Diperbarui: 6 November 2026
Bagi banyak pebisnis Indonesia, China adalah sumber barang yang paling sering dipertimbangkan: pilihan produknya luas dan banyak pabrik melayani pesanan grosir. Namun, impor yang lancar butuh lebih dari sekadar menemukan harga murah. Legalitas usaha, izin barang, pengiriman, dokumen, serta bea masuk dan pajak perlu disiapkan sejak awal agar barang tidak tertahan dan biaya tidak membengkak.
Panduan ini merangkum cara import barang dari China ke Indonesia dalam 10 langkah, mulai dari memilih produk dan mencari supplier sampai barang tiba di gudang Anda, mengikuti aturan yang berlaku per November 2026.
Ringkasan: 10 Langkah Import Barang dari China
- Tentukan produk dan hitung kelayakannya.
- Siapkan legalitas usaha: NIB dan NPWP.
- Cek HS code dan aturan larangan/pembatasan (lartas).
- Cari supplier di sumber yang tepat.
- Verifikasi supplier sebelum membayar.
- Minta sampel, kunci spesifikasi, dan sepakati Incoterms.
- Atur pembayaran yang aman.
- Periksa kualitas sebelum barang dikirim.
- Pilih moda pengiriman dan siapkan dokumen.
- Selesaikan kepabeanan, bayar bea masuk dan pajak, lalu terima barang.
10 Langkah Import Barang dari China ke Indonesia
1. Tentukan Produk dan Hitung Kelayakannya
Mulailah dari produk yang permintaannya jelas di pasar Anda, bukan dari produk yang kebetulan murah di China. Setelah itu, hitung harga pokok barang sampai di gudang (landed cost), bukan hanya harga beli dari supplier. Komponennya meliputi harga barang, ongkos kirim internasional, asuransi, bea masuk, PPN dan PPh impor, biaya izin bila ada, biaya di pelabuhan, serta pengantaran ke gudang.
Untuk barang yang ringan tetapi besar, volume sering lebih menentukan ongkos kirim daripada berat. Anda bisa memperkirakan volume dalam CBM dengan kalkulator CBM kami. Bila margin masih aman setelah semua komponen dihitung, barulah lanjut ke langkah berikutnya.
2. Siapkan Legalitas Usaha: NIB dan NPWP
Untuk barang yang diperdagangkan, impor dilakukan oleh pelaku usaha yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dari sistem OSS. Menurut PMK 219/2019, NIB berlaku sebagai angka pengenal impor (API) sekaligus akses kepabeanan, sehingga dokumen impor bisa diajukan atas nama usaha Anda (DDTCNews, Desember 2024). Siapkan juga NPWP usaha, karena bea masuk dan pajak impor tercatat atas nama pemilik NIB.
API terbagi menjadi API umum (API-U) untuk barang yang diperdagangkan dan API produsen (API-P) untuk bahan baku atau barang modal yang dipakai sendiri dalam produksi. Memiliki API juga berpengaruh pada tarif PPh impor, seperti dijelaskan di langkah 10.
3. Cek HS Code dan Aturan Larangan/Pembatasan (Lartas)
HS code adalah kode klasifikasi barang. Di Indonesia, kode ini dipakai untuk menentukan tarif bea masuk dan apakah barang termasuk barang larangan dan pembatasan (lartas) yang memerlukan izin sebelum masuk. Anda bisa mengecek HS code dan ketentuan lartasnya di portal resmi Indonesia National Single Window (INSW).
Aturan umum impor saat ini adalah Permendag 16/2025 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor, ditambah delapan peraturan per klaster komoditas (Permendag 17 sampai 24/2025), misalnya tekstil, elektronik, dan barang konsumsi. Paket aturan ini berlaku sejak 29 Agustus 2025 dan menggantikan Permendag 36/2023 jo. Permendag 8/2024 (DDTCNews, Juli 2025).
Contoh izin yang sering dibutuhkan:
- SNI untuk produk wajib SNI, termasuk mainan dan pakaian bayi: lihat impor produk wajib SNI.
- Sertifikasi Postel dan K3L untuk elektronik nirkabel: lihat impor elektronik wireless.
- Izin BPOM dan halal untuk makanan dan minuman: lihat impor makanan dan minuman.
- Izin edar alat kesehatan: lihat impor alat kesehatan.
- Persetujuan impor dan laporan surveyor untuk tekstil, pakaian, dan alas kaki: lihat impor fashion.
Daftar yang lebih lengkap ada di artikel daftar barang lartas impor yang wajib izin. Urus izin sebelum barang dikirim, karena barang lartas tanpa izin bisa tertahan di pelabuhan.
4. Cari Supplier di Sumber yang Tepat
Ada beberapa jalur utama untuk menemukan supplier di China:
- Marketplace B2B internasional seperti Alibaba, Made-in-China, dan Global Sources. Supplier di sini umumnya terbiasa melayani pembeli luar negeri dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Panduannya: cara belanja di Alibaba.
- Marketplace domestik China seperti 1688 dan Taobao. Pilihan harganya lebih dekat ke harga pasar lokal China, tetapi antarmukanya berbahasa Mandarin dan pengiriman ke luar negeri biasanya perlu diatur lewat pihak di China. Panduannya: cara belanja di 1688.
- Pameran dagang seperti Canton Fair di Guangzhou, tempat Anda bisa bertemu banyak pabrik, melihat produk secara langsung, dan membandingkan penawaran dalam waktu singkat.
- Kunjungan langsung ke pabrik, terutama untuk pesanan besar atau produk dengan merek sendiri.
Perbandingan beberapa marketplace ada di artikel marketplace China terbaik.
5. Verifikasi Supplier sebelum Membayar
Harga murah tidak ada artinya bila barang tidak pernah dikirim atau kualitasnya jauh dari sampel. Sebelum membayar, lakukan pemeriksaan dasar berikut:
- Minta salinan izin usaha (business license) dan cocokkan nama perusahaan dengan rekening penerima pembayaran.
- Pastikan supplier adalah pabrik atau pedagang yang memang memegang stok, bukan perantara berlapis.
- Cek lama usaha, ulasan pembeli, dan riwayat transaksi di platform.
- Minta video atau panggilan video dari lokasi produksi, atau kunjungi langsung bila memungkinkan.
- Waspadai harga yang jauh di bawah pasaran dan permintaan pembayaran ke rekening pribadi.
Tips lanjutan: tips aman mencari supplier di Alibaba dan validasi supplier tangan pertama di 1688.
6. Minta Sampel, Kunci Spesifikasi, dan Sepakati Incoterms
Sampel adalah acuan kualitas untuk produksi massal. Setelah sampel disetujui, tuangkan semua detail ke dalam proforma invoice atau kontrak: spesifikasi bahan, ukuran, warna, kemasan, label, jumlah, harga, jadwal produksi, dan syarat pengiriman. Untuk produk yang wajib SNI atau BPOM, pastikan label dan kemasannya disiapkan sesuai ketentuan di Indonesia sejak tahap produksi.
Sepakati juga Incoterms, yaitu pembagian biaya dan tanggung jawab pengiriman antara Anda dan supplier. Yang umum dipakai antara lain EXW (barang diambil di pabrik), FOB (supplier menanggung sampai barang naik ke kapal di pelabuhan China), CIF (supplier menanggung ongkos kirim dan asuransi sampai pelabuhan tujuan), dan DDP (supplier menanggung sampai tempat tujuan, termasuk bea dan pajak). Penjelasannya ada di perbedaan CIF dan FOB dan pentingnya sampel sebelum produksi massal.
7. Atur Pembayaran yang Aman
Metode pembayaran yang umum dipakai dalam perdagangan dengan China:
- Transfer bank internasional (T/T), biasanya dibagi menjadi uang muka sebelum produksi dan pelunasan sebelum barang dikirim. Penjelasannya ada di apa itu telegraphic transfer.
- Letter of Credit (L/C) lewat bank, lebih formal dan cocok untuk nilai transaksi besar.
- Perlindungan transaksi di platform, misalnya Trade Assurance di Alibaba, yang menahan dana sesuai ketentuan platform.
Untuk supplier baru, hindari membayar penuh di muka. Simpan semua bukti pembayaran, invoice, dan percakapan pemesanan, karena dokumen ini juga menjadi bukti kepemilikan barang Anda.
8. Periksa Kualitas sebelum Barang Dikirim
Pemeriksaan sebelum pengiriman (pre-shipment inspection) jauh lebih murah daripada mengurus barang rusak yang sudah tiba di Indonesia. Hal yang perlu dicek: jumlah sesuai pesanan, fungsi dan ukuran sesuai sampel, kemasan cukup kuat untuk perjalanan laut atau udara, serta label dan tanda yang diwajibkan. Minta foto dan video hasil pemeriksaan, atau gunakan pihak ketiga yang memeriksa langsung di gudang supplier.
9. Pilih Moda Pengiriman dan Siapkan Dokumen
Ada tiga pilihan utama:
- Udara: paling cepat, cocok untuk barang kecil, ringan, atau bernilai tinggi. Biaya dihitung dari berat aktual atau berat volume, mana yang lebih besar.
- Laut LCL: berbagi kontainer dengan kiriman lain, cocok untuk volume kecil sampai menengah. Biaya dihitung per CBM atau per ton, mana yang lebih besar.
- Laut FCL: satu kontainer penuh (20 ft atau 40 ft), cocok untuk volume besar.
Perbandingan lengkapnya ada di halaman impor door to door dari China ke Indonesia, dan estimasi lama perjalanan di artikel cara kirim barang impor dari China ke Indonesia.
Dokumen yang umumnya disiapkan:
- Commercial invoice: nilai dan rincian barang.
- Packing list: isi, jumlah, berat, dan volume tiap kemasan.
- Bill of Lading (laut) atau Air Waybill (udara): bukti pengangkutan.
- Surat Keterangan Asal (SKA) Form E bila ingin memakai tarif bea masuk preferensi dalam perjanjian perdagangan bebas ASEAN–China (ACFTA), selama barang memenuhi ketentuan asal barang.
- Dokumen izin untuk barang lartas, seperti persetujuan impor, laporan surveyor, atau sertifikat SNI.
10. Selesaikan Kepabeanan, Bayar Bea Masuk dan Pajak, lalu Terima Barang
Setelah barang tiba, dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB) diajukan ke Bea Cukai melalui sistem kepabeanan. Barang lalu ditetapkan masuk jalur pemeriksaan tertentu, misalnya jalur hijau (dokumen saja) atau jalur merah (pemeriksaan fisik). Penjelasan tentang jalur merah ada di panduan redline Bea Cukai.
Pungutan yang dibayar saat impor:
- Bea masuk: tarifnya mengikuti HS code barang, dihitung dari nilai pabean (CIF, yaitu harga barang ditambah ongkos kirim dan asuransi). Tarif bisa lebih rendah bila memakai SKA Form E yang memenuhi syarat.
- PPN impor: sejak 1 Januari 2025, tarif PPN 12% dikenakan atas dasar pengenaan 11/12 dari nilai impor untuk barang yang bukan barang mewah, sehingga tarif efektifnya 11% (PMK 131/2024).
- PPh Pasal 22 impor: menurut PMK 51/2025, tarifnya 2,5% bila memakai API dan 7,5% bila tanpa API untuk barang umum, dengan tarif khusus 10%, 7,5%, atau 0,5% untuk barang tertentu yang tercantum dalam lampiran peraturan. Dasar pengenaannya adalah nilai impor, yaitu CIF ditambah bea masuk dan pungutan lainnya (DDTCNews, Maret 2026).
Cara menghitungnya dengan contoh ada di artikel cara menghitung pajak bea cukai impor. Setelah pungutan dilunasi dan barang mendapat persetujuan keluar, barang bisa diambil dari pelabuhan atau bandara dan diantar ke gudang Anda. Simpan seluruh dokumen impor dan bukti pembayaran dengan rapi untuk keperluan pembukuan dan pajak.
Komponen Biaya Impor dari China
| Komponen | Dasar perhitungan | Catatan |
|---|---|---|
| Harga barang | Harga di proforma invoice | Perhatikan Incoterms: EXW, FOB, CIF, atau DDP |
| Ongkos kirim dan asuransi | Berat atau volume, moda, dan rute | Udara: berat aktual atau berat volume; laut LCL: per CBM/ton; FCL: per kontainer |
| Bea masuk | Nilai pabean (CIF) × tarif sesuai HS code | Bisa lebih rendah dengan SKA Form E yang memenuhi syarat |
| PPN impor | 12% × 11/12 × nilai impor | Tarif efektif 11% untuk barang bukan barang mewah |
| PPh Pasal 22 impor | Tarif × nilai impor | 2,5% dengan API, 7,5% tanpa API (barang umum) |
| Izin dan sertifikasi | Sesuai jenis barang | Hanya untuk barang lartas |
| Biaya lokal dan pengantaran | Pelabuhan/bandara dan jarak ke gudang | Termasuk penanganan di pelabuhan atau bandara |
Nilai impor = nilai pabean (CIF) + bea masuk + pungutan lainnya. Sumber: PMK 131/2024 (pajak.go.id); PMK 51/2025 dan PMK 219/2019 (DDTCNews); Permendag 16–24/2025 (DDTCNews, 24 Juli 2025).
Kesalahan yang Paling Sering Terjadi
- Menghitung untung hanya dari harga supplier, tanpa ongkos kirim, bea masuk, dan pajak.
- Baru mengecek izin setelah barang dikirim, sehingga barang lartas tertahan di pelabuhan.
- Membayar penuh di muka kepada supplier yang belum diverifikasi.
- Tidak mengunci spesifikasi secara tertulis, sehingga hasil produksi berbeda dari sampel.
- Melewatkan pemeriksaan kualitas sebelum barang dikirim.
- Mencantumkan nilai atau jenis barang yang tidak sesuai di dokumen. Selain melanggar aturan, cara ini membuat barang berisiko ditahan dan dikenai sanksi.
Alat dan Sumber yang Bisa Anda Pakai
- Kalkulator CBM: menghitung volume kiriman untuk memperkirakan ongkos kirim laut dan berat volume udara.
- Portal INSW: mengecek HS code dan ketentuan lartas secara resmi.
- Panduan menghitung bea masuk dan pajak impor, lengkap dengan contoh.
Butuh Mitra untuk Mengurus Prosesnya?
Bila Anda ingin fokus pada penjualan, AsiaCommerce dapat membantu di tahap yang Anda perlukan:
- Solusi Pengadaan Impor Global: pengadaan barang, izin, kepabeanan, sampai pengiriman ke Indonesia.
- Solusi Pencarian Barang: mencari dan memverifikasi supplier di China.
- Impor door to door: barang dari supplier diantar sampai ke alamat Anda.
- Solusi Ekspansi Global: membawa produk Anda ke pasar Malaysia dan Filipina.
- Solusi Distribusi Marketplace: distribusi produk lewat marketplace di Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa syarat utama untuk import barang dari China?
Untuk barang yang diperdagangkan, Anda memerlukan NIB dari OSS (yang berlaku sebagai angka pengenal impor dan akses kepabeanan), NPWP, serta izin khusus bila barang termasuk lartas.
Apa itu HS code dan mengapa penting?
HS code adalah kode klasifikasi barang yang menentukan tarif bea masuk dan apakah barang memerlukan izin impor. Kesalahan HS code bisa membuat perhitungan biaya meleset atau barang tertahan.
Berapa pajak impor barang dari China?
Pungutannya terdiri dari bea masuk (sesuai HS code), PPN impor dengan tarif efektif 11% untuk barang bukan barang mewah, dan PPh Pasal 22 impor sebesar 2,5% dengan API atau 7,5% tanpa API untuk barang umum. Besarnya bergantung pada nilai barang, ongkos kirim, dan jenis barang.
Berapa lama barang dari China sampai ke Indonesia?
Bergantung pada moda pengiriman, rute, dan proses kepabeanan. Pengiriman udara lebih cepat daripada laut. Estimasinya ada di artikel cara kirim barang impor dari China ke Indonesia.
Apa bedanya Alibaba dan 1688?
Alibaba ditujukan untuk pembeli internasional dan umumnya berbahasa Inggris, sedangkan 1688 adalah marketplace grosir domestik China yang berbahasa Mandarin dan biasanya memerlukan pihak di China untuk pengiriman ke luar negeri.
Konsultasi Impor dari China
Ceritakan barang yang ingin Anda impor, perkiraan jumlahnya, dan kota tujuan. Tim kami akan membantu memetakan izin, biaya, dan pengirimannya.
Langkah berikutnya
Ingin mengimpor barang dari China secara resmi tanpa harus mengurus semuanya sendiri? Lihat bagaimana AsiaCommerce membantu pebisnis, dari pemesanan ke supplier sampai barang tiba di Indonesia.

0 Komentar