Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!

5 Strategi Digital Marketing B2B yang Paling Efektif

by | Apr 28, 2023 | Tips & Strategi Bisnis

Saat ini dunia digital marketing B2B (Business to Business) semakin berkembang. B2B adalah aktivitas transaksi suatu produk atau jasa yang terjadi antara sebuah bisnis dengan bisnis yang lain. Klien cenderung melakukan pencarian melalui mesin pencari untuk menemukan solusi atas kebutuhan atau masalah yang sedang dihadapi. Inilah mengapa pentingnya strategi digital marketing B2B untuk keberlangsungan sebuah bisnis. Berikut ini 5 strategi digital marketing yang paling efektif diterapkan untuk B2B.

 

1. Riset Pasar

Salah satu kelebihan B2B marketing adalah target pasar yang lebih mudah didefinisikan dan disempurnakan dibandingkan B2C marketing. Yang perlu diperhatikan dalam melakukan riset pasar adalah mengetahui siapa target dari bisnismu, apa yang mereka cari tahu atau butuhkan, bagaimana mereka berkomunikasi, apa minat mereka, bagaimana perilaku pembeliannya, berapa besaran uang yang biasa dibelanjakan, dan sebagainya. 

 

Setelah mendapatkan data dari hasil riset yang telah dilakukan, kamu bisa membuat keputusan yang lebih mendasar sebagai pemilik bisnis. Keputusan tersebut nantinya yang menjadi dasar dari strategi yang akan kamu jalankan. Bukan hanya untuk menjalin hubungan baik dengan target audiens, tapi juga untuk memberikan objektif yang ingin dicapai untuk mengukur hasil pemasaran. Agar menghemat waktu dan biaya, kamu bisa mempersempit target pasar dalam strategi B2B marketing.

 

2. Membuat Website Perusahaan

strategi digital marketing b2b

Tahukah kamu bahwa sekitar 80% calon pembeli akan mengecek website terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi? Hal tersebut tak hanya berlaku pada proses transaksi B2C saja. Sebuah website dalam B2B dapat memengaruhi keputusan pelanggan dalam melakukan transaksi.

 

Oleh karena itu, kamu perlu membuat website yang efektif, baik dari segi kenyamanan pengunjung maupun ketika digunakan untuk melakukan demo produk, testing produk, dan optimasi. Perhatikan juga desain, pemilihan warna, hinggal alur dari proses transaksi. 

 

Untuk membangun website perusahaan yang efektif sebaiknya : 

  • Menggunakan tools yang dapat melacak feedback dari pengunjung website
  • Optimasi user experience (UX) website
  • Review tools terbaru yang akan digunakan untuk menunjang content marketing website
  • Manfaatkan tools analytic seperti Funnels, Google Analytics, dan sejenisnya.

Baca juga : 3 Tips Digital Marketing untuk Bisnis Ekspor, Wajib Tahu!

 

3. SEO (Search Engine Optimization)

Bisnismu sudah ada website namun tidak ada peningkatan dari segi penjualan? Kamu perlu melakukan Search Engine Optimization (SEO) untuk membantu meningkatkan brand awareness dan penjualan dari bisnismu. SEO dapat membantu postingan dari website bissnismu menempati urutan teratas pada hasil pencarian search engine.

 

Menjalankan SEO membutuhkan waktu dan ketekunan yang ekstra, karena strategi ini termasuk jenis organik sehingga hasilnya tidak bisa dirasakan secara instan. Bahkan, Ascomers mungkin membutuhkan waktu setidaknya 3 hingga 6 bulan untuk melihat hasilnya.

 

Meski begitu, Ascomers tidak perlu khawatir karena strategi digital marketing B2B dengan SEO termasuk investasi jangka panjang yang menguntungkan. Ketika website dari bisnismu dapat ditemukan dengan mudah melalui mesin pencari, maka potensi menghasilkan konversi juga semakin besar. 

 

4. Membuat Content Marketing

Membangun brand awareness sangat penting dalam tahap awal membangun sebuah bisnis. Karena dengan cara tersebutlah konsumen atau klien dapat terpengaruh untuk membeli produk, menggunakan layanan jasa, atau bekerjasama dengan perusahaan. Salah satu cara membangun brand awareness adalah dengan membuat content marketing.

 

Sekitar 49% dari B2B meningkatkan content marketing dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satu objektif yang ingin dicapai adalah agar target pasar dari bisnis dapat memahami produk atau layanan jasa yang ditawarkan. Informasi maupun konten yang dibuat harus menarik dan relevan agar brand-mu dapat dipahami dengan baik. Berikut ini beberapa cara yang dapat Ascomers gunakan, di antaranya : 

  • Menetapkan channel primer dan sekunder yang akan digunakan sebagai media dari content marketing
  • Membuat studi kasus B2B
  • Membuat blog pendukung tentang perusahaan, layanan, dan bidang bisnis yang ditawarkan
  • Menggunakan jasa digital marketing agency, influencer maupun iklan

 

Secara umum, content marketing dilakukan untuk mengajak konsumen atau klien melakukan suatu tindakan melalui konten. Melalui konten tersebut, Ascomers dapat mengenalkan perusahaan ke konsumen baru sekaligus mengenalkan produk atau layanan yang ditawarkan.

 

5. Jalankan Social Media Marketing

strategi digital marketing b2b

Banyak yang mengira bahwa social media bukan media yang tepat untuk B2B marketing, padahal sebenarnya cukup efektif untuk diterapkan. Social media bisa menjadi strategi digital marketing B2B yang efektif untuk mengembangkan bisnis. Bahkan 75% konsumen B2B merupakan pengguna social media.

 

Menjalankan strategi social media marketing B2B tidak bisa dibilang mudah. Ascomers perlu menyesuaikan segmentasi pasar terlebih dahulu dalam menentukan media sosial yang akan digunakan. Berikut platform media sosial yang banyak digunakan oleh B2B.

a. LinkedIn

LinkedIn sering digunakan sebagai social media marketing yang paling cocok untuk B2B. Terlebih lagi platform ini dikenal karena digunakan oleh profesional dari global hingga ratusan juga pengguna. Alasan LinkedIn banyak dipakai oleh B2B adalah karena platform ini efektif untuk meningkatkan brand awareness.

 

Ketika sedang membuka LinkedIn, audiens berada dalam business mindset. Pada kondisi tersebut mereka akan lebih tertarik untuk membaca konten tentang bisnis atau seputar bidang pekerjaan mereka. Sehingga konten mengenai bisnis atau bidang tertentu akan menarik minat mereka dan meningkatkan awareness dari bisnismu.

 

b. Instagram

Kebanyakan Instagram lebih digunakan untuk B2C, namun sebenarnya platform ini juga punya banyak fitur untuk strategi digital marketing B2B. Langkah awalnya kamu perlu membuat akun Instagram for business agar marketing lebih efektif. Kemudian tentukan tujuan atau objektif yang ingin dicapai dengan akun Instagram tersebut. 

 

Apakah ingin mendapat konsumen potensial agar menghubungi bisnismu atau ingin membangun brand awareness? Tujuan tersebut perlu ditentukan di awal agar strategi B2B di Instagram bisa lebih fokus. Sehingga pesan yang diberikan dapat tersampaikan kepada konsumen atau klien.

 

c. Facebook

Banyak yang bertanya apakah Facebook masih efektif untuk bisnis B2B, karena jika dilihat dari fiturnya memang platform ini cenderung untuk bisnis B2C. Walaupun begitu, beberapa bisnis B2B masih menggunakan Facebook sebagai media promosi brand-nya. Dengan mengikuti tren dan memanfaatkan grup serta komunitas di Facebook, kamu bisa lebih mudah untuk mendapat lebih banyak audiens.

 

d. TikTok

Sebagai salah satu platform yang populer belakangan ini, TikTok juga bisa dijadikan sebagai media untuk mempromosikan produk dari bisnis B2B. Hampir sama dengan strategi digital marketing B2C, pelaku bisnis B2B juga bisa memanfaatkan beberapa fitur di TikTok seperti hashtag dalam konten video untuk menarik audiens. 

Ada fitur TikTok Live di mana kamu bisa menjual produkmu secara langsung melalui platform TikTok. Kamu juga bisa melakukan interaksi tanya jawab seputar produk atau pun layanan yang diberikan ketika konsumen atau klien yang tertarik dengan brand-mu.

 

Baca juga : Apa Itu Social Media Marketing? dan Bagaimana Penggunaannya

 

Nah itu tadi strategi digital marketing B2B yang bisa kamu coba pada bisnismu. Kamu ingin memulai bisnis tapi bingung mau mulai dari mana? Kamu bisa melakukan Konsultasi Gratis dengan chat ke Customer Support Whatsapp kami atau klik banner yang ada di bawah ini.
Konsultasi Gratis

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments