Import Furniture dari China: Benarkah Lebih Murah? Ini Hal yang Wajib Dipahami Pebisnis

by | Sep 1, 2026 | Impor, Product Sourcing

Penulis: Tim Riset Sourcing AsiaCommerce
Peran: Spesialis Sourcing & Pengadaan Impor, AsiaCommerce
Tanggal Publish: 1 September 2026

ASIACOMMERCE - Import furniture China terlihat semakin menarik ketika produk furnitur impor mendapatkan ruang besar di pasar Indonesia.

China memiliki ekosistem manufaktur yang mampu menghasilkan furnitur dengan variasi desain, material, fungsi, dan rentang harga sangat luas.

Data Kementerian Perindustrian dan BPS menunjukkan nilai impor furnitur HS 9401–9403 meningkat sekitar enam persen menjadi sekitar US$0,82 miliar.

Selain itu, China tetap menjadi salah satu negara pemasok penting bagi kebutuhan furnitur impor Indonesia.

Produk berbasis MDF, logam, plastik, serta desain knock-down menawarkan alternatif menarik bagi berbagai segmen pasar.

Sementara itu, HIMKI menyebut produk mebel Indonesia rata-rata sekitar 30 persen lebih mahal dibandingkan produk Vietnam dan China.

Namun demikian, selisih harga tersebut tidak berarti pebisnis cukup menemukan produk murah lalu mengirimkannya ke Indonesia.

Ada proses pencarian supplier, verifikasi, negosiasi, quality control, perhitungan biaya, regulasi, impor, hingga logistik yang saling berkaitan.

Kesalahan pada satu tahapan dapat mengurangi margin bahkan sebelum produk berhasil masuk ke pasar.

Karena itu, peluang import furniture sebaiknya dipandang sebagai proses pengadaan menyeluruh, bukan sekadar transaksi pembelian barang.

AsiaCommerce menangani kebutuhan tersebut secara terintegrasi melalui PT Exim Jaya Abadi dan PT Kalimas Mitra Perkasa sejak 2016.

Mengapa Import Furniture China Terlihat Lebih Menarik?

China mempunyai ekosistem manufaktur furnitur berskala besar yang membuat variasi produk dan kapasitas produksinya sangat kompetitif.

Skala produksi tersebut memungkinkan pabrik menawarkan beragam desain untuk kebutuhan rumah, kantor, hospitality, hingga bisnis retail.

Selain itu, penggunaan MDF, logam, plastik, dan material komposit memungkinkan produsen menyasar banyak tingkat harga.

Sistem knock-down juga membuat beberapa kategori furnitur lebih praktis untuk diproduksi dan didistribusikan dalam volume besar.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan produk China banyak menarik perhatian pelaku bisnis Indonesia.

Sementara itu, HIMKI menyebut produk mebel Indonesia rata-rata sekitar 30 persen lebih mahal dibandingkan produk Vietnam dan China.

Namun demikian, angka tersebut tidak berarti semua furnitur China otomatis lebih murah setelah tiba di Indonesia.

(BACA JUGA: Cara Sourcing Baby Product Berkualitas dari Pabrik China)

Harga dari pabrik hanyalah salah satu bagian dari keseluruhan proses pengadaan lintas negara.

Material, spesifikasi, kualitas finishing, konstruksi, kemasan, pengiriman, pajak, dan regulasi dapat memengaruhi biaya akhirnya.

Selain itu, karakter furnitur membuat risiko logistik berbeda dibandingkan produk kecil yang lebih mudah dikirim.

Barang berukuran besar dapat membutuhkan pengaturan ruang, kemasan, gudang, dan distribusi yang lebih kompleks.

Karena itu, pebisnis sebaiknya tidak menentukan keputusan hanya berdasarkan harga yang tercantum pada katalog supplier.

Penawaran yang terlihat murah dapat berubah ketika spesifikasi atau kualitas barang ternyata tidak memenuhi kebutuhan pasar.

Di sisi lain, peluangnya tetap besar ketika produk, supplier, biaya, dan proses impor dikelola secara tepat.

AsiaCommerce membantu pebisnis menilai kebutuhan tersebut tanpa harus menangani setiap tahapan pengadaan secara mandiri.

Tim AsiaCommerce dapat menangani pencarian produk, supplier, negosiasi, pengecekan kualitas, hingga koordinasi proses impor.

Dengan pendekatan tersebut, pebisnis dapat lebih fokus menentukan target pasar, positioning, dan strategi penjualan.

Berdasarkan pengalaman AsiaCommerce, pengadaan yang terintegrasi membantu bisnis melihat peluang berdasarkan biaya dan risiko secara lebih menyeluruh.

Biaya Import Furniture China Tidak Hanya Soal Harga Barang

Harga yang diberikan supplier sering menjadi angka pertama yang menarik perhatian ketika pebisnis mempertimbangkan furnitur dari China.

Namun demikian, angka tersebut belum menggambarkan keseluruhan biaya sampai produk siap digunakan atau dijual di Indonesia.

Karakter furnitur membuat perhitungan biaya menjadi lebih kompleks karena ukuran dan konstruksi sangat memengaruhi kebutuhan logistik.

Produk knock-down, misalnya, dapat memiliki kebutuhan ruang berbeda dibandingkan furnitur yang dikirim dalam kondisi sudah dirakit.

Selain itu, material seperti MDF, kayu, logam, kaca, atau kombinasi beberapa bahan memiliki karakter penanganan berbeda.

Risiko kerusakan selama perjalanan juga perlu diperhitungkan karena furnitur memiliki banyak sudut dan permukaan yang sensitif.

Di sisi lain, proses impor dapat melibatkan komponen biaya kepabeanan dan pajak sesuai klasifikasi barang terkait.

HS Code yang berbeda dapat menghasilkan perlakuan impor yang berbeda pula.

Karena itu, memperkirakan keuntungan hanya dengan mengurangi harga supplier dari harga jual berpotensi menghasilkan perhitungan yang keliru.

Pebisnis juga perlu memahami bahwa harga termurah belum tentu memberikan nilai pengadaan terbaik.

Supplier dengan kualitas tidak konsisten dapat menciptakan kerugian melalui produk cacat, retur, atau keterlambatan produksi.

Sebaliknya, supplier yang tepat dapat memberikan keseimbangan lebih baik antara harga, spesifikasi, kualitas, dan kapasitas.

Semua komponen tersebut perlu dianalisis sebagai satu kesatuan sebelum pesanan dilakukan.

AsiaCommerce membantu melakukan analisis biaya pengadaan berdasarkan kebutuhan produk dan skema impor setiap klien.

Tim kami juga membantu komunikasi serta negosiasi dengan supplier agar spesifikasi dan struktur penawaran lebih jelas.

Selanjutnya, proses pengadaan dapat diteruskan melalui koordinasi quality control, pengiriman, kepabeanan, dan kebutuhan logistik.

(BACA JUGA: Import Kosmetik dari China Makin Dilirik: Syarat dan Peluang Bisnis 2026)

Dengan begitu, pebisnis tidak perlu membangun sendiri proses pengadaan lintas negara yang memiliki banyak variabel.

AsiaCommerce mengintegrasikan tahapan tersebut agar klien memperoleh gambaran biaya yang lebih transparan sebelum mengambil keputusan bisnis.

Regulasi Import Furniture China Tidak Bisa Diabaikan

Regulasi menjadi bagian penting dalam import furniture China karena persyaratan dapat berbeda berdasarkan material dan karakter produknya.

Indonesia memiliki berbagai Standar Nasional Indonesia yang berkaitan dengan furnitur untuk kategori dan penggunaan tertentu.

Basis data BSN mencantumkan standar untuk sejumlah produk seperti meja, kursi, lemari, dan tempat tidur.

Namun demikian, keberadaan sebuah SNI tidak otomatis membuat seluruh furnitur memiliki kewajiban sertifikasi yang sama.

Status penerapan harus dilihat berdasarkan produk, regulasi pemberlakuan, penggunaan, dan ketentuan terbaru yang berlaku.

Selain itu, material yang digunakan dapat menghadirkan kebutuhan pemeriksaan berbeda.

Produk berbahan kayu memiliki karakter dokumentasi dan persyaratan yang berbeda dibandingkan furnitur logam atau plastik.

Sementara itu, MDF dan papan komposit membutuhkan perhatian terhadap spesifikasi material dan aspek keamanan terkait.

Kesalahan memahami klasifikasi produk juga dapat berdampak terhadap proses kepabeanan.

Karena itu, aspek regulasi idealnya diperiksa sebelum bisnis membuat komitmen pembelian kepada supplier.

Pendekatan tersebut membantu mencegah situasi ketika produk sudah diproduksi tetapi kemudian menghadapi kendala dokumen.

Namun, pebisnis tidak harus mempelajari seluruh regulasi tersebut dan menangani prosesnya sendiri.

AsiaCommerce membantu mengidentifikasi kebutuhan pengadaan berdasarkan produk yang ingin didatangkan oleh klien.

Tim kemudian mengoordinasikan proses sourcing dengan aspek regulasi, dokumentasi, pengiriman, dan kepabeanan yang relevan.

Dengan begitu, proses tidak terpecah antara supplier, jasa pengiriman, konsultan, dan berbagai pihak yang tidak terkoordinasi.

Pendekatan terintegrasi juga membantu mengurangi risiko informasi berbeda pada setiap tahapan pengadaan.

Selain itu, klien dapat mengetahui potensi kendala lebih awal sebelum transaksi bergerak terlalu jauh.

Berdasarkan pengalaman AsiaCommerce, pemeriksaan sejak awal jauh lebih efektif dibandingkan menyelesaikan masalah setelah barang dikirim.

AsiaCommerce menjadi partner pengadaan yang menghubungkan kebutuhan bisnis Indonesia dengan ekosistem supplier China secara lebih terstruktur.

Mengapa Sourcing Furniture Lebih Efisien Bersama AsiaCommerce?

Pilihan supplier furnitur di China sangat luas, tetapi banyaknya pilihan justru dapat membuat proses sourcing menjadi kompleks.

Satu desain serupa dapat ditawarkan oleh berbagai supplier dengan material, kualitas, konstruksi, dan harga berbeda.

Foto produk yang terlihat identik juga belum tentu menggunakan spesifikasi yang sama.

Karena itu, menemukan supplier bukan sekadar mengetik nama produk pada marketplace B2B dan memilih harga termurah.

Pebisnis perlu memastikan supplier mampu menghasilkan barang sesuai kebutuhan bisnis secara konsisten.

Namun demikian, seluruh proses tersebut tidak harus ditangani sendiri oleh pemilik bisnis.

(BACA JUGA: Launching a Cosmetics Brand Across Indonesia, Malaysia, and the Philippines: What Changes at Each Border)

AsiaCommerce membantu klien mulai dari pencarian produk dan supplier berdasarkan kebutuhan yang sudah ditentukan.

Selanjutnya, tim dapat membantu komunikasi dengan supplier China sehingga spesifikasi dan kebutuhan bisnis tersampaikan lebih jelas.

Proses juga dapat mencakup verifikasi, negosiasi, pengadaan, quality control, serta koordinasi pengiriman ke Indonesia.

Selain itu, kebutuhan kepabeanan dan logistik dapat diintegrasikan dalam alur pengadaan yang sama.

Pendekatan tersebut membuat bisnis tidak perlu mengoordinasikan banyak vendor secara terpisah untuk satu proses impor.

Klien juga dapat memperoleh visibilitas biaya yang lebih jelas sebelum memutuskan pembelian.

Di sisi lain, AsiaCommerce tidak hanya relevan bagi bisnis yang sudah terbiasa melakukan impor dalam volume besar.

Pebisnis yang baru ingin mengembangkan produk dari China juga dapat menggunakan layanan sourcing sesuai kebutuhan bisnisnya.

Dengan begitu, tim internal dapat lebih fokus pada branding, pemasaran, penjualan, dan pengembangan pasar.

AsiaCommerce menangani pekerjaan operasional pengadaan yang membutuhkan jaringan, komunikasi supplier, dan pengalaman lintas negara.

Sejak 2016, pengalaman tersebut terus dikembangkan untuk membantu kebutuhan pengadaan berbagai kategori produk.

Layanan dijalankan melalui PT Exim Jaya Abadi dan PT Kalimas Mitra Perkasa sebagai bagian dari ekosistem AsiaCommerce.

Karena itu, import furniture China dapat dikelola sebagai proses bisnis terintegrasi dari sourcing hingga barang tiba di Indonesia.

Ingin konsultasi langsung soal import furniture China untuk bisnis Anda?

Hubungi tim AsiaCommerce lewat WhatsApp di +62 877-7704-7097 untuk mendapatkan pendampingan sourcing, pengadaan, impor, dan logistik furniture dari China. (*)

AsiaCommerce: Solusi Pengadaan Global dan Distribusi Asia Tenggara Anti Ribet & Dijamin Aman

0 Comments