Penulis: Tim Riset Sourcing AsiaCommerce
Peran: Spesialis Product Sourcing & Pengadaan Impor, AsiaCommerce
Tanggal Publish: 9 September 2026
ASIACOMMERCE - Import perlengkapan bayi dari China semakin menarik seiring pertumbuhan pasar ibu dan bayi di Indonesia.
Pasar perlengkapan dan perawatan bayi nasional diproyeksikan mencapai sekitar US$2 miliar atau Rp31 triliun pada 2026.
Selain itu, pasar tersebut diperkirakan terus berkembang hingga mencapai sekitar US$2,7 miliar pada 2031.
Peluang ini didukung kebutuhan orang tua terhadap produk yang aman, praktis, berkualitas, dan sesuai kebutuhan anak.
China sendiri memiliki ekosistem manufaktur luas untuk berbagai kategori perlengkapan bayi dan anak.
Namun demikian, kategori bayi membutuhkan tingkat kehati-hatian lebih tinggi dibandingkan banyak produk konsumsi lainnya.
Kesalahan kualitas dapat berhubungan langsung dengan keselamatan dan kesehatan kelompok konsumen yang sangat rentan.
Selain itu, beberapa kategori dapat bersinggungan dengan ketentuan SNI, BPOM, tekstil, keamanan pangan, atau regulasi impor.
Karena itu, memilih produk berdasarkan harga supplier saja dapat menciptakan risiko bagi bisnis.
AsiaCommerce membantu menangani sourcing, verifikasi supplier, negosiasi, quality control, koordinasi dokumen, impor, hingga logistik.
Dengan begitu, pebisnis dapat mengembangkan kategori baby product tanpa membangun seluruh proses pengadaan China secara mandiri.
Mengapa Import Perlengkapan Bayi Menarik pada 2026?
Pasar ibu dan bayi Indonesia masih menunjukkan prospek pertumbuhan meskipun konsumen semakin selektif dalam membelanjakan uang.
Pada 2026, nilai pasar perlengkapan dan perawatan bayi diproyeksikan mencapai sekitar Rp31 triliun.
Selain itu, pameran Willow Baby Expo 2026 di Surabaya menghadirkan 282 brand dari berbagai kategori ibu dan anak.
Kondisi tersebut memperlihatkan besarnya pilihan sekaligus kompetisi yang dihadapi bisnis pada kategori ini.
(BACA JUGA: Import Alat Kesehatan dari China 2026: Peluang Besar, Tapi Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?)
Sementara itu, konsumen tidak lagi hanya mempertimbangkan harga ketika membeli kebutuhan bayi.
Keamanan, kualitas bahan, kenyamanan, fungsi, ulasan, dan reputasi merek semakin memengaruhi keputusan pembelian.
Karena itu, peluang produk murah dari China harus diseimbangkan dengan tuntutan kualitas yang semakin tinggi.
Produk yang terlihat menarik pada katalog belum tentu sesuai dengan ekspektasi orang tua di Indonesia.
Selain itu, beberapa kategori mempunyai persyaratan keselamatan dan regulasi yang berbeda berdasarkan fungsi serta materialnya.
Hal tersebut membuat proses pengadaan perlengkapan bayi membutuhkan seleksi yang lebih hati-hati.
Namun demikian, kompleksitas tersebut tidak berarti pebisnis harus menguasai seluruh proses sourcing sendiri.
AsiaCommerce membantu menghubungkan kebutuhan bisnis dengan ekosistem supplier dan manufaktur di China.
Selanjutnya, tim dapat menangani pencarian supplier, verifikasi, negosiasi, quality control, koordinasi dokumen, impor, dan logistik.
Dengan pendekatan tersebut, pebisnis dapat lebih fokus pada branding, pemasaran, distribusi, dan pengembangan pasar.
Sejak 2016, AsiaCommerce menjalankan layanan pengadaan lintas negara melalui PT Exim Jaya Abadi dan PT Kalimas Mitra Perkasa.
Produk Bayi China Apa yang Memiliki Peluang?
Peluang kategori bayi dapat dilihat dari kebutuhan yang digunakan secara rutin maupun produk yang mendukung aktivitas orang tua.
Pertama, baby lotion dan cream memiliki permintaan karena digunakan untuk membantu perawatan kulit bayi.
Kedua, sabun dan sampo bayi termasuk kebutuhan rutin yang mempunyai potensi pembelian berulang.
Ketiga, baby oil dan produk perawatan sejenis tetap relevan dengan kebutuhan keluarga Indonesia.
Namun demikian, produk perawatan tubuh memiliki aspek regulasi yang berbeda dari perlengkapan bayi nonkosmetik.
Keempat, pakaian dan tekstil bayi menawarkan ruang besar untuk variasi desain, material, ukuran, dan positioning merek.
Kelima, perlengkapan makan dan minum bayi dapat berkembang mengikuti kebutuhan produk yang praktis dan mudah digunakan.
Keenam, perlengkapan penyimpanan serta organizer bayi menarik karena membantu orang tua mengelola banyak kebutuhan harian.
Ketujuh, mainan untuk bayi dan anak juga mempunyai pasar luas, tetapi aspek keselamatannya harus mendapatkan perhatian khusus.
Kemenperin menegaskan mainan anak termasuk produk yang diberlakukan SNI secara wajib.
Selain itu, pengujian dapat berkaitan dengan aspek fisik, mekanis, mudah terbakar, kandungan tertentu, dan keamanan elektrik.
Karena itu, daftar produk potensial tidak boleh dipahami sebagai rekomendasi untuk langsung melakukan impor.
(BACA JUGA: Import Makanan dari China 2026: 7 Produk yang Punya Peluang Besar untuk Dijual di Indonesia)
AsiaCommerce membantu klien menyaring kategori berdasarkan kebutuhan bisnis, spesifikasi, kualitas, dan persyaratan produk.
Selanjutnya, proses dapat diteruskan melalui sourcing, verifikasi supplier, negosiasi, quality control, pengadaan, impor, dan logistik.
Dengan begitu, pebisnis tidak perlu mencoba banyak supplier secara mandiri hanya untuk menemukan produk yang sesuai.
Regulasi Import Perlengkapan Bayi Perlu Diperiksa Sejak Awal
Regulasi produk bayi tidak dapat disamaratakan karena persyaratannya dapat berbeda berdasarkan fungsi, material, dan klasifikasi barang.
Sebagai contoh, pemerintah memberlakukan SNI wajib terhadap mainan anak untuk memberikan perlindungan keselamatan kepada konsumen.
Selain itu, skema sertifikasi Kemenperin 2026 masih mencantumkan mainan sebagai kategori SNI wajib.
Produk tekstil tertentu juga berada dalam kebijakan impor yang mengatur perizinan, verifikasi teknis, serta pengawasan border atau post-border.
Sementara itu, produk perawatan bayi yang masuk kategori kosmetik dapat bersinggungan dengan ketentuan BPOM yang berbeda.
Produk yang berkaitan dengan pangan atau kontak pangan juga memiliki aspek keamanan tersendiri.
Pada 2026, BPOM menerbitkan Peraturan Nomor 11 Tahun 2026 tentang Kemasan Pangan.
Aturan tersebut memperbarui ketentuan keamanan kemasan untuk mengendalikan risiko zat yang dapat bermigrasi ke pangan.
Karena itu, pebisnis sebaiknya tidak menyimpulkan kewajiban regulasi hanya berdasarkan nama umum sebuah produk.
HS Code, fungsi, material, usia pengguna, dan klasifikasi produk dapat menentukan persyaratan yang berbeda.
Namun demikian, seluruh detail tersebut tidak harus dipelajari dan ditangani sendiri oleh pemilik bisnis.
AsiaCommerce membantu mengoordinasikan kebutuhan sourcing dengan pemeriksaan dokumen dan persyaratan yang relevan.
Selanjutnya, proses pengadaan dapat diteruskan dengan supplier, quality control, impor, serta logistik dalam alur yang terintegrasi.
Dengan begitu, potensi kendala dapat diketahui lebih awal sebelum bisnis membuat komitmen pengadaan lebih besar.
Mengapa Keamanan Produk Bayi Tidak Boleh Dikompromikan?
Kategori bayi membutuhkan kehati-hatian tinggi karena pengguna akhirnya termasuk kelompok konsumen yang sangat rentan.
Kasus penarikan formula bayi impor pada Januari 2026 menunjukkan pentingnya pengawasan bahkan terhadap produk yang sudah memiliki izin edar.
BPOM menerima notifikasi global mengenai potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku ARA oil tertentu.
Produk yang terdampak adalah dua bets S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk bayi usia nol hingga enam bulan.
Namun demikian, pengujian BPOM terhadap sampel dua bets tersebut menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi.
Sebagai langkah kehati-hatian, distribusi dihentikan dan perusahaan melakukan penarikan sukarela terhadap bets terdampak.
Selanjutnya, sebanyak 1.492,2 kilogram produk hasil penarikan dimusnahkan pada April 2026.
Kasus tersebut tidak berkaitan dengan produk China, tetapi memberikan pelajaran penting tentang pengadaan kategori bayi secara umum.
(BACA JUGA: Private Label Cosmetics from China: From Supplier Selection to Indonesia Compliance)
Keamanan produk tidak berhenti ketika supplier sudah dipilih atau barang sudah memasuki pasar.
Sebaliknya, kualitas, dokumentasi, ketertelusuran, dan kepatuhan harus menjadi bagian dari rantai pengadaan.
Karena itu, harga termurah tidak seharusnya menjadi faktor utama dalam menentukan produk untuk bayi.
AsiaCommerce membantu bisnis menangani pengadaan dari China dengan pendekatan yang lebih terstruktur.
Tim dapat membantu sourcing, verifikasi supplier, negosiasi, quality control, koordinasi dokumen, proses impor, hingga kebutuhan logistik.
Selain itu, klien tidak harus menghubungkan berbagai pihak secara terpisah untuk menjalankan satu proses pengadaan.
Dengan pendekatan all-in, bisnis dapat lebih fokus membangun merek, distribusi, kepercayaan konsumen, dan pertumbuhan pasar.
Ingin konsultasi langsung soal import perlengkapan bayi untuk bisnis Anda?
AsiaCommerce: Solusi Pengadaan Global dan Distribusi Asia Tenggara Anti Ribet & Dijamin Aman

0 Comments