Kenapa Memilih Metode Kirim yang Tepat Sangat Penting?
Banyak pebisnis yang sudah berhasil menemukan produk bagus dan supplier terpercaya di China, tapi akhirnya rugi karena salah memilih metode pengiriman. Barang yang harusnya sampai dalam 5 hari malah tertahan 35 hari. Atau sebaliknya, barang murah yang seharusnya dikirim lewat laut justru dikirim lewat udara sehingga ongkirnya lebih mahal dari harga barangnya.
Artikel ini hadir khusus untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang paling sering ditanyakan importir Indonesia: berapa biaya kirim barang dari China? Mana yang lebih hemat, udara atau laut? Berapa lama estimasinya? Apa saja yang mempengaruhi harga ongkir?
Dengan data perbandingan nyata dan simulasi biaya, kamu bisa mengambil keputusan pengiriman yang lebih cerdas dan tidak asal pilih.
3 Metode Pengiriman dari China ke Indonesia
Secara umum ada tiga metode utama yang digunakan importir Indonesia untuk mengirim barang dari China:
1. Air Freight (Pengiriman Udara)
Cara kerja: Barang dikirim via pesawat kargo dari bandara di China (Shanghai Pudong, Guangzhou Baiyun, Shenzhen Bao’an) ke bandara Indonesia (Soekarno-Hatta, Juanda, dll.).
| Parameter | Detail |
| Estimasi waktu | 2–7 hari kerja (door to door ±7–14 hari) |
| Biaya rata-rata | USD 4–8 per kg (tergantung rute & volume) |
| Minimum berat tagih | Biasanya 1 kg, atau volumetric weight |
| Cocok untuk | Barang ringan (<200 kg), bernilai tinggi, atau urgent |
| Tidak cocok untuk | Barang berat/besar, produk cair, barang berbahaya |
| Keunggulan | Cepat, tracking mudah, risiko kerusakan lebih rendah |
| Kelemahan | Mahal untuk volume besar, ada batasan jenis barang |
Rumus Volumetric Weight (udara): Panjang × Lebar × Tinggi (cm) ÷ 5.000 = berat tagih (kg). Jika volumetric weight > actual weight, maka yang ditagih adalah volumetric weight.
2. Sea Freight LCL (Less than Container Load)
Cara kerja: Barang kamu digabung dalam satu kontainer bersama importir lain. Kamu hanya membayar sesuai volume yang kamu gunakan (CBM = Cubic Meter).
| Parameter | Detail |
| Estimasi waktu | 25–40 hari (transit laut ±14–20 hari + proses) |
| Biaya rata-rata | USD 80–150 per CBM (tergantung rute & forwarder) |
| Minimum volume | Sekitar 0,5 CBM |
| Cocok untuk | Volume kecil–menengah (0,5–10 CBM), barang tidak urgent |
| Tidak cocok untuk | Barang yang butuh cepat sampai |
| Keunggulan | Hemat untuk volume kecil, bisa mulai dari jumlah kecil |
| Kelemahan | Lambat, risiko kerusakan lebih tinggi karena digabung |
Rumus CBM: Panjang × Lebar × Tinggi (meter) = CBM. Contoh: kotak 50cm × 40cm × 30cm = 0,5m × 0,4m × 0,3m = 0,06 CBM.
3. Sea Freight FCL (Full Container Load)
Cara kerja: Kamu menyewa satu kontainer penuh secara eksklusif. Ada dua ukuran umum: 20 feet (±25 CBM efektif) dan 40 feet (±55 CBM efektif).
| Parameter | Detail |
| Estimasi waktu | 25–40 hari (sama dengan LCL) |
| Biaya kontainer 20′ | USD 800–1.500 per kontainer (tergantung rute & musim) |
| Biaya kontainer 40′ | USD 1.200–2.500 per kontainer |
| Cocok untuk | Volume besar (>10 CBM), importir rutin |
| Tidak cocok untuk | Importir pemula dengan volume kecil |
| Keunggulan | Paling hemat per unit untuk volume besar, barang tidak dicampur |
| Kelemahan | Butuh volume besar agar efisien |
Tabel Perbandingan Lengkap: Udara vs LCL vs FCL
| Air Freight | LCL (Laut) | FCL (Laut) | |
| Kecepatan | ⭐⭐⭐⭐⭐ 2–14 hari | ⭐⭐ 25–40 hari | ⭐⭐ 25–40 hari |
| Biaya per unit | Mahal | Menengah | Paling hemat |
| Min. volume | 1 kg | ~0,5 CBM | ~10 CBM+ |
| Cocok untuk… | Barang ringan & bernilai | Volume kecil-menengah | Volume besar & rutin |
| Risiko kerusakan | Rendah | Menengah | Rendah (eksklusif) |
| Tracking | Mudah & real-time | Terbatas | Terbatas |
| Ideal untuk pemula? | ✅ Ya (skala kecil) | ✅ Ya (skala menengah) | ❌ Belum (volume besar) |
Simulasi Biaya Pengiriman: Mana yang Lebih Hemat?
Mari kita bandingkan biaya nyata dengan dua skenario umum importir Indonesia:
Skenario A: Barang 50 kg, Volume 0,3 CBM (Tas Fashion)
| Metode | Biaya Ongkir | Estimasi Tiba | Rekomendasi |
| Air Freight | ±USD 250–400 (50 kg × $5–8) | 5–10 hari | ✅ Lebih baik (barang ringan, bernilai) |
| LCL | ±USD 50–80 (0,3 CBM × $150) | 30–40 hari | ❌ Kurang efisien untuk ukuran kecil ini |
Kesimpulan Skenario A: Untuk barang fashion ringan seperti tas, air freight lebih masuk akal karena barang bernilai dan perlu cepat sampai untuk mengikuti tren.
Skenario B: Barang 500 kg, Volume 3 CBM (Peralatan Rumah Tangga)
| Metode | Biaya Ongkir | Estimasi Tiba | Rekomendasi |
| Air Freight | ±USD 2.500–4.000 (500 kg × $5–8) | 5–10 hari | ❌ Terlalu mahal untuk barang murah |
| LCL | ±USD 240–450 (3 CBM × $80–150) | 30–40 hari | ✅ Jauh lebih hemat, cocok untuk non-urgent |
Kesimpulan Skenario B: Untuk volume 3 CBM, LCL bisa menghemat hingga 90% biaya ongkir dibanding udara. Selama barang tidak urgent, laut adalah pilihan terbaik.
6 Faktor yang Mempengaruhi Biaya Kirim Barang dari China
Mengapa harga ongkir sering berbeda meski volume sama? Ini faktor-faktor yang menentukan:
1. Rute Pengiriman (Kota Asal di China)
Ongkir dari kota industri besar di China ke Indonesia berbeda-beda. Kota-kota yang paling umum sebagai titik asal pengiriman:
| Kota Asal | Jenis Barang Dominan | Catatan |
| Guangzhou / Shenzhen | Elektronik, fashion, aksesori | Hub utama, banyak pilihan forwarder |
| Yiwu | Aksesoris, pernak-pernik, souvenir | Kota grosir terbesar, harga kompetitif |
| Shanghai | Berbagai industri, mesin | Port besar, banyak pilihan jadwal kapal |
| Hangzhou / Ningbo | Tekstil, pakaian, sepatu | Dekat dengan kawasan tekstil Zhejiang |
2. Berat vs Volumetric Weight
Forwarder akan menagih berdasarkan mana yang lebih besar: berat aktual (kg) atau volumetric weight. Barang ringan tapi besar (seperti bantal, mainan plastik) sering kena charge volumetric.
3. Jenis Barang (Regulated vs Non-Regulated)
Barang tertentu memerlukan penanganan khusus dan biaya tambahan, seperti barang mengandung baterai lithium, barang cair, produk berbahan kimia, atau barang yang memerlukan pendingin.
4. Musim dan Peak Season
Harga ongkir bisa naik signifikan saat: peak season sebelum Lebaran dan Natal, periode setelah Imlek (backlog pengiriman), dan saat terjadi gangguan logistik global. Sebaiknya pesan lebih awal jika memungkinkan.
5. Pilihan Forwarder / Jasa Impor
Setiap forwarder punya tarif berbeda tergantung volume kontrak mereka dengan maskapai dan pelayaran. Forwarder dengan volume besar biasanya bisa menawarkan harga lebih kompetitif.
6. Layanan Tambahan
Biaya bisa bertambah jika kamu membutuhkan layanan tambahan seperti: penjemputan barang di pabrik (pickup), konsolidasi dari beberapa supplier, labeling/repacking, asuransi kargo, atau custom clearance.
5 Tips Hemat Biaya Kirim Barang dari China
- Konsolidasikan order dari beberapa supplier ke satu pengiriman — daripada kirim berkali-kali dengan volume kecil, gabungkan semua dalam satu shipment untuk menekan biaya per unit.
- Gunakan sea freight LCL untuk barang yang tidak urgent — selisih biaya antara udara dan laut bisa mencapai 80-90% untuk volume yang sama.
- Hitung volumetric weight sebelum order — packaging yang terlalu besar akan menaikkan biaya volumetric. Minta supplier mengemas lebih kompak jika memungkinkan.
- Manfaatkan FTA (Free Trade Agreement) Indonesia-China — dengan Certificate of Origin (Form E), kamu bisa mendapat pengurangan tarif bea masuk untuk produk-produk tertentu.
- Gunakan jasa impor end-to-end seperti AsiaCommerce — selain menghemat waktu, forwarder berpengalaman sering punya tarif bulk yang lebih murah dan bisa mengoptimalkan routing pengiriman.
Alur Proses Pengiriman Barang dari China ke Indonesia

Ini gambaran lengkap tahapan yang terjadi dari saat barang siap di gudang China hingga sampai ke tanganmu di Indonesia:
| Tahap | Proses | Estimasi Waktu |
| 1 | Pickup barang dari supplier/pabrik ke gudang forwarder di China | 1–3 hari |
| 2 | Konsolidasi & pengecekan barang, penyiapan dokumen ekspor | 1–3 hari |
| 3 | Proses bea cukai ekspor China (customs clearance export) | 1–2 hari |
| 4a | Transit udara dari bandara China ke bandara Indonesia | 1–3 hari |
| 4b | Transit laut dari pelabuhan China ke pelabuhan Indonesia | 10–25 hari |
| 5 | Proses bea cukai impor Indonesia (PIB, bayar pajak) | 2–5 hari |
| 6 | Pengiriman lokal dari bandara/pelabuhan ke gudang/toko kamu | 1–3 hari |
Total estimasi door-to-door: Via udara ±7–14 hari kerja | Via laut ±30–45 hari kalender. Waktu bisa lebih lama jika ada hambatan bea cukai (dokumen tidak lengkap, jalur merah, produk LARTAS).
Baca Juga : 9 Panduan Cara Impor Barang dari China ke Indonesia
Dokumen Wajib untuk Pengiriman Impor
Kelengkapan dokumen adalah kunci agar barang tidak tertahan di pelabuhan. Ini yang harus disiapkan:
| Dokumen | Keterangan | Disiapkan Oleh |
| Commercial Invoice | Nilai, jumlah, dan deskripsi barang. Dasar perhitungan bea masuk. | Supplier |
| Packing List | Rincian isi tiap karton: berat, dimensi, jumlah unit | Supplier |
| Bill of Lading (B/L) | Dokumen pengiriman laut, bukti barang ada di kapal | Forwarder/Pelayaran |
| Air Waybill (AWB) | Dokumen pengiriman udara (pengganti B/L) | Forwarder/Maskapai |
| Certificate of Origin (COO) | Bukti asal barang dari China, Form E untuk FTA ASEAN-China | Supplier/Kamar Dagang |
| PIB (Pemberitahuan Impor Barang) | Deklarasi resmi ke Bea Cukai Indonesia via INSW | Importir/PPJK |
| Izin/Sertifikasi Khusus | BPOM, SNI, izin Kemenkes — jika produk masuk kategori LARTAS | Importir |
Cara Memilih Jasa Pengiriman / Forwarder yang Tepat
Tidak semua forwarder sama. Ini kriteria yang harus kamu perhatikan saat memilih:
- Punya izin resmi sebagai PPJK (Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan)
- Berpengalaman dengan rute China–Indonesia dan paham regulasi impor Indonesia
- Transparan soal biaya — minta breakdown lengkap termasuk biaya tersembunyi
- Punya track record bagus: cek review klien sebelumnya
- Bisa handle dokumen lengkap, termasuk untuk produk yang memerlukan izin khusus
- Menyediakan update tracking secara berkala
Ingin Cara Kirim Barang dari China ke Indonesia Jadi Mudah? Yuk Konsultasikan Gratis Sekarang Juga!
AsiaCommerce Network menyediakan layanan pengiriman China–Indonesia end-to-end: dari pickup di supplier China, konsolidasi, pengurusan dokumen ekspor-impor, bea cukai, hingga pengiriman ke gudang kamu di Indonesia. Tim kami berpengalaman menangani ribuan shipment dengan berbagai jenis produk.
Kamu tidak perlu bingung lagi memilih jasa impor yang tepat, karena AsiaCommerce hadir dengan solusi lengkap. Yuk segera konsultasi GRATIS bersama Asia Commerce dengan cara klik di sini atau melalui link pada banner di bawah.
Mengapa Harus Impor Barang dari China?
China dikenal sebagai pusat produksi terbesar di dunia, yang sering dijuluki “pabrik dunia”. Negara ini mampu memproduksi barang dalam jumlah besar dengan harga yang sangat kompetitif. Hal ini membuat banyak pebisnis, bahkan konsumen individu, memilih impor dari China untuk memenuhi kebutuhan mereka. Selain itu, biaya produksi yang rendah di China memungkinkan harga barang jauh lebih murah dibandingkan negara lain, tetapi tetap memiliki kualitas yang layak untuk bersaing di pasar internasional.
Keunggulan lain dari impor barang dari China adalah variasi produknya yang sangat beragam. Apa pun kebutuhan kamu mulai dari produk elektronik, fashion, mainan, hingga perlengkapan rumah tangga semuanya tersedia dengan berbagai pilihan desain, spesifikasi, dan harga. China juga terkenal sebagai negara yang terus berinovasi, sehingga banyak produk mereka selalu mengikuti tren terbaru dan dilengkapi teknologi canggih. Impor barang dari China bukan hanya soal harga murah, tetapi bisa dimanfaatkan untuk peluang bisnis. Dengan memahami cara kirim barang impor dari China ke Indonesia, kamu dapat memanfaatkan untuk bisnismu agar lebih berkembang.
Baca Juga : Cara Memasarkan Barang Impor dari China di Marketplace Indonesia

FAQ’s
Berapa biaya kirim 1 kg dari China ke Indonesia?
Via udara: sekitar USD 4–8 per kg (tergantung forwarder dan rute). Via laut LCL: lebih efisien dihitung per CBM (±USD 80–150/CBM). Untuk barang di bawah 50 kg, umumnya udara lebih praktis.
Apakah bisa kirim barang dari China tanpa minimum order?
Bisa. Untuk udara, tidak ada minimum volume yang ketat. Untuk LCL, biasanya minimum sekitar 0,5 CBM. Tapi semakin kecil volume, semakin mahal biaya per unitnya karena ada biaya minimum handling.
Apakah ongkir sudah termasuk bea cukai dan pajak?
Biasanya tidak. Harga ongkir yang dikutip forwarder umumnya belum termasuk bea masuk, PPN, dan PPh Pasal 22. Biaya-biaya ini dihitung terpisah berdasarkan HS Code dan nilai CIF barang.
Apakah bisa kirim produk cair atau baterai dari China?
Bisa, tapi ada pembatasan. Cairan harus dikemas sesuai standar IATA untuk udara. Baterai lithium ada regulasi khusus. Selalu konfirmasi dengan forwarder sebelum mengirim barang jenis ini.
Apa itu CIF dan kenapa penting?
CIF adalah Cost + Insurance + Freight — total nilai barang ditambah asuransi dan ongkir ke pelabuhan Indonesia. Nilai ini adalah dasar perhitungan bea masuk dan pajak impor. Semakin tinggi nilai CIF, semakin besar pajak yang dibayarkan.