by Ahmad Dzul Ilmi Muis | May 20, 2026 | Impor, Marketplace, Tips & Strategi Bisnis, Trending Topic
ASIACOMMERCE – Menemukan peluang usaha yang menghasilkan keuntungan melimpah kini bisa dimulai dengan berburu barang unik luar negeri. Apalagi, tren belanja produk-produk kreatif saat ini sedang sangat digemari oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia....
by Ahmad Dzul Ilmi Muis | May 20, 2026 | Ekspor, Logistik, Product Sourcing, Tips & Strategi Bisnis, Trending Topic
ASIACOMMERCE – Langkah awal cari buyer luar negeri sukses untuk komoditas pemanis alami kini kian kompetitif. Oleh sebab itu, memiliki pasokan gula merah berkualitas tinggi saja belum menjamin kesuksesan ekspor. Faktanya, banyak pemilik bisnis komoditas...
by Ahmad Dzul Ilmi Muis | May 20, 2026 | Impor, Logistik, Marketplace, Product Sourcing, Tips & Strategi Bisnis
ASIACOMMERCE – Mewujudkan proses sourcing barang China aman kini menjadi keharusan mutlak bagi pengusaha. Oleh karena itu, pebisnis harus memahami ketatnya regulasi Bea Cukai terbaru. Sayangnya, banyak importir pemula tergiur harga murah tanpa riset regulasi...
by Ahmad Dzul Ilmi Muis | May 19, 2026 | Impor, Tips & Strategi Bisnis
ASIACOMMERCE – Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) tidak serta merta memberikan akses bebas bagi barang impor Anda masuk ke Indonesia. Banyak importir pemula terjebak kerugian karena menganggap NIB adalah “paspor” mutlak untuk melakukan kegiatan importasi...
by Ahmad Dzul Ilmi Muis | May 19, 2026 | Product Sourcing, Tips & Strategi Bisnis, Trending Topic
ASIACOMMERCE – Kenaikan harga gas LPG nonsubsidi terus menekan margin keuntungan pelaku Industri Kecil Menengah kuliner di Indonesia. Banyak pebisnis kewalahan menutupi beban biaya produksi harian yang kian membengkak di tengah situasi pasar yang kompetitif. Untuk...
by Ahmad Dzul Ilmi Muis | May 19, 2026 | Impor, Product Sourcing, Tips & Strategi Bisnis
ASIACOMMERCE – Membangun dominasi pasar melalui ekspansi pengadaan barang internasional membutuhkan lebih dari sekadar modal nekat semata. Banyak importir pemula hancur karena gagal melakukan validasi pabrik 1688 secara mendalam sebelum mentransfer dana ratusan juta....