Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!

Dampak Jika Amerika Bangkrut Bagi Indonesia

by | May 31, 2023 | Impor

Isu mengenai Amerika bangkrut karena gagal membayar utang semakin ramai akhir-akhir ini. Hal itu membuat AS semakin dekat menuju jurang resesi. AS sedang mengalami kesulitan memperoleh pendanaan, mengingat plafon utangnya sudah di angka maksimal yaitu di US$31,4 triliun. Lalu apa dampaknya jika AS gagal membayar utangnya? Apa yang terjadi pada ekonomi dunia? Yuk simak pembahasannya pada blog berikut ini.

 

Bagaimana Amerika Bisa Punya Banyak Utang?

Amerika terancam bangkrut karena krisis ekonomi yang bisa membuatnya gagal membayar utang. Walaupun AS negara maju, namun mereka adalah negara defisit yang pengeluarannya lebih besar daripada pemasukan. Kenapa bisa defisit? Karena pendapatan dari pajak dan lain-lain tidak bisa menutup pengeluaran dari keperluan militer, bantuan negara, jaminan sosial, dan lain-lain.

 

Lalu kenapa tidak menaikkan pajak agar pendapatan bertambah dan mengurangi pengeluaran negara? Jawabannya adalah karena politik. Jika tidak bisa menaikkan pajak, kenapa tidak utang lagi? Sudah tidak bisa, karena utang AS sudah heat debt ceiling atau utangnya sudah mencapai plafon maksimal yaitu di angka US$31,4 triliun. 

 

Sebuah negara dikatakan bangkrut jika tidak bisa membayar utang-utangnya. Akibatnya bisa membuat pasar saham hancur, pekerjaan banyak yang hilang, krisis bank, dan lain sebagainya. AS sebagai salah satu negara terkuat secara ekonomi, berkontribusi sebesar 30% GDP (Gross Domestic Product) dari seluruh dunia.

 

Itu tadi adalah penjelasan singkat mengenai bagaimana AS bisa punya banyak utang dan ada kemungkinan bakal bangkrut. Lalu apa dampaknya terhadap dunia dan khususnya bagi Indonesia? Mari kita bahas satu per satu.

 

Kenapa Amerika Negara Defisit?

AS selama ini sebagai negara defisit selalu ‘gali lubang tutup lubang’ maksudnya setiap kali kekurangan uang, mereka membuat surat utang (US Treasury Bond) yang dibeli oleh negara lain. Hal tersebut secara tidak langsung utang ke negara lain. 

 

Salah satu alasan kenapa AS menjadi negara defisit adalah karena aging populations. Populasi di AS sudah mulai berumur dan memasuki masa pensiun, lalu jaminan sosial dan benefit kesehatan juga sudah mulai terpakai. Hal itu tentu memakan anggaran negara yang besar.

 

AS juga pernah mengalami krisis ekonomi di tahun 2008, mereka mengeluarkan uang yang banyak untuk mengakuisisi bank-bank swasta. Tentu uang yang didapat adalah hasil dari utang. 

 

Apa yang Terjadi Jika Amerika Bangkrut?

amerika bangkrut

Satu hal yang yang pasti terjadi jika Amerika bangkrut adalah orang-orang atau negara menjadi tidak percaya kepada AS. Negara yang memiliki ekonomi terkuat tapi ternyata malah bangkut bisa membuat banyak pihak hilang kepercayaan. Beberapa dampak yang terjadi jika Amerika bangkrut di antaranya :

1. Pasar Saham Hancur

Saat tingkat kepercayaan rendah, aset-aset risiko tinggi akan menurun. Orang-orang akan menarik semua uang untuk mengamankan asetnya. Secara tidak langsung, bisnis-bisnis besar yang menguasai pasar saham juga berpotensi untuk runtuh atau bangkrut juga.

2. Bank Run

Hampir sama dengan pasar saham, orang-orang sudah mulai tidak percaya pada sistem perbankan. Nasabah akan menarik semua uangnya dari bank, sehingga bank tidak memiliki liquidity dan terancam bangkrut. Mau tidak mau pilihannya adalah dengan menaikkan suku bunga agar perekonomian tetap stabil. Efek lainnya membuat barang-barang menjadi lebih mahal, inflasi, dan lain-lain.

 

Solusi dari Ancaman Kebangkrutan

Dari semua penjelasan di atas kenapa AS bisa punya banyak hutang dan menjadi negara defisit, sebenarnya ada tiga solusi yang bisa diterapkan yaitu : 

1. Meningkatkan Pendapatan

Salah satu cara meningkatkan pendapatan negara adalah dengan menaikkan pajak. Khususnya untuk orang-orang kaya atau milyarder di AS. Namun faktanya selama ini orang-orang kaya tersebut ternyata pajaknya tergolong kecil. Itu karena mereka menempatkan aset-asetnya di luar negeri, sehingga pajaknya menjadi rendah. 

