi Produk Industri lalui membuahkan hasil yang manis. Baru-baru ini, Ronny Lukito mengumumkan bahwa mereka telah membuka toko fisik Eiger di salah satu kaki gunung di Swiss, apalagi jika bukan di kaki Gunung Eiger. Strategi pemasaran Eiger Menembus Pasar Eropa ini bertujuan memperkenalkan merek outdoor sekaligus kebudayaan asal Indonesia di mancanegara

Eiger sendiri adalah merek outdoor yang bertujuan untuk memenuhi berbagai kebutuhan bagi gaya hidup para penggiat alam terbuka. Lalu, jalan panjang apa saja yang Eiger lewati? Strategi apa yang mereka lakukan hingga menjadi sebuah merek outdoor yang besar di Indonesia dan akhirnya mampu menembus ke mancanegara? Mari kita lihat segala kisah dan strategi pemasaran Eiger, produk lokal yang tembus pasar eropa.

 

Melacak Jejak Eiger Sebelum Tersohor

Sebelum Eiger hadir, Ronny Lukito mengawali kesuksesannya dengan memproduksi tas pada tahun 1979, dan pada saat itu produk yang ia buat ia namakan dengan merek Butterfly. Tak lama, Ronny mengganti nama merek mereka menjadi Exxon. Namun, lagi-lagi ia perlu mengganti nama mereknya lantara merek Exxon sudah lebih dahulu dikenakan oleh perusahaan oli Amerika. Nama Exsport-lah yang akhirnya ia gunakan sebagai nama merek produknya. 

Kebiasaan mengganti nama ini terjadi lagi sepuluh tahun kemudian. Dengan penjenamaan yang lebih segar, ia mencetuskan nama Eiger yang akan fokus terhadap produk-produk yang akan membantu para pecinta alam. Nama inilah yang hingga saat ini lebih dikenal oleh berbagai kalangan masyarakat.

 

Sulitnya Melakukan Distribusi

Saat itu, Eiger belum dikenal masyarakat dan kesulitan untuk menjual produk-produknya. Ronny Lukito dengan gigih berusaha untuk mencapai kerjasama dengan berbagai merek-merek yang sudah terkenal. Sebelum akhirnya mampu membuka jalur distribusi yang mandiri.

Selanjutnya, ketika nama Eiger semakin besar, Ronny Lukito memutuskan untuk membangun pabrik Eiger. Alhasil, hasil produksi Eiger semakin meningkat dan semakin banyak produk yang didistribusikan. Selain itu, Eiger juga membuka dua toko di kota Bandung.

Distribusi yang dilakukan membuat nama Eiger semakin familiar di telinga masyarakat. Apalagi dengan penjenamaan produk mereka yang bertemakan petualang. Untuk memperkuat nama mereka, mereka memaksimalkan komunitas yang mulai terbangun. Selain itu, Eiger juga membuka distribusi melalui jasa jual ulang (reseller).

Pada tahun 2006, Eiger mengubah status mereka yang bermula sebagai UMKM menjadi korporasi karena penjualan mereka semaking meningkat. Oleh karena itu, keputusan ini mereka ambil. Bahkan hingga saat ini, pertumbuhan Eiger begitu pesat dengan banyaknya cabang di berbagai kota di seluruh Indonesia.

Melihat kisah di atas, mungkin tersirat dalam pikiran bahwa kesulitan-kesulitan yang Ronny Lukito hadapi adalah hal yang umum terjadi bagi sebuah merek. Namun sebenarnya, Eiger sempat disita dan Ronny Lukito perlu membayar utang sebesar 4,5 miliar rupiah ketika ia salah perhitungan untuk berinvestasi di bidang properti. Hal itu terjadi ketika krisis moneter 1998. Kabar baiknya, Ronny Lukito berhasil pulih dari kesulitan tersebut.

 

Sempat Memasarkan Produk di Jerman, Malaysia, dan Singapura

Faktanya, Swiss bukan negara pertama yang Eiger pijak untuk membuka toko fisik. Jerman, Malaysia, dan Singapura lebih dulu Eiger tuju. Di Jerman, lebih tepatnya di kota Dortmund, Eiger membuka showroom pada tahun 2010. Diikuti dengan membuka toko di Malaysia dan Singapura. 

Menyentuh periode 2015, mereka menyadari bahwa segala yang Eiger tawarkan di mancanegara, belum mencapai kapasitas yang baik untuk produksi di dalam negeri sendiri. Dengan kata lain, permintaan produk di dalam negeri belum bisa terpenuhi. Oleh karena itu, Eiger mengganti strategi mereka dan segera memfokuskan produksi untuk memenuhi permintaan yang begitu banyak di berbagai wilayah di Indonesia

 

Mendaki dengan Tangguh, Menempuh Lebih Jauh

Pertengahan Maret 2023 menjadi tonggak baru dalam perjalanan Eiger. Mimpi dan semangat yang dibawa berpuluh tahun berhasil terwujud. Untuk pertama kalinya, Eiger membuka toko mereka di bawah kaki Gunung Eiger. Gunung yang menjadi inspirasi serta alasan untuk terus berinovasi kini sudah mereka capai.

Eiger tentunya datang dengan membawa identitas negara tropis untuk dikenalkan kepada masyarakat mancanegara. Selain itu,memperkenalkan kebudayaan Indonesia, kecantikan alam, serta beragam produk yang cocok untuk digunakan saat melakukan aktivitas luar ruang di negara tropis adalah tujuan yang ingin Eiger lakukan.

Swiss memberlakukan regulasi yang ketat terkait produk-produk yang ada di negara mereka. Hal ini yang membuat Ronny Lukito tertantang untuk membuka toko di Swiss. Sebab, jika mereka berhasil memenuhi aturan tersebut, artinya Eiger sudah berada dalam standar yang tinggi.

Produk-produk yang mereka tampilkan di sana pun telah mengalami berbagai penyesuaian. Adaptasi yang Eiger lakukan tentunya untuk memenuhi standar yang berlaku, dari mulai jenis, bahan, hingga kemampuan daya tahan. Hal yang menggembirakannya, semua produk yang telah lolos kualifikasi di Swiss berencana untuk didistribusikan di Indonesia juga, lho!

Dengan hadirnya Eiger di Swiss, tentu merupakan kabar baik bagi para produsen produk di Indonesia. Eiger secara tidak langsung membuka pintu bagi berbagai produsen Indonesia untuk memasarkan produk mereka di negara Swiss. Selain di Swiss, di masa mendatang Ronny Lukito berencana untuk membuka Eiger di berbagai negara tropis lainnya, seperti Malaysia, Filipina, Thailand, hingga Brazil.

 

Baca juga: Rahasia Dibalik Suksesnya Mixue Dominasi Bisnis F&B

Strategi Pemasaran Eiger Menembus Pasar Eropa

Kesuksesan yang Eiger raih hari ini tentu tidak serta merta mereka dapatkan. Angin hujan yang muncul ketika mendaki ke puncak perlu ditaklukan dengan persiapan yang matang. Berbagai strategi yang direncanakan perlu dipertimbangkan dengan baik. Dari kisah di atas, banyak sekali strategi bisnis yang bisa kita pelajari. Selain itu, tentunya masih ada langkah-langkah strategis yang dilakukan oleh Eiger, yuk intip!

Salah satu strategi pemasaran Eiger yaitu Eiger Green (ADM/AsiaCommerce.id)

Salah satu strategi pemasaran Eiger yaitu Eiger Green (AsiaCommerce/ADM)

1. Penjenamaan yang Unik

Sebelum mencetuskan nama Eiger, beberapa kali Ronny Lukito mengubah nama produk yang ia buat. Butterfly, Exxon, dan Exsport adalah nama-nama yang lebih dulu muncul sebagai identitas produknya. Akhirnya ia memutuskan untuk mengubah nama produknya menjadi Eiger. Ia juga mengubah identitas produknya menjadi produk yang memenuhi berbagai kebutuhan perlengkapan dan peralatan bagi gaya hidup para penggiat alam terbuka. Setelah itu, identitas inilah yang akhirnya melejitkan usaha milik Ronny Lukito hingga bisa tembus ke pasar eropa.

Nama Eiger juga terinspirasi dari Gunung Eiger. Gunung Eiger berketinggian 3.970 mdpl dan dikenal sebagai “gunung tersulit didaki ke-3 di dunia” yang terletak di Bernese Alps, Swiss. Ternyata, Eiger juga memiliki makna lain yang menjadi semangat dan dasar dalam setiap produksi yang perusahaan jalankan. 

“E” memiliki arti education

“I” berarti inspiration

“G” untuk green life

“E” yang kedua experiential, dan yang terakhir, 

“R” adalah responsibility.

2. Melakukan Distribusi yang Optimal

Ketika merek Eiger belum sepopuler sekarang, Ronny Lukito mengoptimalkan distribusi dengan cara bekerja sama dengan merek-merek yang lebih terkenal untuk memasok atau “menitipkan” produk Eiger, meski bercampur dengan produk-produk lain yang sudah lebih dulu hadir. 

Setelah produknya sukses di pasaran, barulah Ronny Lukito membuat toko fisik untuk semakin mengenalkan produk Eiger ke masyarakat, yang pada saat itu bertempat di kota Bandung. 

Bahkan ketika produk mereka sudah terkenal dan tembus mancanegara, mereka sempat menghentikan distribusi mereka. Saat itu, Eiger menghentikan distribusi mereka di Jerman, Malaysia, dan Singapura agar distribusi mereka di dalam negeri mampu memenuhi permintaan yang begitu tinggi.

3. Strategi Riset yang Berpusat Pada Konsumen

Meskipun produk yang dibuat selalu berbasis dari pengalaman di alam, Eiger tidak melupakan bahwa konsumen adalah hal yang paling penting bagi mereka. Dengan menyadari betapa pentingnya peran konsumen dan komunitas, Eiger selalu mengutamakan perspektif pelanggan dalam setiap tahap untuk memproduksi produk terbarunya. Bukan hanya ketika produksi, ketika tahap pemasaran, semua hal yang berkaitan selalu berdasarkan sudut pandang konsumen.

Komunitas ini memang hal yang tidak bisa dilepaskan oleh Eiger. Salah satu hal yang pernah Ronny Lukito adalah memperkuat komunitas Eiger dengan menggaet beberapa komunitas pecinta alam untuk bermitra.

4. Adaptif dan Inovatif

Dengan nama sebesar ini, Eiger tentunya sudah mampu untuk bersantai sembari menghitung laba mereka. Tapi tentu saja, hal itu tidak akan mereka lakukan. Mereka terus beradaptasi dan berinovasi dengan perkembangan zaman. Eiger Green adalah contoh adaptasi dan inovasi mereka. Kesadaran atas lingkungan mulai terbangun lebih tinggi di kalangan masyarakat, dan Eiger pun melakukan hal yang sama. Dengan moto “untuk bumi, untuk nanti”, Eiger memperkenalkan produk-produk keberlanjutan mereka. Produk-produk yang mereka buat berbahan organik, bahan hasil daur ulang, dan mudah terurai.

Pada saat buka di Swiss pun, Eiger kembali mengadaptasi produk-produk mereka agar sesuai dengan standar yang berlaku.

5. Menerapkan Omnichannel

Strategi berikutnya  yang dilakukan Eiger adalah melakukan omnichannel. Ketika geliat konsumen mulai berubah ke arah pembelanjaan daring, Eiger dengan cepat beradaptasi dengan meningkatkan pelayanan daring mereka. Bahkan ketika pandemi, penjualan daring mereka meningkat sebesar 75%. Hal ini tentu saja tidak akan terjadi jika tidak ada pembacaan yang cepat akan tingkah laku konsumen dan tidak melakukan adaptasi.

6. Memaksimalkan Pengalaman Konsumen di Toko Fisik

Toko-toko Eiger didesain untuk memaksimalkan pengalaman konsumen yang sudah jauh-jauh datang ke toko mereka. Toko dengan luas 1000 meter persegi dilengkapi dengan papan panjat agar para pengunjung bisa melakukan aktivitas serta melakukan uji coba terhadap produk-produk yang Eiger sediakan. Selain itu, salah satu toko Eiger yang bertempat di Jatinangor  menyediakan kafe untuk bersantai setelah berkeliling toko! Usaha-usaha yang dilakukan untuk menciptakan toko fisik yang menyenangkan ini merupakan strategi Eiger untuk membedakan pengalaman membeli secara daring dan luring.

 

Baca juga: Mau jadi Reseller atau Dropshipper? Yang penting Cuan!

 

Begitulah strategi pemasaran Eiger menembus pasar eropa dari sebelum terkenal hingga kini berhasil buka cabang di Swiss. Banyak strategi eiger menembus pasar Eropa yang dapat kita gunakan untuk bisnis kita.

Jika kamu bingung mengawali bisnis kamu, yuk join AsiaCommerce sebagai reseller! Di AsiaCommerce, kamu akan mendapatkan tips dan trik serta strategi sukses dalam menjual produk dari supplier terpercaya. Kamu juga bisa memulai bisnis sebagai reseller bersama AsiaCommerce dengan cara mendownload aplikasi di Android atau iOS dan juga bisa melakukan Konsultasi Gratis dengan chat ke Customer Support Whatsapp kami.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments