Data BPS: Impor RI Tinggi, Ini Peluang bagi Pebisnis yang Jeli Melihatnya

by | Jul 2, 2026 | Impor, Tips & Strategi Bisnis, Trending Topic

ASIACOMMERCE – Badan Pusat Statistik melaporkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit 1,61 miliar dolar AS pada Mei 2026.

Defisit ini terjadi karena nilai impor mencapai 24,81 miliar dolar AS, melampaui nilai ekspor sebesar 23,20 miliar dolar AS.

Ini merupakan defisit pertama sejak enam tahun terakhir.

Meski terdengar seperti kabar kurang menggembirakan, data ini justru menyimpan peluang bisnis impor RI yang sangat besar bagi pebisnis yang jeli melihatnya.

Mengapa Data Impor Tinggi Bisa Jadi Sinyal Positif bagi Pebisnis?

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, memberikan pandangan menarik soal data ini.

Menurutnya, kenaikan impor mencerminkan masih kuatnya kebutuhan domestik, baik untuk bahan baku, barang modal, maupun energi.

Ia menegaskan, “Jika peningkatan impor didominasi oleh bahan baku dan barang modal, kondisi ini masih dapat dipandang positif karena mendukung aktivitas produksi dan investasi.”

Dengan kata lain, tingginya impor bukan semata soal ketergantungan pada barang luar negeri.

Justru sebaliknya, ini menjadi sinyal kuat bahwa geliat bisnis domestik di Indonesia sedang aktif bergerak.

(BACA JUGA: Belanja dari Taobao ke Indonesia dalam Jumlah Besar? Pahami Ini Dulu)

Perusahaan-perusahaan membutuhkan lebih banyak bahan baku dan barang modal untuk mendukung produksi mereka.

Kebutuhan inilah yang pada akhirnya mendorong angka impor menjadi lebih tinggi dari biasanya.

Apa Kata Data BPS Lainnya soal Kondisi Ekonomi Saat Ini?

Selain data neraca perdagangan, BPS juga melaporkan inflasi Juni 2026 secara bulanan mencapai 0,44 persen.

Secara tahun kalender, inflasi tercatat 1,79 persen, sedangkan secara tahunan mencapai 3,34 persen.

Kenaikan inflasi ini dipengaruhi oleh siklus musiman, kenaikan bahan baku, serta kenaikan harga BBM.

Nico turut menyoroti tekanan yang mulai meningkat pada sektor eksternal Indonesia.

Ia menjelaskan, “Tekanan terhadap sektor eksternal Indonesia mulai meningkat, terutama akibat perlambatan ekspor di tengah melemahnya permintaan global, serta penurunan harga sejumlah komoditas unggulan.”

Meski begitu, Nico juga memberikan catatan yang cukup melegakan.

Ia menyebut, “Meski demikian, karena secara kumulatif Januari-Mei 2026 neraca perdagangan masih mencatat surplus, dampak terhadap fundamental ekonomi Indonesia diperkirakan masih terbatas.”

Dengan kata lain, fondasi ekonomi Indonesia secara keseluruhan masih tergolong stabil, meski ada tekanan di beberapa sisi.

(BACA JUGA: Kenali 12 Brand Kaos Dunia Ini Sebelum Beli, Biar Tidak Kena Tiruan)

Bagaimana Pebisnis Bisa Memanfaatkan Peluang Bisnis Impor RI Ini?

Data-data di atas menunjukkan satu hal penting bagi pebisnis, aktivitas impor dan kebutuhan bahan baku di Indonesia sedang tinggi.

Ini artinya, permintaan pasar domestik terhadap produk maupun bahan baku dari luar negeri masih sangat kuat.

Bagi Anda yang bergerak di bidang bisnis impor, momentum seperti ini tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Namun, memanfaatkan peluang bisnis impor RI ini tentu membutuhkan strategi dan mitra yang tepat.

Tanpa perencanaan matang, momentum yang seharusnya menguntungkan justru bisa berubah menjadi risiko finansial yang merugikan.

Karena itu, sangat penting untuk memastikan seluruh proses procurement berjalan aman dan sesuai regulasi yang berlaku.

AsiaCommerce, Mitra Tepat Menangkap Peluang Bisnis Impor RI

Untuk memastikan momentum ini tidak sia-sia, menggunakan layanan procurement terpercaya seperti AsiaCommerce menjadi langkah paling bijak.

AsiaCommerce adalah perusahaan teknologi B2B cross-border yang telah beroperasi secara legal sejak 2016 di bawah PT Lintas Mitra Perkasa.

Perusahaan ini menghubungkan pemilik bisnis, seller e-commerce, dan UMKM di Asia Tenggara dengan produsen di China dan Indonesia.

(BACA JUGA: 7 Shocking Secrets of Philippine Banana B2B Sourcing)

Melalui layanan Global Product Sourcing, tim AsiaCommerce akan bernegosiasi langsung dengan supplier di platform seperti 1688 dan Taobao.

Selain itu, seluruh proses legalitas seperti klasifikasi HS Code, perizinan, hingga logistik cross-border juga ditangani secara menyeluruh.

Dengan begitu, Anda bisa fokus menangkap peluang bisnis impor RI ini, sementara AsiaCommerce memastikan seluruh proses berjalan aman dari awal hingga barang tiba di tangan Anda.

📲 Hubungi AsiaCommerce via WhatsApp Sekarang
+62 877-7704-7097

Konsultasikan rencana impor Anda sekarang, dan manfaatkan peluang bisnis impor RI ini bersama AsiaCommerce sebelum terlewat begitu saja. (*)

AsiaCommerce: Solusi Pengadaan Global dan Distribusi Asia Tenggara Anti Ribet & Dijamin Aman

0 Comments