 

2. Mengurangi Pengeluaran

Pengeluaran yang boleh dikurangi adalah pengeluaran yang bersifat non-defense discretionary spending. Pengeluaran yang tidak boleh dikurangi antara lain seperti keperluan militer dan jaminan sosial. Sedangkan untuk sektor pengeluaran yang boleh dikurangi seperti edukasi, bantuan medis, jaminan pensiun, dan lain-lain.

 

3. Berhutang Lagi

Solusi terakhir adalah dengan berhutang lagi, namun masalahnya debt limit sudah mencapai maksimal di angka US$31,4 triliun. Sehingga harus bernegosiasi lagi untuk menaikkan plafon atau batas utangnya. Akan tetapi ini cukup dilema karena seperti yang sudah disampaikan dengan metode tutup lubang gali lubang ini akan berdampak pada bunga yang semakin mahal.  Pengeluaran pun juga ikut menjadi lebih besar. 

 

Dampaknya Bagi Indonesia

amerika bangkrut

Ancaman kebangkrutan atau resesi di AS bisa saja berdampak untuk negara lain seperti halnya Indonesia. Runtuhnya negara superpower seperti AS akan mengguncang perekonomian seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Dampak dari gagal membayar utang bisa berupa permintaan impor AS dari berbagai negara berpotensi mengalami penurunan drastis.

 

Selain itu, investor pemegang US Treasury Bond atau surat utang pemerintah AS akan mengalami kerugian. Berbagai negara secara masif pelan-pelan mulai meninggalkan mata uang dollar AS dan mencari alternatif. US Treasury Bond merupakan salah satu aset yang paling berpengaruh di dunia. Aset yang biasa diberi istilah risk free atau bebas risiko, sebenarnya bisa mengalami kegagalan bayar dan akan ‘meledakkan bom’ pada sistem keuangan global.

 

Pengaruhnya bisa berdampak ke negara berkembang, salah satunya Indonesia. Karena hampir semua sistem hampir terhubung seperti perdagangan global, sistem perbankan, investasi, dan lain sebagainya. Banyak orang Indonesia yang memiliki aset saham atau berinvestasi di perusahaan AS, berpengaruh juga terhadap industri ekspor dan impor.

Baca juga : 8 Komoditas Ekspor Indonesia ke Amerika Serikat

 

Kesimpulan

Masalah krisis ekonomi di AS ini sebenernya dilema antara kepentingan politik dan kesejahteraan ekonomi. Di AS saat ini sedang persiapan pemilihan presiden untuk tahun depan, sehingga dari kacamata politik pasti ingin membuat citra pemerintahan baik di mata rakyat. Akan tetapi kondisi ini bisa mengancam kesejahteraan ekonomi dan kemakmuran rakyat AS. 

 

Sehingga jalan yang tersedia ada dua, yang pertama adalah pemerintah berhutang lagi dan tidak melakukan pengurangan anggaran. Dari pandangan rakyat, kebijakan tersebut dianggap baik karena dari segi jaminan sosial, bantuan negara, dan benefit lain yang didapatkan oleh masyarakat tidak dikurangi. Namun efeknya utang negara semakin membengkak dan terancam menuju resesi.

 

Pilihan kedua adalah menambah pendapatan negara dengan menaikkan pajak. Ini pilihan yang bagus untuk jangka panjang dan bisa menstabillkan ekonomi negara. Namun di sisi lain rakyat akan menderita karena kenaikan pajak. Efeknya membuat rakyat memiliki pandangan buruk terhadap pemerintahan AS.

 

Nah itulah penjelasan mengenai dampak jika Amerika bangkrut bagi Indonesia. Kamu ingin memulai bisnis impor tapi bingung cara memulainya? Yuk bergabung dengan AsiaCommerce!

Dengan bergabung di AsiaCommerce kamu akan di berikan berbagai pelayanan yang akan memudahkan serta memenuhi kebutuhan kamu dalam berbisnis impor, mulai dari penentuan produk, konsultasi ekspor dan impor, konsolidasi paket, pengiriman logistik, inspeksi kualitas, pengadaan barang, jasa pengiriman, sampai pengurusan berbagai dokumen, perpajakan serta bea cukai, agar kamu dapat secara penuh fokus kedalam bisnis kamu. Sehingga kamu cukup memesan barang dengan jenis yang dinginkan dan menunggu barang sampai di tempat. Jadi tunggu apa lagi? Yuk segera bergabung bersama kami. Klik di sini atau banner di bawah untuk informasi lebih lanjut.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments