Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!

Pro dan Kontra Larangan Impor Pakaian Bekas

by | Apr 13, 2023 | Impor

Presiden Jokowi menegaskan pelarangan impor baju bekas yang dinilai berpotensi mematikan industri tekstik dalam negeri. Namun, upaya ini nyatanya berimbas kepada pedagang pakaian bekas atau biasa dikenal dengan thrifting yang tren saat ini. Ketika pakaian impor bekas masuk ke wilayah Indonesia, harganya pasti sangat murah dan mengakibatkan produk-produk dalam negeri kalah bersaing.

 

Pedagang resah saat pemerintah mempertegas regulasi larangan impor pakaian bekas. Namun, pengamat menilai ini langkah yang tepat untuk mengajak masyarakat mencintai produk dalam negeri sekaligus melindungi UMKM. Ada banyak pro dan kontra dari pemberlakuan larangan ini. Yuk simak penjelasan larangan impor pakaian bekas dalam blog berikut ini.

 

Tren Impor Pakaian Bekas

larangan impor pakaian bekas

Berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS), impor pakaian bekas Indonesia mencapai 26,22 ton dengan nilai US$272.146 pada 2022. Jumlah tersebut meningkat 230,40% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 7,94 ton dengan nilai US$44.136. Dilihat dari trennya, impor pakaian bekas di Indonesia mengalami fluktuasi dalam satu dekade terakhir. Barang dengan HS Code 63090000 tersebut mencatatkan impor mencatatkan impor terbanyak dengan volume 417,73 ton dan nilai US$6,08 juta pada 2019 yang lalu.

 

Volume dan nilai impor pakaian bekas ke Indonesia sempat memuncak di tahun 2019. Namun, angkanya turun drastis pada 2020 seiring dengan munculnya pandemi Covid-19. Sejak saat itu angka impor terus menurun. Jika melihat dari perspektif lebih luas, angka tersebut menjadi bukti jika barang dengan HS Code 63090000 ini memiliki pasar yang besar di Indonesia dan menyebabkan industri lokal kalah bersaing di pasar dalam negeri sendiri.

Baca juga : Cara Cek HS Code Untuk Barang Ekspor Impor

 

Hukum Impor Pakaian Bekas

Larangan impor pakaian bekas sendiri sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 40 Tahun 2022 tentang perubahan Permendag No 18 tahun 2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Dilarang Impor.

 

Pada pasal 2 ayat 3 disebutkan bahwa barang yang dilarang impor, antara lain kantong bekas, karung bekas, dan pakaian bekas. Barang-barang bekas itu dilarang diimpor karena berdampak buruk bagi ekonomi domestik, terutama UMKM serta buruk untuk kesehatan penggunanya.

 

Selain itu, dijelaskan juga secara terpisah pada Permendag No 18 tahun 2021, importir dilarang mengimpor barang yang dilarang impor. Bagi yang melanggar ketentuan larangan impor pakaian bekas akan dikenai sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yaitu diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp5 miliar.

 

Pro dan Kontra Impor Pakaian Bekas

larangan impor pakaian bekas

Dengan adanya pelarangan impor untuk pakaian bekas, tentunya ada pihak yang pro maupun kontra terhadap penerapan kebijakan ini. Berikut beberapa pro dan kontra mengenai impor pakaian bekas.

 

Pro

  1. Harga yang ditawarkan murah

Tidak disangka bahwa menjual pakaian bekas bisa mendatangkan prospek yang sangat menguntungkan. Biasanya pedagang memesan beberapa bal dengan harga mulai Rp 7 juga hingga Rp 10 juta per bal. Isinya pun juga bervariasi, ada yang 500 atau 700 potong pakaian per bal. Biasanya pedagang mengambil keuntungan sekitar Rp 10 – 20 ribu untuk per potongnya.

 

  1. Mudah dijumpai dan ditemukan

Banyaknya pedagang yang menjual pakaian thrifting membuat produk impor pakaian pakaian bekas ini sering kita jumpai. Hal tersebut tentu akan menguntungkan konsumen karena akan banyak tersedia pilihan untuk mencari pakaian yang mereka cari.

 

  1. Seru

Yang dimaksud seru di sini adalah perasaan ketika kita mencari dan menemukan sebuah harta karun. Bisa saja menemukan jackpot sebuah pakaian yang sangat bagus namun dengan harga yang murah. Mungkin itulah alasan beberapa orang senang berburu pakaian di thrift shop karena perasaan seru seperti berburu harta karun.

 

  1. Banyak variasi

Tentunya ada banyak pilihan produk yang tersedia mulai dari baju, celana, jaket, atau jenis pakaian lainnya. Dengan tersedianya pilihan variasi yang beragam, orang lebih tertarik untuk melihat dan akan membelinya jika dirasa cocok.

 

Kontra

  1. Kebersihan tidak terjamin

Barang impor apalagi barang bekas sudah pasti tidak ada yang menjamin kebersihannya. Dan ini juga menjadi alasan kenapa pemerintah memberlakukan larangan impor untuk pakaian bekas.

 

  1. Tidak adanya standar kualitas

Barang yang banyak dicari tentunya harus memiliki kualitas yang baik. Namun, pada produk pakaian bekas ini tidak ada standar kualitas. Karena kebanyakan barang impor pakaian bekas ini memang produk yang tidak lolos pengecekan kualitas. Sehingga dijual dengan harga yang lebih murah.

 

  1. Industri baju lokal dapat kalah bersaing

Seiring dengan banyak beredarnya produk impor pakaian bekas, membuat industri pakaian lokal juga harus membuat terobosan baru agar tidak kalah saing. Pasalnya, produk lokal dengan harga yang lebih mahal, kualitas produk lokal masih kalah dibandingkan produk impor bekas.

 

  1. Membuat belanja tidak terkontrol karena harganya yang murah

Harga yang murah menjadi faktor yang membuat banyak orang memburu pakaian impor bekas. Ketika seseorang menemukan produk yang bagus dengan harga murah, tentunya dia akan ketagihan untuk membeli lagi. Siklus tersebutlah yang membuat pasar pakaian bekas impor ini tetap hidup dan akan semakin sulit untuk dihentikan.

 

  1. Risiko menularnya penyakit

Kebersihan produk yang tidak terjamin juga membuat resiko tertular penyakit. Ini juga salah satu alasan pemerintah dalam menerapkan larangan pakaian bekas impor. Apalagi jumlah produk yang diimpor tidak sedikit.

Baca juga : Apa Itu Barang Lartas Dan Bagaimana Cara Mengurusnya?

 

Nah itu tadi penjelasan mengenai pro dan kontra larangan impor pakaian bekas. Jika kamu tertarik untuk melakukan impor tapi tidak mau repot dengan berbagai pengurusan dokumen dan masih bingung mau mulai dari mana, jangan khawatir! AsiaCommerce siap membantu untuk memudahkan kamu dalam melakukan impor, sehingga kamu dapat fokus mengembangkan usaha impor mu tanpa harus memikirkan berbagai prosedur pengiriman impor. Jadi tunggu apalagi, segera hubungi kami dengan klik disini atau banner dibawah.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments