Produk Anda Sudah Laku di Indonesia? Saatnya Melihat Peluang Pasar Malaysia

by | Aug 20, 2026 | Ekspor, Marketplace, Tips & Strategi Bisnis

Penulis: Tim Editorial AsiaCommerce | Global Sourcing & International Business Consultant
Dipublikasikan: 20 Agustus 2026
Terakhir diperbarui: 20 Agustus 2026

ASIACOMMERCE – pasar Malaysia menawarkan peluang menarik bagi brand Indonesia yang ingin memperluas penjualan ke negara tetangga.

Kedekatan geografis, budaya, dan preferensi konsumen membuat Malaysia relatif menarik untuk ekspansi awal.

Data perdagangan juga menunjukkan hubungan ekonomi kedua negara tetap kuat sepanjang 2026.

Pada Juni 2026, nilai ekspor Indonesia ke Malaysia mencapai MYR 5,73 miliar berdasarkan data OEC.

Angka tersebut tumbuh 7,93 persen dibandingkan Juni 2025.

Secara tahunan, nilai ekspor Indonesia ke Malaysia juga berada di kisaran US$13,1 miliar pada 2026.

Data tersebut menunjukkan Malaysia tetap menjadi salah satu pasar penting bagi produk Indonesia.

Namun, peluang ekspansi tidak harus dimulai melalui investasi besar.

Brand dapat menguji permintaan melalui penjualan lintas negara terlebih dahulu.

Selain itu, pertumbuhan perdagangan berjalan bersama perkembangan ekonomi digital Malaysia.

GlobalData memperkirakan nilai e-commerce Malaysia mencapai MYR161,8 miliar pada 2026.

Pasar tersebut diproyeksikan tumbuh 9,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Karena itu, pasar Malaysia dapat menjadi langkah awal bagi brand Indonesia menuju pasar ASEAN.

Pasar Malaysia Semakin Menarik bagi Brand Indonesia

Produk Indonesia memiliki modal penting ketika memasuki pasar Malaysia, yaitu kedekatan budaya dan kebutuhan konsumen.

Karakteristik tersebut dapat membantu brand memahami preferensi lokal dengan lebih cepat.

Namun, kedekatan pasar tetap membutuhkan strategi yang tepat.

Produk yang laris di Indonesia belum tentu otomatis memiliki performa sama di Malaysia.

Brand perlu melihat harga, kemasan, bahasa, ukuran, serta kebiasaan belanja konsumen.

Selain itu, positioning produk harus disesuaikan dengan kompetitor lokal dan regional.

Data perdagangan terbaru memperlihatkan peluang tersebut cukup besar.

Pada Juni 2026, ekspor Malaysia ke Indonesia mencapai RM6,07 miliar.

Angka itu meningkat 53,4 persen secara tahunan menurut MATRADE.

Hubungan perdagangan tersebut memperlihatkan aktivitas bisnis lintas negara yang semakin kuat.

(BACA JUGA: 5 Syarat Wajib Import Bahan Baku F&B dari China Tahun 2026)

Bagi brand Indonesia, kondisi tersebut dapat menjadi momentum untuk memperluas sumber pendapatan.

Terlebih, ekspansi ke Malaysia dapat menjadi tahap awal sebelum memasuki pasar ASEAN lainnya.

Strateginya tidak harus langsung membuka kantor atau gudang sendiri.

Brand dapat menguji pasar melalui marketplace dan distribusi cross-border terlebih dahulu.

Pendekatan tersebut membantu perusahaan mengukur permintaan sebelum menambah investasi.

Dengan data penjualan, brand dapat mengetahui produk yang paling diminati.

Selanjutnya, strategi harga dan promosi dapat disesuaikan dengan hasil pengujian.

Produk Indonesia Apa yang Berpeluang di Pasar Malaysia?

Tidak semua kategori memiliki peluang yang sama di pasar Malaysia.

Brand perlu memilih produk berdasarkan kebutuhan konsumen dan kekuatan produknya sendiri.

Salah satu kategori menarik adalah fashion dan pakaian jadi.

Produk modest fashion Indonesia memiliki kedekatan budaya dengan konsumen Malaysia.

Selain itu, desain lokal dapat menjadi pembeda dari produk mass market.

Kategori berikutnya adalah kosmetik dan produk perawatan tubuh.

Produk dengan sertifikasi halal memiliki nilai tambah bagi konsumen Malaysia.

Hal tersebut semakin relevan karena konsumen semakin memperhatikan aspek halal dalam pembelian.

Food & beverages juga memiliki peluang karena cita rasa Indonesia cukup dikenal di Malaysia.

Camilan, bumbu instan, dan makanan kemasan dapat menyasar segmen konsumen tertentu.

Namun, setiap produk tetap perlu memenuhi persyaratan pasar tujuan.

Regulasi, label produk, sertifikasi, dan dokumen ekspor harus dipersiapkan sejak awal.

Karena itu, riset pasar sebaiknya dilakukan sebelum memilih produk ekspansi.

Brand perlu mengetahui permintaan, harga kompetitor, dan tingkat persaingan.

Selain itu, ukuran pasar harus dibandingkan dengan biaya distribusi.

Produk dengan permintaan tinggi belum tentu menghasilkan margin yang baik.

Perhitungan tersebut menjadi semakin penting saat bisnis memasuki cross-border e-commerce.

Dengan pendekatan berbasis data, peluang dapat dipilih secara lebih realistis.

(BACA JUGA: Import Elektronik dari China Masih Menjanjikan? Ini Peluang yang Perlu Dilihat)

E-Commerce Membuka Akses Lebih Mudah ke Pasar Malaysia

Perkembangan e-commerce membuat pasar Malaysia semakin mudah dijangkau oleh brand Indonesia.

GlobalData memperkirakan pasar e-commerce Malaysia tumbuh 9,4 persen sepanjang 2026.

Nilainya diproyeksikan mencapai MYR161,8 miliar atau sekitar US$37,8 miliar.

Data Ipsos juga menunjukkan penggunaan e-commerce Malaysia terus meningkat.

Sebanyak 74 persen responden pernah menggunakan platform e-commerce dalam enam bulan terakhir.

Shopee masih menjadi platform yang paling banyak digunakan oleh konsumen Malaysia.

Namun, TikTok Shop terus memperkecil jarak dengan Shopee.

Perubahan tersebut penting bagi brand yang ingin menggunakan strategi social commerce.

Artinya, pilihan kanal penjualan tidak lagi hanya bergantung pada marketplace konvensional.

Brand dapat menggabungkan marketplace, konten, influencer, dan social commerce.

Strategi tersebut membantu produk ditemukan sebelum konsumen melakukan pembelian.

Selain itu, ekosistem pembayaran lintas negara juga semakin mendukung transaksi digital.

Bank Indonesia telah menghubungkan QRIS Cross-Border dengan DuitNow QR Malaysia.

Transaksi melalui koneksi tersebut dapat diproses secara real-time.

Perkembangan tersebut memperkuat ekosistem perdagangan digital antara Indonesia dan Malaysia.

Bagi brand, peluangnya terletak pada kemampuan menggabungkan produk, marketplace, dan distribusi.

Karena itu, ekspansi tidak lagi harus dimulai dari infrastruktur fisik yang besar.

Cara Memulai Ekspansi ke Pasar Malaysia dengan Lebih Terukur

Masuk ke pasar Malaysia sebaiknya dilakukan melalui tahapan yang terukur.

Langkah pertama adalah memilih produk yang memiliki peluang berdasarkan data permintaan.

Selanjutnya, tentukan harga jual yang tetap memberikan margin sehat.

Brand juga perlu menyesuaikan kemasan dan komunikasi dengan konsumen Malaysia.

Kemudian, pilih marketplace yang sesuai dengan karakter produk.

Shopee dapat menjadi pilihan untuk menjangkau basis pengguna yang luas.

TikTok Shop menarik untuk produk yang membutuhkan demonstrasi dan konten.

Lazada juga tetap relevan untuk kategori tertentu dan kebutuhan brand.

Setelah kanal ditentukan, bisnis perlu menyiapkan sistem distribusi.

Stok harus tersedia dengan waktu pengiriman yang kompetitif.

Pengelolaan retur dan layanan pelanggan juga perlu dipersiapkan.

Tanpa sistem tersebut, pertumbuhan penjualan justru dapat menciptakan masalah operasional.

AsiaCommerce membantu bisnis Indonesia melakukan sourcing dari China untuk kebutuhan produk.

(BACA JUGA: Why So Many Importers Almost Give Up on China Sourcing (And Why Most Don’t Actually Leave))

Selain itu, AsiaCommerce mendukung ekspansi pasar Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Dukungan distribusi e-commerce membantu brand menjangkau konsumen regional secara lebih terstruktur.

Melalui pengalaman operasional sejak 2016, PT Exim Jaya Abadi dan PT Kalimas Mitra Perkasa mendukung kebutuhan perdagangan lintas negara.

Pendekatan tersebut membantu brand menghubungkan pengadaan, distribusi, dan ekspansi dalam satu strategi bisnis.

Kesimpulan

Pasar Malaysia menawarkan peluang menarik bagi brand Indonesia yang ingin memperluas penjualan ke ASEAN.

Pertumbuhan perdagangan dan e-commerce memberikan fondasi kuat untuk strategi ekspansi.

Namun, keberhasilan tetap bergantung pada pemilihan produk, harga, kanal penjualan, dan distribusi.

Brand sebaiknya menguji pasar terlebih dahulu sebelum memperbesar investasi.

Dengan strategi yang tepat, Malaysia dapat menjadi pintu masuk menuju pasar ASEAN yang lebih luas.

Jika Anda ingin mengembangkan produk Indonesia ke Malaysia, AsiaCommerce siap membantu proses sourcing, ekspansi, dan distribusi e-commerce.

Hubungi WhatsApp Admin AsiaCommerce: +62 877-7704-7097 (*)

AsiaCommerce: Solusi Pengadaan Global dan Distribusi Asia Tenggara Anti Ribet & Dijamin Aman

0 Comments