Penulis: Tim Riset Sourcing AsiaCommerce
Peran: Spesialis Distribusi & Fulfillment Asia Tenggara, AsiaCommerce
Tanggal Publish: 24 Agustus 2026
ASIACOMMERCE – Distribusi F&B marketplace ke Malaysia dan Filipina bisa berjalan tanpa ribet asalkan brand memahami regulasi dan infrastruktur logistiknya sejak awal.
Kategori makanan dan minuman tergolong produk sensitif karena menyangkut keamanan konsumsi dan masa kedaluwarsa yang harus dipantau ketat.
Kesalahan kecil dalam kepatuhan regulasi maupun penyimpanan dapat berujung pada penolakan produk di pelabuhan negara tujuan.
Berikut panduan lengkap agar distribusi F&B marketplace ke kedua negara berjalan lancar dan sesuai regulasi terbaru.
AsiaCommerce, di bawah naungan PT Exim Jaya Abadi dan PT Kalimas Mitra Perkasa yang telah beroperasi sejak 2016, membantu brand menavigasi seluruh proses ini secara legal.
Regulasi Keamanan Pangan yang Wajib Dipenuhi di Malaysia
Di Malaysia, distribusi produk F&B diatur oleh Program Keselamatan dan Kualiti Makanan di bawah Kementerian Kesehatan Malaysia.
Regulasi ini mengacu pada Food Act 1983 dan Food Regulations 1985 yang menjadi payung hukum utama keamanan pangan.
Fasilitas manufaktur di negara asal kini wajib memiliki sertifikasi sistem keamanan pangan yang diakui, seperti HACCP, GMP, atau FSMS.
Dokumen kepatuhan ini harus diserahkan oleh importir lokal saat proses pendaftaran produk dilakukan.
Selain itu, seluruh importir dan produk F&B wajib terdaftar dalam sistem elektronik FOSIM sebelum barang dikapalkan dari negara asal.
Malaysia juga menerapkan aturan trans-fat yang membatasi kandungan asam lemak trans industri maksimal 2 gram per 100 gram lemak.
Batasan ini wajib dipatuhi pada seluruh produk makanan olahan yang beredar di pasar Malaysia.
Mulai Juni 2026, KKM dan Kementerian Pertanian memperketat kontrol perbatasan dengan mewajibkan Certificate of Analysis dari laboratorium terakreditasi ISO/IEC 17025.
Persyaratan ini berlaku untuk beberapa komoditas segar dan olahan tertentu guna memitigasi risiko residu pestisida.
Tanpa CoA yang valid, distribusi F&B marketplace ke Malaysia berisiko tertahan di titik pemeriksaan perbatasan.
AsiaCommerce membantu klien memastikan seluruh dokumen sertifikasi dan pendaftaran FOSIM lengkap sebelum produk dikirim ke Malaysia.
Selain itu, brand disarankan menyiapkan dokumen cadangan sebagai antisipasi apabila petugas meminta klarifikasi tambahan di titik pemeriksaan.
Kesiapan dokumen sejak awal terbukti mempercepat proses verifikasi dibanding melengkapi dokumen setelah barang tertahan di perbatasan.
(BACA JUGA: Import Elektronik dari China Masih Menjanjikan? Ini Peluang yang Perlu Dilihat)
Selain dokumen keamanan pangan, brand juga perlu memastikan kesesuaian formula produk dengan daftar bahan tambahan yang diizinkan di Malaysia.
Beberapa bahan tambahan pangan yang lazim digunakan di negara lain justru masuk dalam daftar terbatas atau dilarang di Malaysia.
Oleh karena itu, pengecekan formula produk terhadap regulasi lokal sebaiknya dilakukan sebelum proses produksi massal dimulai.
Kesalahan formula yang baru diketahui setelah barang tiba di pelabuhan dapat menyebabkan kerugian besar bagi brand.
Berdasarkan pengalaman AsiaCommerce, verifikasi formula sejak tahap awal terbukti mencegah kerugian akibat penolakan produk di perbatasan Malaysia.
Regulasi Keamanan Pangan yang Wajib Dipenuhi di Filipina
Di Filipina, distribusi produk F&B diatur oleh Food and Drug Administration melalui Center for Food Regulation and Research.
Payung hukumnya adalah Food Safety Act of 2013 yang dikenal dengan sebutan RA 10611.
Importir Filipina wajib memiliki License to Operate sebagai Food Importer atau Wholesaler sebelum melakukan aktivitas distribusi.
Setiap varian produk F&B kemasan yang diimpor wajib didaftarkan secara terpisah untuk mendapatkan Certificate of Product Registration.
Melalui FDA Circular Nomor 2026-0002, seluruh proses pengajuan dan klasifikasi risiko produk kini dimigrasikan ke platform eServices System.
Migrasi digital ini bertujuan mempercepat proses administrasi yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih lama secara manual.
Selain itu, FDA Filipina memberlakukan panduan baru terkait food-contact articles yang menguji ketat migrasi zat kimia dari kemasan ke makanan.
Aturan ini bertujuan mencegah kontaminasi pada produk pre-packaged yang beredar di pasar Filipina.
Tanpa LTO dan CPR yang lengkap, distribusi F&B marketplace ke Filipina tidak dapat dilakukan secara legal di jalur ritel resmi.
Kelengkapan dokumen ini menjadi prasyarat mutlak sebelum produk dapat dipasarkan melalui marketplace maupun ritel modern.
AsiaCommerce membantu klien mengurus LTO, CPR, dan pendaftaran eServices agar proses distribusi berjalan sesuai regulasi terbaru Filipina.
Selain itu, tim kami turut memantau setiap pembaruan aturan food-contact articles agar kemasan produk klien tetap sesuai standar terbaru.
Pemantauan berkelanjutan ini penting mengingat regulasi kemasan pangan di Filipina terus disempurnakan seiring waktu.
Selain regulasi kemasan, brand juga perlu memperhatikan klasifikasi risiko produk yang menentukan tingkat kompleksitas proses registrasi CPR.
Produk dengan klasifikasi risiko tinggi umumnya membutuhkan dokumen pendukung lebih lengkap dibanding produk dengan risiko rendah.
Oleh karena itu, memahami klasifikasi risiko sejak awal membantu brand memperkirakan waktu dan biaya registrasi secara lebih akurat.
Proses registrasi yang tidak direncanakan dengan baik berpotensi memperlambat jadwal peluncuran produk di pasar Filipina.
Berdasarkan pengalaman AsiaCommerce, perencanaan registrasi sejak tahap awal terbukti mempercepat waktu peluncuran produk ke marketplace Filipina.
Opsi Cold Chain dan 3PL Khusus Produk F&B
Kedua negara memiliki ekosistem logistik makanan yang matang untuk menangani produk sensitif suhu dan masa kedaluwarsa pendek.
Di Malaysia, penyedia seperti Tiong Nam Logistics, Tasco Berhad, dan Cold Chain Logistics menawarkan gudang multi-suhu mencakup ambient, chilled, dan frozen.
(BACA JUGA: Produk Anda Sudah Laku di Indonesia? Saatnya Melihat Peluang Pasar Malaysia)
Tiong Nam dan Tasco memiliki sistem manajemen gudang terintegrasi yang melacak batch number dan memblokir otomatis stok mendekati kedaluwarsa.
Sistem ini menerapkan manajemen FEFO secara ketat untuk memastikan produk lama keluar lebih dulu dibanding stok baru.
Brand yang mendistribusikan produk halal di Malaysia perlu memastikan penyedia 3PL memiliki sertifikasi MS 2400 untuk logistik halal.
Sertifikasi ini menjamin produk halal tidak tercampur dengan produk non-halal selama proses penyimpanan dan distribusi.
Di Filipina, Glacier Megafridge menjadi pemimpin pasar cold storage, disusul Royal Cargo, Fast Logistics Group, dan Anchorage Logistics.
Mengingat Filipina berbentuk kepulauan, Royal Cargo dan Fast Logistics menawarkan solusi inter-island cold chain transport menggunakan kontainer pendingin domestik.
Gudang modern di Filipina mendukung pelacakan real-time berbasis IoT untuk memantau fluktuasi suhu secara akurat.
Sistem inventori otomatis berbasis FEFO turut mendukung pemenuhan pesanan e-commerce secara cepat, termasuk layanan same-day di Metro Manila.
Pemilihan mitra cold chain yang tepat menjadi faktor penentu keberhasilan distribusi F&B marketplace di kedua negara.
AsiaCommerce membantu klien menentukan kombinasi mitra logistik yang sesuai dengan karakteristik produk dan volume distribusi masing-masing brand.
Selain memilih mitra cold chain, brand juga perlu menetapkan protokol pemantauan suhu selama proses transit dari gudang ke titik penjualan.
Fluktuasi suhu yang tidak terpantau dapat menurunkan kualitas produk meski gudang penyimpanan sudah memenuhi standar yang ditetapkan.
Oleh karena itu, brand disarankan meminta laporan pemantauan suhu secara berkala dari mitra logistik yang digunakan.
Laporan ini membantu brand mengevaluasi konsistensi kualitas layanan cold chain dalam jangka panjang.
Berdasarkan pengalaman AsiaCommerce, evaluasi rutin terhadap kinerja mitra cold chain terbukti menjaga kualitas produk tetap konsisten hingga sampai ke konsumen.
Tren Kategori F&B Terlaris di Marketplace Malaysia dan Filipina
Di Malaysia, konsumen sangat menyukai snack rendah gula bersertifikat halal seperti keripik buah kering premium dan biskuit fungsional.
Konsumen Malaysia terbukti sangat sensitif terhadap kebersihan bahan makanan atau konsep clean label pada kemasan produk.
Minuman kekinian seperti kopi instan premium rasa Gula Melaka serta susu nabati siap minum juga mencatat penjualan tinggi.
Makanan instan siap saji berlabel halal dengan cita rasa lokal turut diminati pekerja urban yang mengutamakan kepraktisan.
Sementara itu, di Filipina, konsumen menyukai healthy sweets seperti keripik kentang impor dan jeli buah stik yang populer di TikTok Shop.
Snack cokelat dengan klaim less sugar atau keto-friendly juga menjadi favorit konsumen yang semakin sadar kesehatan.
Minuman fungsional seperti bubuk susu kolagen dan matcha premium untuk home cafe mengalami pertumbuhan pesat lewat live streaming sales.
Saus dan kondimen pedas, seperti chili oil dan bumbu instan, banyak dibeli konsumen yang gemar memasak masakan tren di rumah.
Memahami tren kategori ini membantu brand menentukan produk prioritas sebelum melakukan distribusi F&B marketplace ke kedua negara.
AsiaCommerce membantu klien menyesuaikan portofolio produk dengan tren konsumsi terkini di Malaysia dan Filipina.
Selain itu, tim kami turut memantau pergeseran tren musiman agar strategi peluncuran produk baru selaras dengan momentum permintaan pasar.
Pendekatan berbasis data tren ini terbukti membantu brand menghindari peluncuran produk yang kurang sesuai dengan preferensi konsumen setempat.
Selain mengikuti tren yang sedang naik, brand juga perlu memperhatikan siklus musiman yang memengaruhi pola konsumsi di masing-masing negara.
Permintaan produk minuman dingin misalnya cenderung meningkat signifikan selama musim panas di kedua negara.
Sebaliknya, produk makanan hangat dan minuman fungsional biasanya lebih diminati saat musim hujan tiba.
Memahami pola musiman ini membantu brand mengatur stok dan strategi promosi secara lebih tepat sasaran.
Berdasarkan pengalaman AsiaCommerce, penyesuaian strategi berdasarkan musim terbukti meningkatkan efektivitas kampanye pemasaran produk F&B di kedua pasar.
Bea Masuk, Pelabelan, dan Kesimpulan Distribusi F&B Tanpa Ribet
Di Malaysia, sebagian besar tarif bea masuk produk F&B dari sesama negara ASEAN adalah 0 persen berkat perjanjian ATIGA.
Namun, tetap ada Pajak Jualan domestik berkisar antara 5 hingga 10 persen yang perlu diperhitungkan dalam struktur harga.
Label wajib mencantumkan informasi nilai gizi serta kandungan total gula pada produk minuman olahan komersial.
Logo halal hanya boleh dicantumkan jika disertifikasi oleh JAKIM atau lembaga yang diakui resmi, termasuk BPJPH Indonesia.
(BACA JUGA: Sourcing Packaged Food From China: The Factory Checklist Global Buyers Can’t Skip)
Sisa masa kedaluwarsa produk impor saat tiba di pelabuhan Malaysia minimal harus 60 persen dari total shelf-life produk.
Di Filipina, tarif preferensial 0 persen ATIGA berlaku untuk sesama negara ASEAN, dengan PPN standar sebesar 12 persen.
Label wajib mencantumkan nama produk, daftar bahan baku, informasi alergen, serta nomor registrasi CPR yang telah terdaftar.
Sertifikasi halal di Filipina diawasi oleh National Commission on Muslim Filipinos, namun bukan syarat wajib untuk kategori makanan umum.
Produk F&B impor idealnya memiliki sisa shelf-life minimal 6 bulan sebelum tanggal kedaluwarsa saat proses kliring bea cukai.
Dengan memahami seluruh regulasi bea masuk dan pelabelan ini, distribusi F&B marketplace dapat berjalan tanpa hambatan berarti.
Karena itu, banyak brand memilih menggandeng partner berpengalaman untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai regulasi terbaru.
AsiaCommerce, melalui PT Exim Jaya Abadi dan PT Kalimas Mitra Perkasa, telah membantu berbagai klien mendistribusikan produk F&B ke Asia Tenggara sejak 2016.
Jika Anda sedang mempertimbangkan distribusi F&B marketplace ke Malaysia atau Filipina, konsultasi sejak awal akan sangat membantu meminimalkan risiko.
Ingin konsultasi langsung soal distribusi F&B marketplace untuk bisnis Anda?
AsiaCommerce: Solusi Pengadaan Global dan Distribusi Asia Tenggara Anti Ribet & Dijamin Aman


0 Comments