Kenapa Banyak Brand Skincare Baru Memilih Produksi di China?

by | Apr 13, 2026 | Impor, Product Sourcing, Tips & Strategi Bisnis

Penulis: Tim Editorial AsiaCommerce | Global Sourcing & International Business Consultant
Dipublikasikan: 8 Agustus 2026
Terakhir diperbarui: 8 Agustus 2026

ASIACOMMERCE – Produksi di China semakin dilirik oleh brand skincare baru yang ingin mengembangkan produk sendiri tanpa membangun fasilitas manufaktur dari awal.

Bagi brand baru, keputusan memilih lokasi produksi dapat memengaruhi modal, kualitas produk, kecepatan pengembangan, dan kemampuan memenuhi permintaan pasar.

China menjadi salah satu pilihan karena memiliki ekosistem manufaktur yang luas untuk berbagai kebutuhan kosmetik dan personal care.

Selain itu, banyak pabrik menawarkan kemampuan OEM dan private label untuk brand yang ingin mengembangkan produk dengan identitas sendiri.

Namun, memilih pabrik skincare tidak cukup hanya berdasarkan harga produksi.

Ada aspek formulasi, kualitas, kemasan, kapasitas produksi, dokumen, dan ketentuan pasar Indonesia yang perlu dipahami sejak awal.

Berdasarkan pengalaman AsiaCommerce dalam mendampingi proses sourcing dari China, pemilihan supplier yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam membangun brand skincare.

Karena itu, calon pemilik brand perlu memahami alasan di balik popularitas produksi skincare di China sekaligus risiko yang harus diperhatikan.

Produksi di China Memberikan Banyak Pilihan untuk Brand Baru

Salah satu alasan produksi di China menarik bagi brand skincare baru adalah banyaknya pilihan manufaktur yang tersedia.

Brand dapat mencari pabrik berdasarkan jenis produk, kapasitas produksi, kemampuan formulasi, dan kebutuhan pengembangan produk.

Pilihan tersebut memberikan ruang bagi bisnis untuk menentukan konsep produk sesuai target konsumen.

Misalnya, brand dapat mengembangkan facial cleanser, serum, moisturizer, sunscreen, body care, atau produk perawatan lainnya.

(BACA JUGA: Banyak Pebisnis Fokus Mencari Supplier Murah, Padahal Faktor Ini Justru Lebih Menentukan Keuntungan)

Beberapa pabrik juga memiliki pengalaman mengembangkan produk untuk berbagai pasar internasional.

Pengalaman tersebut dapat menjadi pertimbangan ketika brand ingin membangun produk dengan standar yang lebih tinggi.

Selain produk, pilihan kemasan juga menjadi bagian penting dalam proses pengembangan skincare.

Kemasan dapat disesuaikan dengan positioning brand, mulai dari desain minimalis hingga konsep premium.

Namun, banyaknya pilihan supplier juga membuat proses seleksi menjadi lebih kompleks.

Tidak semua pabrik memiliki standar produksi dan kemampuan yang sama.

Karena itu, verifikasi supplier perlu dilakukan sebelum brand menentukan partner produksi.

AsiaCommerce membantu proses pencarian dan verifikasi supplier agar brand mendapatkan pilihan pabrik yang lebih sesuai dengan kebutuhan produknya.

OEM Skincare Membantu Brand Fokus Membangun Pasar

Bagi brand baru, membangun fasilitas produksi sendiri membutuhkan investasi yang besar.

Karena itu, produksi di China melalui skema OEM dapat menjadi alternatif untuk memulai bisnis dengan lebih efisien.

Melalui OEM, pemilik brand dapat bekerja sama dengan pabrik yang sudah memiliki fasilitas dan kemampuan produksi.

Brand kemudian dapat mengembangkan produk berdasarkan konsep dan spesifikasi yang telah ditentukan.

Pendekatan ini membuat pemilik bisnis dapat lebih fokus pada branding dan pemasaran.

Riset konsumen, strategi konten, distribusi, dan penjualan juga membutuhkan perhatian yang besar.

Dengan menyerahkan proses manufaktur kepada partner yang tepat, sumber daya perusahaan dapat digunakan lebih optimal.

Namun, OEM bukan berarti brand dapat menyerahkan seluruh proses kepada pabrik tanpa pengawasan.

Pemilik brand tetap perlu memahami formula, spesifikasi, kemasan, standar kualitas, dan kebutuhan dokumen.

Sampel juga perlu diperiksa sebelum produksi dalam jumlah besar dilakukan.

Selain itu, quality control membantu memastikan produk yang diproduksi sesuai dengan kesepakatan.

AsiaCommerce membantu proses komunikasi dengan supplier agar kebutuhan brand dapat diterjemahkan secara lebih jelas.

Harga Produksi Menarik, Tetapi Kualitas Tetap Harus Dijaga

(BACA JUGA: Kenapa Banyak Brand Lokal Memilih Produksi OEM di China?)

Harga kompetitif menjadi salah satu alasan pebisnis mempertimbangkan produksi di China.

Namun, memilih pabrik hanya karena menawarkan harga paling rendah dapat menjadi keputusan yang berisiko.

Skincare merupakan produk yang langsung digunakan pada tubuh konsumen.

Karena itu, kualitas dan konsistensi produk harus menjadi perhatian utama.

Perbedaan kualitas bahan atau proses produksi dapat memengaruhi pengalaman konsumen terhadap sebuah brand.

Jika kualitas berubah dari satu batch ke batch berikutnya, kepercayaan pelanggan juga dapat terdampak.

Selain itu, kemasan harus mampu melindungi produk selama penyimpanan dan distribusi.

Brand juga perlu memastikan informasi produk sesuai dengan kebutuhan pemasaran di Indonesia.

Aspek regulasi menjadi semakin penting ketika produk akan dipasarkan secara luas.

Untuk kosmetik yang dipasarkan di Indonesia, brand perlu memperhatikan ketentuan dan proses yang berlaku sebelum produk diedarkan.

Karena itu, proses sourcing sebaiknya sudah mempertimbangkan aspek regulasi sejak tahap pengembangan.

AsiaCommerce membantu pebisnis memahami kebutuhan sourcing dan proses pengadaan agar pengembangan produk dapat dilakukan secara lebih terarah.

Memilih Supplier Skincare China Tidak Bisa Sembarangan

Setelah menentukan konsep produk, tahap berikutnya adalah mencari supplier yang mampu memenuhi kebutuhan brand.

Dalam produksi di China, pemilihan supplier perlu mempertimbangkan kemampuan manufaktur dan rekam jejak perusahaan.

Brand dapat mengevaluasi pengalaman produksi, kapasitas, fasilitas, kemampuan OEM, dan jenis produk yang pernah dibuat.

Selain itu, komunikasi dengan supplier perlu diperhatikan sejak tahap awal.

Supplier yang mampu memberikan informasi dengan jelas akan memudahkan proses pengembangan produk.

Kemudian, sampel menjadi bagian penting sebelum brand memutuskan produksi dalam jumlah besar.

Pemeriksaan sampel dapat membantu mengetahui kualitas produk dan kesesuaian dengan konsep yang diinginkan.

Quality control juga perlu dilakukan untuk memastikan hasil produksi tetap sesuai dengan standar.

AsiaCommerce membantu proses sourcing dari China mulai dari pencarian supplier, verifikasi, komunikasi, hingga quality control.

Melalui pengalaman operasional PT Exim Jaya Abadi dan PT Kalimas Mitra Perkasa sejak 2016, AsiaCommerce mendukung kebutuhan pengadaan produk untuk bisnis Indonesia.

Setelah produk siap, peluang pengembangan pasar juga dapat diperluas ke Malaysia dan Filipina.

AsiaCommerce mendukung distribusi e-commerce ke Indonesia, Malaysia, dan Filipina agar brand memiliki peluang menjangkau konsumen regional.

Produksi di China Bisa Menjadi Langkah Awal Membangun Brand

Pada akhirnya, produksi di China dapat menjadi pilihan menarik bagi brand skincare baru yang ingin membangun produk sendiri.

(BACA JUGA: Medical Device Sourcing from China: The Compliance Steps Buyers Skip at Their Own Risk)

Pilihan pabrik yang luas, kemampuan OEM, dan fleksibilitas pengembangan memberikan peluang bagi bisnis untuk memulai dengan lebih terarah.

Namun, keberhasilan tidak hanya bergantung pada negara tempat produk dibuat.

Pemilihan supplier, kualitas, regulasi, quality control, dan strategi pasar tetap menentukan keberlangsungan brand.

Karena itu, proses sourcing perlu dilakukan dengan perencanaan yang matang sejak awal.

Jika Anda ingin membangun brand skincare sendiri dan mencari supplier dari China, AsiaCommerce siap membantu proses sourcing hingga pengadaan produk.

Hubungi WhatsApp Admin AsiaCommerce: +62 877-7704-7097 (*)

AsiaCommerce: Solusi Pengadaan Global dan Distribusi Asia Tenggara Anti Ribet & Dijamin Aman

0 Comments